POLITIK

Pramono Anung Kecam Anggota DPR Pindah Partai

Seharusnya dia menyelesaikan masa jabatannya, kata Pramono Anung

ddd
Selasa, 9 April 2013, 10:57 Arfi Bambani Amri, Nila Chrisna Yulika
 Wakil Ketua DPR Pramono Anung
Wakil Ketua DPR Pramono Anung ( ANTARA/Rosa Panggabean)

VIVAnews - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Pramono Anung menyesalkan banyaknya anggota dewan yang ke luar hanya karena pindah partai. Menurut dia, hal ini tidak menunjukkan contoh demokrasi yang baik.

"Harusnya demokrasi ketika dia disumpah jabatannya, dia seharusnya menyelesaikan jabatannya. Tapi masalahnya banyak yang dimutasi dan lain-lain," kata Pramono di Gedung DPR, Selasa 9 April 2013.

Pernyataan ini, menyusul adanya beberapa anggota dewan yang mengundurkan diri sebelum masa tugasnya berakhir apalagi dengan alasan pindah partai.

Hal ini, kata Pramono, adalah suatu pembelajaran bahwa seseorang harus menyelesaikan tanggungjawabnya sampai selesai. Apalagi, Pramono menambahkan, mereka sudah disumpah jabatan.

"Ini jelek dari kehidupan demokrasi. Zaman dulu tidak ada pindah-pindah karena orang memilih partai berdasarkan ideologi, bukan berdasarkan kedudukan yang ditawarkan," ujar dia.

Di antara anggota DPR yang mundur karena pindah partai adalah anggota Komisi I dari PPP  Maiyasyak Johan. Ia dikabarkan pindah ke Nasdem. Begitu pula politisi Hanura di DPR, Akbar Faisal.

Sementara yang pekan lalu baru saja mengundurkan diri adalah anggota dewan dari Fraksi Partai Demokrat, Sudewo, yang akan pindah ke Partai Gerindra. (umi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
adhiwin
15/04/2013
Anggota DPR sekarang kayak pengusaha, mereka tidak lebih daripada oportunis sejati, yang hanya mementingkan berapa keuntungan yang saya dapat, sangat di sayangkan sekali kalo kualitasnya seperti ini
Balas   • Laporkan
arifin.bahtiar1
11/04/2013
Mereka Layak dijuluki Penjahat Berdasi perusak Demokrasi..pemgkhianat konstituen pemiLih mereka,,di Ingat Wajah Mereka,gK usah lagi pilih mereka di 2014 nanti,,!!!
Balas   • Laporkan
positifity
09/04/2013
Karena istilah yang sering digunakan adalah partai sebagai "kendaraan" politik jadi wajar dong gonta-ganti kendaraan, sama seperti komisi DPR yg sering bagi2 komisi dan politikus bertingkah seperti tikus yg menggerogoti uang negara
Balas   • Laporkan
lamto
09/04/2013
ITULAH SALAH SATU KEBOBROKAN MORAL ANGGOTA DPR... MAKANYA JANGAN SUKA MENYALAHKAN RAKYAT KALO GOLPUT SEMAKIN TINGGI PERSENTASENYA DI 2014.. HEHEHE...
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com

Konten ini dikirimkan oleh pembaca anggota VIVAlog