POLITIK

Banyak Kader Demokrat Mundur, Soekarwo Tak Ambil Pusing

"Zaman otoriter pindah partai itu cacat, di era demokrasi biasa."

ddd
Selasa, 26 Maret 2013, 20:45 Suryanta Bakti Susila, Bobby Andalan (Bali), Tudji Martudji (Surabaya)
Pendaftaran calon anggota legislatif Partai Demokrat
Pendaftaran calon anggota legislatif Partai Demokrat (Antara/ Fajar Ambya)
VIVAnews - Ketua Dewan Pimpinan Daerah  Partai Demokrat Jawa Timur, Soekarwo, mengaku tak pusing terkait banyaknya kader dan pengurus PD mengundurkan diri dan maju menjadi caleg melalui partai lain di Pemilu 2014 mendatang.

Menurutnya, di politik yang menganut sistem demokrasi, pindah partai merupakan hal wajar.

"Kalau di zaman otoriter, pindah-pindah partai itu dianggap cacat. Tapi di era demokrasi justru menjadi hal yang biasa," ujar Soekarwo yang juga Gubernur Jawa Timur, Selasa 26 Maret 2013.

Ditambahkan, pindah partai bagi politisi adalah bagian dari hak politik yang harus dihormati. "Setiap orang memiliki hak untuk memperbaiki hidup. Jadi kalau mau pindah dari partai demokrat, silakan," tegasnya.

Pihaknya berharap politisi yang pindah partai melalui prosedur atau izin dulu, karena ada administrasi publik yang harus dipenuhi. "Jangan sampai, datang tampak muka, pulang tampak punggung, etika harus tetap dijaga".

Merosotnya kepercayaan publik terhadap partai dengan simbol Susilo Bambamg Yudhoyono jelang pemilu 2014 semakin kuat. Bahkan, bakal calon legislatif yang direkrut Demokrat terkesan asal-asalan.

Sumber terpercaya, satu diantara bacaleg DPRD Jatim melalui Demokrat masih aktif sebagai "mami" di salah satu pub ternama di Kota Surabaya.

Terkait itu, Ketua DPC PD Kota Surabaya, Dadik Sudaryanto tidak menampik, kalau ada seorang "mami" ternama yang maju menjadi bacaleg dari PD.

"Saya juga mendengar kabar itu, tapi bukan bacaleg di DPRD Kota Surabaya," terangnya.

Terpisah, Bendahara DPD PD Jatim, Achmad Iskandar menyebut, semua warga negara berhak mencalonkan atau dicalonkan menjadi anggota legislatif, termasuk seorang mami. "Tidak masalah, kalau nanti mendapat sorotan atau ada keberatan dari masyarakat, kita coret," katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Marzuki Alie membantah rumor pengunduran diri massal anggota DPRD dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia.

"Informasi ini datang dari orang yang baru kemarin masuk Demokrat. Dia tidak tahu spirit utama Demokrat yang memiliki cita-cita besar. Kami yang juga pendiri partai sejak tahun 2001 sama sekali tidak berpikir seperti itu," tegas Marzuki di Nusa Dua, Bali. (umi)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com

Konten ini dikirimkan oleh pembaca anggota VIVAlog