POLITIK

Surya Paloh Ajak Anas Gabung ke Partai Nasdem

Paloh telah berbicara dengan Anas. Ia membuka penawaran bagi Anas.

ddd
Jum'at, 1 Maret 2013, 21:11 Anggi Kusumadewi, Permadi (Sukabumi/Bandung)
Anas Urbaningrum (tengah) menjadi incaran para petinggi parpol meski menyandang status tersangka gratifikasi.
Anas Urbaningrum (tengah) menjadi incaran para petinggi parpol meski menyandang status tersangka gratifikasi. (Antara/ Ridhwan Ermalamora)
VIVAnews – Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh memberi tawaran kepada Anas Urbaningrum untuk bergabung dengan partainya. Paloh berharap mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu bersedia menerima ajakannya.

“Saya sudah bicara dengan Anas mengenai Nasdem tadi malam. Kami (Nasdem) terbuka bagi siapa saja yang mau bergabung,” kata Paloh di sela-sela pembukaan pendaftaran calon anggota legislatif Jawa Barat oleh Partai Nasdem di Hotel Papandayan, Bandung, Jumat 1 Maret 2013.

Paloh mengatakan, pembicaraannya semalam dengan Anas baru awal dari sebuah penawaran. “Semua masih belum final. Kita lihat saja nanti,” kata dia. Paloh punya alasan kenapa ia mengincar Anas menjadi salah satu kader Nasdem.

Menurutnya, Nasdem butuh kader-kader potensial dalam pemilihan legislatif hingga pemilihan presiden. “Anas salah satu sosok politikus potensial,” kata dia.

Ini bukan kali pertama Anas ditawari masuk parpol lain setelah ia berhenti dari Partai Demokrat. Sebelumnya, kawannya sesama Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) yang juga politisi Hanura, Yuddy Chrisnandi, telah lebih dulu menawari Anas untuk bergabung dengan Partai Hanura.

“Daya tarik Anas itu hebat. Personalitasnya kuat dan mampu mengalahkan hegemoni elit-elit lain di Demokrat,” kata Yuddy. Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Hanura itu menyebut Anas sebagai salah satu dari sedikit figur muda yang berhasil melawan dominasi kalangan tua di Partai Demokrat.

“Di macam-macam event Demokrat, dia selalu digoyang, tapi tidak mempan. Baru melalui masalah hukum ini dia tersingkir,” kata Yuddy. Ia mengaku amat memahami pribadi, kapasitas, dan sepak terjang Anas di dunia politik. Itulah sebabnya ia mengincar Anas.

“Tapi ketika saya bilang, ‘Mas Anas, kalau begitu masuk Hanura saja,’ dia cuma senyum-senyum,” ujar Yuddy. Meskipun demikian, kata anggota DPR periode 2004-2009 itu, tak ada yang mustahil dalam politik. “Salalu ada kemungkinan. Saya memang berharap Anas bisa ke Hanura,” kata Yuddy. (umi)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
wongqto
10/08/2013
jangan pilih partai yg ada koruptornya............
Balas   • Laporkan
liberalism
02/03/2013
sama aj adopsi rotten apple, ud tau sdh jd tersangka kpk masih mo diadopsi, nga salah kah partai2 yg mo adopsi.
Balas   • Laporkan
kami_anak_bawah
02/03/2013
HEBOH KALI NASDEM INI cari yang udah terkenal tapi maslahnya dia kena kasus PULAK kan MAU JADI PARTAI KORUP JUGA YA biar dapat tips dan trik yg cap cus dari pANAS biar rumahnya segede MONAS
Balas   • Laporkan
hugo.ikbal
02/03/2013
Partai yang rebutan tersangka koruptor menunjukkan kualitas partai yang sangat bobrok. Jangan dipilih!
Balas   • Laporkan
SP ngemis2 spy anggotanya byk tp ga bermutu dan justru hengkang lg. Emang satu2nya yg tegas itu cuma seseorg aja yg sudah terbukti sbg Jendral bukan hanya berkoar2 duluan yg ga bisa memimpin anak buah. Hidup Prabowo my Hero...brantas korupsi yg merajalela
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com