POLITIK

UU Industri Pertahanan Bikin Alutsista RI Makin Diminati Asing

Sejumlah negara saat ini sudah mengimpor alutsista produksi RI.

ddd
Rabu, 3 Oktober 2012, 06:03 Anggi Kusumadewi, Suryanta Bakti Susila
Panser APS-3 Anoa produksi PT Pindad.
Panser APS-3 Anoa produksi PT Pindad. (wikipedia.org)

VIVAnews – DPR mengesahkan Undang-Undang Industri Pertahanan (UU Inhan) pada raat paripurna Selasa, 2 Oktober 2012. Pengesahan UU Inhan ini diyakini DPR dan pemerintah akan menjadi angin segar bagi industri pertahanan RI yang saat ini tengah bangkit.

Di bawah UU Inhan sebagai payung hukum yang kuat, maka industri pertahanan RI diharapkan akan menjelma menjadi industri yang mandiri, unggul, dan berdaya saing tinggi. Produksi alat utama sistem persenjataan (alutsista) RI pun kini akan lebih bermutu.

Anggota Komisi I Bidang Pertahanan DPR, Eddhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menilai aturan jelas soal industri pertahanan RI itu akan membuat produk-produk alutsista RI semakin diminati negara-negara asing. Apalagi saat ini sudah ada negara yang menjadi pelanggan alutsista buatan Indonesia.

“Saat ini saja kualitas produk alutsista kita diakui oleh negara lain. Jadi kalau pengembangan teknologi dan kualitas pembuatan alutsista kita dorong terus lewat UU Inhan, bisa dibayangkan potensi industri pertahanan kita ke depannya,” kata Ibas dalam rilis yang diterima VIVAnews.

Politisi Demokrat itu pun memaparkan negara-negara mana saja yang berpotensi menjadi pengimpor produk alutsista buatan Indonesia. “Timor Leste, Malaysia, dan Korea Selatan sangat meminati alutsista RI. Malaysia belum lama ini bahkan membeli 32 panser Anoa bermesin Benz buatan PT Pindad, sementara Korea Selatan membeli 8 pesawat CN 235 buatan PT Dirgantara Indonesia,” ujar Ibas.

Ibas menambahkan, UU Inhan mencakup pasal yang akan melindungi alutsista produksi dalam negeri sekaligus menjamin perkembangan industri pertahanan RI. “Pasal itu mengatur pembelian senjata dari luar negeri harus memenuhi syarat transfer teknologi ke industri dalam negeri,” kata putra bungsu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu. (umi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
troll
03/10/2012
Setuju dengan Ibas, kita harus bisa mengembangkan industri pertahanan kita sendiri agar bisa semakin mandiri kedepannya.
Balas   • Laporkan
madmaulana
03/10/2012
Banyaknya negara yang meminati produk" buatan dalam negeri ini menandakan bahwa kualitas produk" alutsista dari Indonesia tidak kalah dari negara" lain. Semoga dengan RUU baru, industri pertahanan kita bisa semakin berkembang.
Balas   • Laporkan
donilesmana
03/10/2012
Alutsista produksi dalam negeri memang tidak kalah dengan produk-produk buatan asing. Dengan disahkannya UU ini semoga saja kedepannya industri pertahanan kita bisa bersaing di luar negeri.
Balas   • Laporkan
industri pertahanan Indonesia yg kian maju dan makin banyak diminati pihak asing memang harus dikawal oleh konstitusi yg jelas agar bisa memberikan sumbangsih bangi bangsa dlm peningkatan sekuritas dan jg finansial.
Balas   • Laporkan
pakar_sotoy
03/10/2012
masa dijual trus, mana yg buat TNI kasihan tentara2 kita masih minim persenjataan. gak masalah dijual tapi hasil keuntungannya buat melengkapi persenjataan tentara2 kita...
Balas   • Laporkan
prima54
03/10/2012
Ini awal kebangkitan industri pertahanan Indonesia. UU ini sekaligus melindungi alutsista produksi dalam negeri.
Balas   • Laporkan
tanpabeban
03/10/2012
Ibarat tukang bakso, jual banyak bermangkok2 ke orang lain tatkala keluarganya kelaparan.
Balas   • Laporkan
samasaja
03/10/2012
ISAPAN JEMPOL...LIP SERVICE. Banyak proyek yg gagal bukan karena pembeli mengeluh kalah mutu tapi ada upaya pembusukan dari dalam!!! kenyataannya begitu!!(bener gak ya?)
Balas   • Laporkan
seprianto | 03/10/2012 | Laporkan
karena kita dijajah belanda mas,,masih kebawa-bawa sifat iri dan dengki serta adu domba


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com