POLITIK

Survei JSI: Golkar No 1, Demokrat No 3

Pengenalan Partai Golkar paling banyak di Sumatera, Jawa, Kalimantan

ddd
Minggu, 12 Agustus 2012, 18:21 Arfi Bambani Amri, Herdi Muhardi
Kampanye Terbuka Partai Golkar
Kampanye Terbuka Partai Golkar (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Partai Golongan Karya (Golkar) menurut Lembaga survei Jaringan Suara Indonesia (JSI) masih memiliki pamor yang tinggi di mata masyarakat Indonesia, terlebih jika pemilihan umum (pemilu) dilaksanakan saat ini. Berdasarkan hasil survei JSI yang dilaksanakan pada 17-21 Juli 2012, Partai Golkar, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), dan Demokrat masih berada di atas posisi tiga besar.

Menurut Direktur Eksekutif JSI Widdi Aswindi, jika pemilu dilaksanakan pada hari ini, maka partai Golkar akan meraih nomor satu dengan perolehan 17,4 persen, PDIP 13,5 persen, sedangkan partai Demokrat memperoleh suaranya sebanyak 13,1 persen.

"Bukan hanya seringnya tampil di media akan membuat partai politik (parpol) mengalami peningkatan, melainkan banyaknya tokoh di dalam partai dapat  mempengaruhi tingginya pemilihan parpol oleh masyarakat," kata Widdi, saat menyampaikan hasil survei JSI di Hotel Khartika Chandra, Jakarta Selatan, Minggu 12 Agustus 2012.

Widdi juga menambahkan membesarkan nama partai di pemilu 2014 tidak akan efektif, dibandingkan suatu parpol lebih memilih banyaknya tokoh yang dikenal.

Menurut hasil survei JSI, pengenalan partai Golkar paling banyak diperoleh di Sumatera (97,2 persen), Jawa (98,0 persen) dan Kalimantan (97,1 persen). JSI juga menyatakan, bahwa pemilih Golkar sangat seimbang, baik di kota maupun desa. Di kota sendiri Golkar memperoleh dukungan sebanyak 17,9 persen dan di desa memperoleh 17,9 persen suara.

Adapun menurut pengamat politik Burhanudin Muhtadi, sebaiknya para parpol untuk memberikan tokoh yang paling terbaik agar mesyarakat dapat menilai. "Untuk menang di pemilu 2014 yang masih ada waktu dua tahun lagi, ada baiknya parpol untuk melahirkan calon-calon yang terbaik yang dapat memberikan contoh kepada masyarakat," katanya.

Survey JSI dilaksanakan pada 17-21 Juli lalu, menggunakan multistage random sampling dengan 1.200 responden, dan wawancara tatap muka kepada responden, serta margin of error kurang lebih 2,9 persen. (eh)

 



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
donilesmana
13/08/2012
melihat hasil survey, demokrat sudah melakukan pembenahan dengan melakukan konsolidasi dan safari ramadhan untuk bisa menarik simpati rakyat. Namun apa yang dilakukan Golkar? malah makin menonjolkan kisruh internalnya saja.
Balas   • Laporkan
asmadiyanti
13/08/2012
Ya wajar kalau Golkar di survei menang, kekuatan medianya besar karena memang ada Ical yang punya salah satu media. tapi itu juga tidak menjamin di 2014 nanti akan tetap keadaannya. karena semakin dekat nanti, kekuatan aspirasi rakyat akan lebih terlihat.
Balas   • Laporkan
vivi.vienna
13/08/2012
Elektabilitas itu bisa berubah kapan saja. Pemilu masih lama, jadi terlalu tergesa2 jika menyimpulkannya sekarang. Kegiatan safari ramadhan yg dilakukan demokrat ke daerah2 mampu menggenjot elektabilitas PD. Jd masih memungkinkan untuk menang lagi.
Balas   • Laporkan
akbarhamdani
13/08/2012
hasil survei kan sifatnya sementara, masih ada kemungkinan PD bisa menanjak kembali ke posisi teratas dua tahun kemudian.
Balas   • Laporkan
kl mmg srg muncul di media dan tokoh yg mencuat pantas Golkar no.1, mmg bbrp blkgn makin tenar krn kasus korup kadernya dan tarik ulur JK-Ical. ga mslh PD no.3, toh pemilu msh 2thn lg jd msh ada waktu berbenah
Balas   • Laporkan
troll
13/08/2012
Golkar populer dan menang ya karena lagi byk tersangkut kasus korupsi aja, makanya sering di sorot media, wajar kalau mayoritas responden mengetahui Golkar
Balas   • Laporkan
madmaulana
13/08/2012
Pemilu masih lama, masih ada 2 tahun lagi, segalanya masih bisa berubah. Jangan sering percaya kepada survey". Saya yakin masyarakat sudah cerdas, tidak mungkin mereka akan memilih Golkar di tengah kasus korupsi Al'Quran dsb
Balas   • Laporkan
indra_k
13/08/2012
Walaupun posisi Demokrat di posisi no 3, namun hal ini masih bisa berubah. Siapa tau nanti akan ada gebrakan dari Demokrat yg akan meningkatkan elektabilitas.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com

Konten ini dikirimkan oleh pembaca anggota VIVAlog