POLITIK

Masih Kontroversi, UU Ormas Disahkan Hari Ini

Pansus menilai pasal-pasal represif sudah dihapus.

ddd
Selasa, 25 Juni 2013, 07:57 Ita Lismawati F. Malau, Nila Chrisna Yulika
Sidang Paripurna DPR akan sahkan RUU Ormas
Sidang Paripurna DPR akan sahkan RUU Ormas (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Undang-undang Organisasi Kemasyarakatan akan disahkan dalam Sidang Paripurna DPR, hari ini, Selasa 25 Juni 2013. Padahal, masih banyak aktivis dan ormas yang menolak substansi RUU ini.

RUU ini dinilai represif terhadap ormas atau warga masyarakat yang ingin membentuk organisasi. Namun, berdasarkan rapat Panitia Khusus, sebagian besar fraksi menyetujui RUU ini untuk disahkan dalam rapat paripurna.

"Dari sembilan fraksi, delapan di antarannya mendukung untuk dilanjutkan. Artinya, secara substansi sudah clear semua," kata Ketua Pansus RUU Ormas, Abdul Malik Haramain.

Satu fraksi yang belum menyetujui adalah Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN).

Malik menyadari masih banyak lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan ormas yang belum setuju RUU ini disahkan. Namun sebenarnya, kata Malik, pasal-pasal yang dianggap represif sudah dihilangkan.

"Azasnya juga sudah kami ubah. Kalau kesimpulan teman-teman (ormas) RUU Ormas ini represif, saya kira ini sudah lentur," kata dia.

RUU ini mendapat reaksi negatif dari sejumlah ormas dan lembaga swadaya masyarakat, di antaranya, Kontras, LBHI, LBH Jakarta, Imparsial, bahkan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. Ormas besar seperti Nahdhatul Ulama dan Muhammadiyah tak ketinggalan juga ikut menyampaikan kritik mereka. (kd)

 



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
romychan
25/06/2013
Keberadaan uud ormas sah2saja, tp jgn yg anarkis, yg bs meresahkan masyarakat, yg atas nama agama. Yg slalu bersikap bagaikan polisi. Ormas semacam ini justru blh dibubarkan.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com

Konten ini dikirimkan oleh pembaca anggota VIVAlog