POLITIK

Kader PDIP Maju dari Partai Lain, Puan Maharani Menangis

Puan menangis saat membuka Rakerdasus PDIP Jawa Tengah.

ddd
Sabtu, 9 Maret 2013, 18:31 Arfi Bambani Amri, Fajar Sodiq (Solo)
Puan Maharani saat memilih di Pilkada DKI Jakarta
Puan Maharani saat memilih di Pilkada DKI Jakarta (VIVAnews/ Muhamad Solihin)

VIVAnews - Ketua Bidang Politik DPP PDI Perjuangan (PDIP), Puan Maharani, menangis ketika memberikan sambutan pembukaan dalam Rapat Kerja Daerah Khusus DPD PDIP Jawa Tengah di Hotel Diamond, Solo, Sabtu, 9 Maret 2013. Puan prihatin dengan kader dari PDIP yang mencalonkan diri sebagai kepala daerah dengan kendaraan parpol lain.

Putri Megawati Soekarnoputri itu mengungkapkan dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah calon yang mewakili PDIP hanya ada satu pasangan, yakni Ganjar Pranowo-Heru Sujatmoko. Oleh sebab itu, jika ada kader PDIP yang mencalokan kepala daerah dari parpol lain, hendaknya melepas atribut partai berlambang banteng moncong putih.

"Jangan pernah ada lagi yang menggunakan atribut Bung Karno dan Ibu Ketua Umum jika kader PDIP itu menggunakan kendaraan partai lain dalam maju Pilgub Jateng. Hanya ada satu yang boleh mengaku sebagai merah, yakni Heru-Ganjar," kata dia sembari meneteskan air mata di hadapan pengurus DPP PDIP, pengurus DPD Jawa Tengah dan pengurus DPC PDIP se-Jawa Tengah di Solo.

Pilgub Jateng kali ini diikuti sebanyak tiga pasangan calon, yakni Bibit Waluyo-Sujiono yang diusung PAN, Golkar, dan Partai Demokrat, pasangan Hadi Prabowo-Don Murdono yang diusung  koalisi PKNU, Hanura, PKS,Gerinda,PPP,  PKB dan pasangan Ganjar Pranowo-Heru Sujatmoko diusung PDIP.

Seperti diketahui calon gubernur incumbent, Bibit Waluyo saat pencalonan lima tahun yang lalu diusung oleh PDIP. Sementara itu salah satu calon wakil gubernur lainnya, yakni Don Murdono yang masih menjabat sebagai Bupati Sumedang juga didukung PDIP ketika maju dalam Pilkada Sumedang.

Hanya saja, kedua calon tersebut kini maju dalam Pilgub Jateng dengan menggunakan kendaraan parpol lain. Bukan PDIP lagi. Bahkan, beberapa hari lalu, DPP PDIP resmi memecat Don yang juga Ketua PDIP Sumedang itu dari keanggotaan partai yang diketuai oleh Megawati Soekarnoputri tersebut. Pasalnya, Don dianggap melakukan kesalahan berat, maju menggunakan kendaraan parpol lain.

Sedangkan mengenai pencalonan Bibit, Puan menjelaskan bahwa sebenarnya Gubernur Jawa Tengah itu masih diharapkan maju melalui PDIP. Hanya saja, ia lebih memilih menggunakan parpol lain untuk maju dalam Pilgub Jateng ini.

"Kemarin ada  yang mengatakan kita yang meninggalkan dia (Bibit), padahal mana ada seorang ibu tega meninggalkan anaknya. Karena itulah rekomendasi kali ini diberikan kepada anak kandung, diharapkan tidak akan mengkhianati ibu kandungnya sendiri," katanya.

Selanjutnya, ia mengatakan bahwa PDIP yakin bisa menjadi pemenang dalam Pilgub Jateng ini meskipun dalam dua Pilgub sebelumnya yakni, Pilgub Jawa Barat dan Sumatera Utara, pasangan PDIP mengalami kekalahan. "Karena Jawa Tengah merupakan daerah basis utama pendukung PDIP," ujar dia. (eh)

 



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
cadcadz
10/03/2013
"Atribut bung karno" wakakakaak, ngakak gw, Bung Karno aja malu kali partai anaknya kayak begini
Balas   • Laporkan
partosuparti | 11/03/2013 | Laporkan
setuju bos...
leser
10/03/2013
mana sisa2 kegarangan mbah sukarno? Bisa nggak ngeluarin statement setara "Go to Hell America", "Ganyang Malaysia", dll? Mbah Sukarno malah giliran nangis lihat keturunannya memble.
Balas   • Laporkan
muji_san
10/03/2013
bagaimana lagi, kalau parpol telah menerima dirinya sbg KENDARAAN dengan tarif tertentu ?! Misale ono bus wae sing bener2 kepenak lan murah njuk ngopo milih taxi dan bermacet ria ? tahapan baru politik / pilkada mbak, .....
Balas   • Laporkan
zerosugar
10/03/2013
Kasihan Bung Karno, seorang putra terbaik bangsa, tapi anak dan cucu biologisnya pemimpi semua.
Balas   • Laporkan
bluejeans77
09/03/2013
dasar cemen!! dunia politik ya bgitu. klo blom siap buka butik aja jualan daster...
Balas   • Laporkan
cupcup
09/03/2013
Gak ngaca ya mbak, si Oon itu dulu kader PKB lho! trus pindah ke PDIP....
Balas   • Laporkan
cupcup | 09/03/2013 | Laporkan
Koq wkt marissa Haq di calonkan gubernur Banten sama PKS gak nangis tuh!
haji_khodir
09/03/2013
Mbak Puan, kalo kader PDIP laku sama parpol lain artinya kader terebut memang berkualitas dan memiliki kans menang di daerahnya. Jangan nangis! Apa yang ditangisi? Pengkhinatan kah? Selama untuk kebaikan untuk negeri ini, Mbak Puan harusnya bangga menepuk
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com

Konten ini dikirimkan oleh pembaca anggota VIVAlog