POLITIK

Ini Survei Soal Ciri-ciri Calon Presiden yang Disukai

Mayoritas tetap menyukai figur yang bersih. Berikutnya?

ddd
Senin, 22 Oktober 2012, 12:00 Arfi Bambani Amri, Nur Eka Sukmawati
Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono saat deklarasi jadi calon presiden dan wakil presiden.
Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono saat deklarasi jadi calon presiden dan wakil presiden. (Vivanews/ Tri Saputro)

VIVAnews - Kian maraknya kasus korupsi yang menjerat elit politik dan ketidaktegasan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam menangani hampir semua masalah nasioal dinilai mempengaruhi preferensi publik dalam menghadapi pemilihan presiden 2014.

Oleh karena itu, menurut Direktur Eksekutif Lembaga Survei Nasional (LSN), Umar S Bakry, publik mendambakan sosok presiden yang bersih dan tegas. Calon presiden berlatar belakang TNI berpeluang menjadi pilihan.

"Perang Bintang dapat terjadi di babak final (putaran kedua) Pilpres 2014," kata Umar di Hotel Century Park, Senin, 22 Oktober 2012.

Berdasarkan temuan LSN, publik sangat mendambakan munculnya presiden yang bersih sekaligus tegas. "58,6 Persen menyukai sosok yang bersih [tidak pernah terlibat korupsi], 56,6 persen responden menyukai figur capres yang tegas, 49,8 persen responden suka capres yang merakyat, 48,9 persen menyukai capres yang konsisten, dan 45 persen menyukai capres yang cerdas," ujar Umar.

Menurut dia, performance Presiden SBY yang dalam berbagai hal memperlihatkan sikap yang tidak tegas, ragu-ragu, dan tidak berani mengambil resiko, semakin membulatkan keyakinan untuk memilih sosok Capres yang tegas dalam Pilpres 2014 mendatang.

"Tokoh berlatar belakang TNI yang dipersepsikan publik memiliki sikap tegas akan dominan dalam Pilpres 2014 mendatang. Bahkan peluang untuk terjadi 'perang bintang' dalam final atau putaran kedua Pilpres cukup terbuka," kata dia.

Survei ini diselenggarakan pada 10-24 September 2012 di 33 provinsi di seluruh Indonesia. Populasi yang digunakan adalah seluruh penduduk Indonesia yang telah memiliki hak pilih, dengan jumlah sample 1.230 responden melalui teknik multistage random sampling. Margin of error survei ini sebesar 2,8 persen, dan tingkat kepercayaan 95 persen.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
scan
22/10/2012
Mari kita jadikan SBY sebagai patokan Presiden berikutnya.
Balas   • Laporkan
samasaja
22/10/2012
SYARAT MUTLAK!! HARUS ADA HUBUNGAN DENGAN SBY DAN KELUARGA, ATAU DENGAN SISA INTI KABINET SEKARANG... ITU BARU PAS..(Kalo gak, amerika akan hancurkan kita semua)gawat deh....
Balas   • Laporkan
hocimin
22/10/2012
...sekarang munculkan calon presiden yang lebih baik dari SBY, ada nggak? SBY sebagai barometernya...
Balas   • Laporkan
adesaja
22/10/2012
tu stafnya bukan pak SBYnya. umpama sodaramu d vonis hukuman mati d luar negeri, minta barter grasi (kasus narkoba) ke Presiden, gimana pendapatmu! apa kamu mau membiarkan rakyatmu mati di luar negeri. PIKIR MEN SEBELUM KOMENTAR!
Balas   • Laporkan
prima54
22/10/2012
Capres yg ada skrg gak pantes jadi Presiden. Semuanya punya dosa masa lalu yg hitam. Prabowo dgn kasus HAM, Ical Bakrie dgn lumpur Lapindo, Wiranto dgn aksi kekerasan taon 98. Gue rasa Kita butuh ppemimpin muda yg bersih dan berani dan bukan dari partai
Balas   • Laporkan
scan
22/10/2012
pilih SBY udah ga bisa lagi soalnya SBY bagus, jd bingung saya soalnya tokoh kita belum ada yg menonjol. coba ada punya kandidat ? tokoh baru yah jgn yg itu2 aja.
Balas   • Laporkan
hpsnrls | 22/10/2012 | Laporkan
scan: dimana bagusnya yah SBY?? rakyat sengsara, banyak yg mati diluar negeri gak dibela, sedangakan sama kapolri aja keok. gmna tuh?


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com