POLITIK

PKS Sayangkan Demo Pemekaran Daerah Berujung Rusuh

Unjuk rasa warga terhadap pemekaran Luwu berakhir ricuh.

ddd
Selasa, 12 November 2013, 16:38 Suryanta Bakti Susila
Ricuh Pemekaran Luwu, Massa Bentrok dengan Polisi
Ricuh Pemekaran Luwu, Massa Bentrok dengan Polisi (tvOne)
VIVAnews - Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Agoes Purnomo menyayangkan pecahnya bentrokan di Luwu, Sulawesi Selatan. Demo menuntut pemekaran daerah di kabupaten itu berujung bentrokan.

"Saya menyayangkan hal ini," kata Agoes ketika dihubungi, Selasa 12 November 2013.

Rusuh Luwu diduga karena usulan pemekeran daerah otonomi baru tidak masuk dalam usulan Dewan Perwakilan Rakyat. Warga memblokade jalan sebagai bentuk protes atas gagalnya pemekaran Kabupaten Luwu Tengah. Dalam Rancangan Undang-Undang yang akan dibahas DPR dan pemerintah terkait pemekaran 65 daerah otonomi baru (DOB), Luwu Tengah tak termasuk di dalamnya.

Masyarakat Luwu pun mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah dalam mewujudkan pemekaran Luwu Tengah. Emosi warga tak terkendali ketika polisi menertibkan mereka. Mereka menyerang petugas, melempari polisi dengan bom molotov, bahkan menembak polisi dengan senapan angin.

Menanggapi hal ini, Agoes menyatakan bahwa dalam menetapkan usulan pemekaran yang diproses lebih lanjut itu telah melewati mekanisme yang berlaku. Selain dibahas di Komisi II DPR, hal itu juga dibahas di dalam sidang paripurna.

"Sepanjang pembahasan kami, yang 65 DOB secara administrasi memang memenuhi syarat," ujarnya.

Menurutnya, kalau diajukan ke DPR  selama memenuhi syarat administratif tak ada alasan bagi DPR untuk menolaknya.

"Jika pun sekarang belum masuk karena administrasi belum lengkap itu bisa dilengkapi dan bisa diajukan inisiasinya oleh DPR di masa sidang berikutnya." (eh)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com