POLITIK

Tim Pengawas Century DPR Didesak Panggil Anas Urbaningrum

Politikus Martin Hutabarat meminta DPR memanggil Anas.

ddd
Selasa, 26 Februari 2013, 09:43 Arfi Bambani Amri, Nila Chrisna Yulika
Anas Urbaningrum dikunjungi Hary Tanoesoedibjo dan Mahfud MD
Anas Urbaningrum dikunjungi Hary Tanoesoedibjo dan Mahfud MD (Antara/ Ridhwan Ermalamora Siregar)
VIVAnews - Anggota Komisi III Bidang Hukum Martin Hutabarat mengusulkan Tim Pengawas Kasus Bank Century memanggil Anas Urbaningrum untuk membongkar kasus bailout Century. Sebab, Martin menyatakan, saat sejumlah politikus bertemu Anas di kediamannya, pada Minggu malam, 24 Februari 2013, Anas mengungkapkan akan membongkar kasus Century.

Hal ini, kata Martin, diungkapkan oleh Yuddy Chrisnandi politikus Hanura. "Hal ini sejalan dengan pernyataan Anas Sabtu siang, (23 Februari 2013) di kantor Partai Demokrat yang akan membuka halaman-halaman berikut dari berbagai dinamika kehidupan kenegaraan kita yang diketahuinya," ujar Martin, Selasa 26 Februari 2013.

Untuk itu, Martin melanjutkan, timwas Century perlu segera merespon niat Anas tersebut dengan memanggil Anas untuk hadir di rapat timwas Century.
"Penjelasan atau informasi dari Anas, dalam kapasitasnya sebagai mantan Ketua Umum Partai Demokrat pasti sangat penting bagi Timwas maupun KPK dan lembaga-lembaga penegak hukum lainnya yang mendapat tugas dari sidang Paripurna DPR untuk membongkar kasus Bank Century," ujar dia.

Yuddy mendatangi rumah Anas di Duren Sawit Jakarta Timur Minggu 24 Februari 2013. Di sana, ia berbicara enam mata di sebuah ruangan tertutup bersama Anas dan Priyo Budi Santoso –politisi Golkar dan Wakil Ketua DPR yang juga kader HMI.

Yuddy mengatakan, mereka berenam membicarakan banyak hal dalam perbincangan itu. Salah satunya tentang skandal Bank Century yang merugikan keuangan negara hingga Rp6,7 triliun. “Soal Century itu termasuk dalam ‘halaman berikutnya’ yang dimaksud Anas,” kata mantan politisi Golkar itu di Jakarta, Senin 25 Februari 2013.

Seperti diketahui, dalam konferensi pers pengumuman berhentinya Anas dari Demokrat, Anas mengatakan status tersangka yang disematkan Komisi Pemberantasan Korupsi terhadapnya bukan akhir dari segalanya.

“Ini baru permulaan. Ini baru sebuah awal dari langkah-langkah besar. Ini baru halaman pertama. Masih banyak hal lainnya yang akan kita buka bersama untuk kebaikan bersama. Saya berkomitmen dan berikhtiar untuk memberikan sesuatu yang berharga bagi masa depan demokrasi kita. Ini bukan tutup buku, tapi pembukaan halaman pertama. Saya yakin halaman berikutnya akan bermakna bagi kepentingan kita bersama,” kata Anas, Sabtu 23 Februari 2013.

Namun Yuddy Chrisnandi menolak merinci pembicaraan skandal Century antara dia, Anas, dan Priyo. “Bolanya sekarang ada di Priyo sebagai Wakil Ketua DPR. Anas termasuk pionir yang akan membongkar skandal Century senilai Rp6,7 triliun,” kata Yuddy. Seperti diketahui, Priyo yang Wakil Ketua DPR juga merupakan Ketua Tim Pengawas Kasus Bank Century bersama pimpinan DPR lainnya. (sj)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
koberkobere
27/02/2013
bongkarrrr.... sudah kagak sabar neeeh....
Balas   • Laporkan
sdprabowo
26/02/2013
Mulai banyak petualang2 politik yang cari muka dan menjadi pahlawan kesiangan...Buat Anas lebih baik mahabbah renungan diri jangan menumbahkan dendam dengki hasad yang ganjaran nya di akherat luar biasa sakit nya..
Balas   • Laporkan
anie.noviani | 26/02/2013 | Laporkan
trus mau dibiarkan saja kasus century tenggelam? gara2 anas atau bukan,tetep aja kasus century harus dibuka.
bahasyir
26/02/2013
"Tim Pengawas Century DPR Didesak Panggil Anas Urbaningrum" DAN MULAILAH PETUALANG POLITIK DAN P3L4CUR HUKUM MUNCUL, BAGAIKAN BURUNG NAZAR YANG INGIN MENDAPAT MAKANAN DARI ANAS YANG SUDAH MENJELANG JADI B4NGK4I...
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com