POLITIK

Rencana Koalisi PKS di Pemilu 2014

"Kemenangan PKS bukan karena siapa pimpinannya."
Selasa, 25 Maret 2014
Oleh : Mohammad Adam, Dedy Priatmojo
Sejumlah simpatisan dan kader PKS menghadiri kampanye terbuka PKS di SUGBK, Senayan, Minggu (16/3/2014).
VIVAnews - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) belum menentukan arah koalisi di Pemilu 2014 ini. Ketua Majelis Syuro PKS, Hilmi Aminuddin, Selasa 25 Maret 2014, mengatakan partainya membuka diri untuk berkoalisi dengan partai manapun. Namun keputusan untuk berkoalisi baru ditentukan setelah pemilu.

"Kami kan ukurannya hasil pemilu. Sekarang tidak relevan memilih-milih (partai koalisi)," ujar Hilmi saat ditemui di Pengadilan Tipikor, Jakarta.

Menurut Hilmi, semua partai politik saat ini masih fokus untuk menghadapi Pemilu 2014, dan untuk menentukan arah koalisi semua partai politik rata-rata menunggu hasil pemilu. Hal sama dialami PKS yang belum punya rencana atau mengincar partai mana saja yang bakal diajak koalisi.

"Belum ada incaran, karena ukurannya hasil pemilu. Tahu-tahu diincar, (hasilnya) jeblok bagaimana?" kata Hilmi.

Saat ditanya soal kemungkinan berkoalisi dengan PDI Perjuangan, Hilmi membuka kemungkinan itu. Begitu juga dia membuka kemungkinan untuk kembali berkoalisi dengan Partai Demokrat di Pemilu 2014 ini. "Boleh dengan siapa saja bisa. Seluruh komponen bangsa Indonesia bisa koalisi dengan PKS," kata Hilmi.

Sebelumnya mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq, optimistis partainya akan masuk tiga besar pada Pemilu 2014. Menurut Luthfi, kasus hukumnya sama sekali tidak mempengaruhi elektabilitas PKS. Justru, semakin PKS ditekan kinerja kader semakin solid dan bergairah.

"Jadi kemenangan PKS bukan karena siapa pimpinannya tetapi rahasianya adalah kinerja partainya," kata Luthfi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa 25 Maret 2014.

Luthfi mengaku tidak terlalu menghiraukan berbagai prediksi lembaga survei politik terhadap PKS di Pemilu 2014. Sebab kata dia, sejak tahun 1998 dan Pemilu 2004, elektabilitas PKS tidak pernah mendapat respons positif dimata lembaga survei.

"Tapi realitas di lapangan tak pernah turun dan meningkat terus, dan akan masuk tiga besar dan akan menang," ujar Luthfi. (adi)
TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found