POLITIK

Dua Anggota Keluarga Nazaruddin Jadi Caleg Demokrat

Demokrat mengakui tak bisa merampas hak seseorang untuk berpolitik.

ddd
Jum'at, 19 April 2013, 23:17 Sandy Adam Mahaputra, Nila Chrisna Yulika
M. Nasir, saudara kandung Nazaruddin
M. Nasir, saudara kandung Nazaruddin (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)
VIVAnews - Dua keluarga terpidana korupsi Muhammad Nazaruddin mencalonkan diri sebagai anggota legislatif pada Pemilihan Umum 2014. Mereka adalah M Nasir dan Ayub Khan. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Marzuki Ali, Jumat 19 April 2013.

Meski keduanya adalah saudara kandung terpidana korupsi, kata Marzuki, tetapi Demokrat tak bisa merampas hak seseorang untuk berpolitik.

"Ya, kami nggak bisa mengeliminasi seseorang karena ada hubungan, sama saja melanggar HAM," kata Marzuki.

Untuk menjadi caleg, Marzuki melanjutkan, yang penting adalah kapasitas dan integritasnya. "Jangan dilihat dari keturunan. Saya kira satgas sudah melakukan itu," ujar dia.

M Nasir adalah saudara kandung Nazaruddin yang pernah beberapa kali dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi. Pemanggilan itu sebagai saksi dalam kasus korupsi pengadaan PKTS di Direktorat Pembinaan Pengembangan Masyarakat Kawasan Transmigrasi (P2MKT) Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Nasir akan ditempatkan di daerah pemilihan Riau.

Sementara itu, Ayub Khan yang saat ini sebagai anggota DPRD Kabupaten Jember adalah sepupu dari terpidana korupsi Wisma Atlet itu. Ayub akan ditempatkan di Jawa Timur. (art)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
ary.aw.12
20/04/2013
Mantap dah kek partai milik keluarga aja , ketuanya yg gajarin sieh
Balas   • Laporkan
romychan
20/04/2013
jika dihitung2 apabila mengeluarkan Rp.5 m utk menjadi anggota DPR msh bs untung juga. Gaji yg didpt 40jt/bln x 12 bln x 5 thn + segala2 fasilitas msh boleh ! Blm termasuk rezeki yg jatuh dari langit. Banyak yg kaya krn menjadi anggota legislatif.
Balas   • Laporkan
dulkamid
20/04/2013
Ho ho ho... Asalkan Mbah Nazar jangan nyebut nyebut nama pengurus demokrat, terutama "Sang Pangeran". Kalo nyebut nama AU ya silakan. AU jadi "musuh bersama" demokrat dan Mbah Nazar. Ha ha ha unholy alliance...
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com