POLITIK

Cara Caleg PKS Berhemat Ongkos Pemilu

"Kami tidak ada budaya rebutan suara antar teman."

ddd
Selasa, 23 April 2013, 14:12 Suryanta Bakti Susila, Nila Chrisna Yulika
Massa PKS
Massa PKS (VIVAnews/Tri Saputro)
VIVAnews - Politisi Partai Keadilan Sejahtera, Indra, mengungkapkan bahwa dia dan sejumlah temannya bisa menekan biaya kampanye. Anggota Komisi III Bidang Hukum DPR ini, mengaku mengeluarkan biaya paling kecil dalam kampanye pada Pemilihan Umum 2009 lalu. "Di PKS rata-rata tidak sebesar caleg-caleg partai lain, banyak hal yang bisa dihemat," kata Indra ketika dihubungi, Selasa 23 April 2013.

Indra kemudian menceritakan keluhan dari teman-teman sesama anggota dewan dari partai lain. Rata-rata mereka menghabiskan Rp1-5 miliar untuk biaya kampanye. Salah satu penyebab dari biaya mahal itu, kata Indra, karena menyediakan saksi sendiri dalam pemungutan suara di TPS.

"Jadi mereka khawatir, kalau suara mereka akan direbut oleh teman sesama partai. Bayangkan saja misalnya ada 2000 TPS, masing-masing saksi diberi uang. Jika Rp200 ribu tiiap saksi sudah Rp400 juta, belum sepanduk dan sebagainya," ujar dia.

Tapi, kata Indra, caleg-caleg di PKS tidak menyediakan saksi sendiri. Tetapi, mempercayakan kepada saksi yang disediakan oleh partai. "Karena di partai kami tidak ada budaya rebutan suara antar teman sesama partai," ujar dia.

Caleg PKS, kata dia, hanya mengeluarkan biaya sebesar Rp 500 juta-Rp 700 juta untuk kampanye. Jumlah ini, kata dia, jauh lebih sedikit dibanding caleg dari partai lain.

Indra mengaku bahwa saat Pemilu 2009 lalu, uang yang dikeluarkannya  tak sampai Rp 500 juta. Sebab, dia lebih mengandalkan bersentuhan langsung dengan masyarakat. Selain itu, lanjutnya, tidak perlu membayar para simpatisan yang datang ke acara kampanye.

"Mereka dengan kesadaran sendiri datang. Karena di PKS sistem pengkaderannya sangat kuat. Dengan sistem kaderisasi kuat, dan rasa kepemilikan tinggi, maka mereka datang membantu tanpa diberi uang. Paling hanya konsumsi saja, atau bantuan bus, tapi rata-rata datang sendiri," ujarnya.

Selain itu, dia  juga tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membayar seseorang untuk memasang atribut. Sebab, kader-kader dan simpatisan yang membantu. 

Hal yang paling penting untuk menekan biaya, kata dia, caleg-caleg PKS tidak hanya turun ke daerah pada saat kampanye saja. Tetapi, sudah sosialisasi jauh hari sebelum pemilu. "Kami banyak melakukan aktifitas, pengayoman, bakti sosial, jadi saat kampanye hanya reminding saja," ujar dia.


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
maksudnya LHI dkk apa? baru hanya LHI, tidak ada yang lain. dan LHI pun belum terbukti bersalah, dan tidak akan pernah terbukti... jangan ngawur dong.
Balas   • Laporkan
chandroe | 23/04/2013 | Laporkan
udah jelas jd tersangkaa cuuy, bahkan bisa nambah orang laiiinn,.. msiih aja di belaiin, apa sih untung'a buat luu.... preeettt
ari57
23/04/2013
PKS modal kampanye "Palestina, anti Israel, partai dakwah", rakyat emang dukung Palestin, anti Israel/AS, tapi Partai Kemunafikan Sejahtera ga pantas numpang slogan ini untuk syahwat kekuasaan. Lebih baik ngaca ajah dulu dari kasus LHI dkk.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com