POLITIK

PKS Tolak Kenaikan Harga BBM

Ini berlawanan dengan sikap koalisi, di mana PKS tergabung.

ddd
Jum'at, 31 Mei 2013, 13:52 Ita Lismawati F. Malau, Eka Permadi
Politisi PKS Mahfudz Siddiq
Politisi PKS Mahfudz Siddiq (VIVAnews/ Tri Saputro)

VIVAnews - Meski tergabung dalam koalisi, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menolak rencana pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Penolakan ini diambil Fraksi PKS melalui rapat pleno.

Ketua Komisi I DPR dari Fraksi PKS, Mahfudz Siddiq mengatakan kepada wartawan, Jumat 31 Mei 2013, keputusan pleno fraksi itu sudah disampaikan kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS.

"Ini jadi sikap partai untuk menolak rencana kenaikan BBM," kata Mahfudz Siddiq yang juga menjabat sebagai Wakil Sekjen DPP PKS.

PKS tidak setuju dengan kenaikan harga BBM tersebut karena sebelumnya pemerintah sudah dua kali mengambil kebijakan yang sama. "Kami sudah mengajukan kenaikan di sektor energi seperti gas, supaya tidak ada lagi kenaikan BBM. Tapi masukan PKS ini tidak didengar," katanya.

Tak mau sendiri, PKS kini tengah menggalang dukungan partai politik lain dalam menolak kenaikan BBM. Namun, dia enggan menjawab mengenai sikap partai yang berbeda dengan koalisi. Menurutnya, sikap PKS dalam melihat kenaikan BBM tidak perlu dikaitkan dengan koalisi.

"Kami bicara soal kebijakan kebijakan pemerintah saja. Ini sebagai bentuk menyikapi aspirasi dari masyarakat. Kami cuma menghindari stempel koalisi. Itu (koalisi) memaksakan untuk ikut satu suara," katanya.

Partainya lebih tertarik membangun komunikasi dan kesepakatan penolakan BBM bersama partai lain dalam bentuk dialog dan diskusi. "Kalau ada sikap yang berbeda itu lebih rasional," katanya.

Saat ditanya soal tekanan dari Sekretariat Gabungan (Setgab) koalisi, Mahfudz kembali bungkam. "Kami hanya bicara dampak sebuah rencana pemerintah terhadap rakyat," ujarnya. (eh)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
farrazi
31/05/2013
Bagus nih PArtai... Kalo diluar koalisi menentang itu sudah biasa. Tapi kalo didlm koalisi menentang itu yang RUARRR BIASA... Hayo kita dukung utk TOLAK KENAIKAN BBM. Rakyat butuh disubsidi bukan pejabat yg disubsidi....
Balas   • Laporkan
blondot2012
31/05/2013
standar ganda nih....kayak amerika
Balas   • Laporkan
Djoko
31/05/2013
Ini yg dinamakan benalu !!!
Balas   • Laporkan
imamsurojo
31/05/2013
kita maklum kalau sikap pks seperti itu, koalisi mau, (karena ada banyak rupiah yg bisa diraih dari menteri2nya di kabinet) tapi kalau ada kebijakan pemerintah yg tidak populer, pks menolak. itulah namanya sikap yang mendua atau mangro tingal.
Balas   • Laporkan
coba2an
31/05/2013
Sudah tau opsinya bung,Percitraan............^^
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com