POLITIK

PKS: Dana Kampanye Murni dari Kader, 'Uangku Sakuku'

"Partai punya mekanisme selama 15 tahun, uangku sakuku," kata Fahri.

ddd
Senin, 20 Mei 2013, 11:42 Suryanta Bakti Susila, Nila Chrisna Yulika
Wakil Ketua Komisi III DPR Fahri Hamzah
Wakil Ketua Komisi III DPR Fahri Hamzah (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)
VIVAnews - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah, Senin 20 Mei 2013 mengaku heran dengan adanya pengakuan pengusaha pembobol Bank Jabar, Yudi Setiawan, bahwa partainya menargetkan "menggasak" Rp2 triliun dari tiga 'kementerian PKS': Kementan, Kemeninfo, dan Kemensos.

Sebab, kata Fahri, selama 15 tahun, dana keuangan partai berasal dari kadernya sendiri. "Partai punya mekanisme yang selama 15 tahun, uangku sakuku. Makanya 15 tahun ini tidak ada kasus apa pun, murni pada basis kemampuan kader, karena sistem politik kita ini belum ideal," kata Fahri di Gedung DPR.

Mekanisme itu, kata Fahri, dilakukan PKS karena saat ini mekanisme keuangan partai di Indonesia ini tidak terlalu diatur. Dengan mekanisme ala PKS itu, PKS aman dari KPK selama 15 tahun.

"Tapi tiba-tiba ada masalah ini, saya katakan ini percakapan yang tidak ada approvalnya di dalam. Jadi orang boleh omong bluffing disadap seolah-olah itu fakta. Mungkin terkait pada orang bercanda wah kami butuh uang, kalau dijadikan seolah-olah itu fakta kan nggak benar," kata dia.

Sebelumnya, tersangka pembobol Bank Jabar, Yudi Setiawan di majalah Tempo mengaku menyerahkan uang miliaran rupiah kepada petinggi Partai Keadilan Sejahtera. PKS mengejar target dana partai triliunan rupiah unttuk kampanye pemilu 2014. Hal ini terungkap dalam laporan utama majalah Tempo edisi pekan ini yang berjudul "Selingkuh Fathanah dan Partai Dakwah".

Yudi mengaku melakukan pertemuan bersama Luthfi Hasan Ishaaq pada 12 Juli 2012 dalam perjamuan makan siang di kantor Yudi, Jalan Cipaku I nomor 14, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Luthfi saat itu masih menjadi Presiden PKS. Dia ditemani karibnya, Ahmad Fathanah.

Di dalam pertemuan, itu Luthfi mengungkapkan partainya butuh mitra pebisnis guna mengumpulkan dana. Ada papan tulis yang mencatat semua pembicaraan, dan seorang karyawan Yudi yang memotretnya.

Di papan tulis itu ada beragam program PKS guna menjaring dana. Pada kolom teratas disebutkan tertulis PKS dan angka Rp 2 triliun. Di sebelahnya ada nama Luthfi dan Hilmi. Berikutnya pada tiga kolom tertulis masing-masing Kememterian Komunikasi dan Informarika, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Sosial.

Yudi pun mulai mengikuti proyek di Kementan yakni pengadaan benih kopi, dan teh senilai Rp189 miliar dan alat laboratoriun pertanian senilai Rp100 miliar. Semenjak Yudi mengikuti lelang, Luthfi kerap menagih dana. Yudi pun menyerahkan sejumlah uang kepada Luthfi melalui Ahmad Fathanah. (umi)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
sakienah
23/05/2013
instropeksi itu lebih baik..daripada nyalahin orang mulu.. bapak Wasekjen ini dari kemarin2 ngotot juga ya..kenapa gak diterima aja kalau memang kenyataannya begitu..
Balas   • Laporkan
cupcup
21/05/2013
Walah...pasti sumber dr koran tempe si raja fitnah...buktinya koran lain gak nulis berita spt yg ditulis koran tempe tuh...
Balas   • Laporkan
bahasyir
20/05/2013
"Partai punya mekanisme selama 15 tahun, uangku sakuku," kata Fahri." KATA PAHRI LAGI: BIAR AKU BOLOS RAPAT DPR 100%, AKU MASIH DAPAT UANG SAKUKU LHO..., AKU SUMBANGIN JUGA KE PKS (PASTUN KARO SARKIYAH). Uang saku beginian halal atau haram yach?
Balas   • Laporkan
omradsky
20/05/2013
itu dulu fahri ketika kyai dan ustad sungguhan masih ada di PKS. tapi sekarang banyak yang Ustad KTP(fotocopy). jadi tidak heranlah kalo begini
Balas   • Laporkan
cupcup | 21/05/2013 | Laporkan
kalo gak heran koq komen? silakan kunjungi...
cangkeme
20/05/2013
piscok n nirwana : udeh santai aje cuy, ntar aja liat dipengadilan bener apa salahnya.. #nontonsambilngupi#
Balas   • Laporkan
piscok
20/05/2013
sumber berita dari majalah Tempe, ya udah pasti gak bs dipercaya krn posisi yg bersebrangan dgn Islam.
Balas   • Laporkan
cupcup | 21/05/2013 | Laporkan
Karena bos tempe GM ini emang jenis abu jahal bro.....
nirwana15
20/05/2013
Ini pasti ulah zionis, zionis yang di modali dari penjualan minyak hasil negara2 liga arab..coba introspeksi udah tau fathanah ga baik masih dikelonin juga, jgn kaya batita kalo kesandung batu nyalahin batunya
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com