POLITIK

Prabowo: Ada Kejahatan Politik dalam Pemilu

Jika masih ada penyimpangan daftar pemilih, Prabowo minta Pemilu ditunda.
Kamis, 19 Maret 2009
Oleh : Arfi Bambani Amri, Yudho rahardjo
Prabowo Subianto juru kampanye Gerindra di Sidoarjo

VIVAnews - Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya, Prabowo Subianto, meyakini ada tindak kejahatan politik di Jawa Timur. Kejahatan yang membahayakan demokrasi itu terkait penggelembungan Daftar Pemilih Tetap.

"Kalau masih ada penyimpangan misalnya ada ribuan nama dan nomor induk keluarga yang sama, kalau perlu Pemilu ditunda," kata Prabowo usai bertemu Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, di Jalan Teuku Umar, Jakarta, Rabu 18 Maret 2009.

Dalam pertemuan hampir sejam itu, Prabowo dan Megawati membicarakan soal pemberhentian Kepala Polda Jawa Timur Inspektur Jenderal Herman Suryadi Sumawiredja. Mereka berdua menilai pemberhentian Herman karena terkait penyidikan kasus penggelembungan DPT di Sampang dan Bangkalan, Jawa Timur.

Karena itu, Prabowo mendesak Komisi Pemilihan Umum bersikap jujur membuka data riil DPT yang sebenarnya. "Ada kejahatan politik yang membahayakan demokrasi dan masa depan bangsa kita," kata Prabowo.

"Untuk apa Pemilu, kalau Pemilu itu palsu. Kita anggap ini masalah yang penting. Kalau rakyat tidak percaya, bisa terjadi huru-hara," ujarnya.

Karena itu, Prabowo meminta KPU segera memberikan hard copy dan soft copy DPT. Selain itu, Gerindra dan PDIP sepakat akan menggelar pertemuan lanjutan membahas perihal kasus ini.

Megawati pada siang tadi bertemu Herman Suryadi. Dalam pertemuan itu, Herman memberikan beberapa data dugaan manipulasi Daftar Pemilih Tetap di Sampang dan Bangkalan, Jawa Timur, kepada Megawati. Ternyata data yang dimiliki Herman membuat PDI Perjuangan semakin yakin akan adanya kesengajaan untuk memanipulasi daftar pemilih di Jawa Timur karena sebelumnya PDIP menemukan ada penyimpangan serupa di Pacitan, Jawa Timur.

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found