POLITIK

"9 Fraksi Komisi III Tolak Gedung Baru KPK"

Pilih mencarikan gedung milik pemerintah yang kosong untuk KPK.

ddd
Senin, 2 Juli 2012, 15:03 Elin Yunita Kristanti, Nur Eka Sukmawati
DPR belum juga setujui anggaran gedung baru KPK
DPR belum juga setujui anggaran gedung baru KPK (ANTARA/Fanny Octavianus)

VIVAnews -- Komisi III mensinyalir akan tetap tak menyetujui pembangunan gedung baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).  Sembilan fraksi di Komisi Hukum sepakat meminta Kementerian Keuangan mencarikan gedung milik pemerintah yang kosong untuk KPK.

"Sembilan fraksi mengusulkan untuk berkoordinasi dengan Menteri Keuangan dan Dirjen Kekayaan Negara untuk memanfaatkan gedung yang masih bisa dimanfaatkkan," kata Wakil Ketua Komisi III, Aziz Syamsuddin di Gedung DPR, Jakarta, Senin, 12 Juli 2012.

Pemberian tanda bintang anggaran gedung KPK dilakukan sejak tahun 2008. Pimpinan Komisi III saat itu, Trimedya Panjaitan membintangi anggaran ini atas pandangan fraksi di komisi.

"Alokasi ini berawal dari pembahasan 2008, 2009, 2010 yang proses pembahasan anggarannya saat itu tidak melalui pembahasan Komisi III," ungkapnya.

Indikasi penolakan DPR diungkapkan di tengah gerakan massal masyarakat mengumpulkan dana untuk pembangunan gedung KPK.

Ada yang mengumpulkan koin di jalanan, artis yang mengamen demi KPK, saweran pedagang kaki lima. Juga buruh yang rela gajinya yang tak seberapa dipotong untuk mendukung komisi antikorupsi. Atau, aktivis di Makassar yang punya ide unik, gerakan sejuta batu bata.

Sementara di Jakarta, posko koalisi saweran untuk gedung baru KPK telah resmi didirikan di depan lobi gedung komisi antikorupsi, Jumat 29 Juni 2012.

Mantan Menteri Perindustrian Fahmi Idris menjadi orang pertama yang menyumbang di posko saweran KPK ini. Fahmi yang tiba sekitar pukul 09.45 WIB menyumbang dalam bentuk cek BNI senilai Rp5 juta.

Koalisi juga membuka rekening bagi masyarakat yang ingin menyumbangkan, tanpa harus datang ke posko. Rekening BNI cabang Melawai Raya, nomor 0056124374 atas nama perkumpulan ICW. (umi)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
nesa_gan
03/07/2012
Banggar DPR sedang dalam pengawasan KPK, beberapa anggotanya sudah menjadi tersangka, kini DPR menghambat KPK dengan mengambangkan status pembangunan gedung baru
Balas   • Laporkan
mxol
03/07/2012
masalahnya bukan setuju atau tidak setuju, tapi anggota dpr malas membahasnya disebabkan tidak akan mendapat fee dari proyek ini. lain dg proyek lain yg menjanjikan fee sekian porsen, mereka semangat menyetujuinya. kalau dpr sdh tdk aspiratif mengapa dipe
Balas   • Laporkan
nesa_gan | 03/07/2012 | Laporkan
kini DPR menghambat KPK dengan menolak pembangunan gedung baru, beberapa anggota #DPR mendukung KPK, kenyataan disana ingin menghambat KPK
fajarismayoko
02/07/2012
namanya jg DPR no fulus ya slamet mimpi dpt gedung baru mreka kan baru spakat klo ad proyek yg bs d tilep
Balas   • Laporkan
gazibu
02/07/2012
Cirian anggota komisi III,klo lengser BUI aja kaya para Walikota atau Bupati Korup
Balas   • Laporkan
Rayyan
02/07/2012
salah KPK kenapa gak mau kasih fee ke komisi III agar bintangnya dicabut wkwkwk.... ketahuan kan kl proyek thank you gak bakal dibela anggota gila hormat DPR itu????
Balas   • Laporkan
xfree
02/07/2012
Neg deh dnger mrk ngomong. Klo ane bs dah ga sumbat mulutnya dgn limbah got.
Balas   • Laporkan
melly85
02/07/2012
Tunggu aja sebentar lagi gedung DPR dirubuhkan rakyat
Balas   • Laporkan
tikiaja
02/07/2012
UDAH NGK WARAS NE DPR KITA... KLO PEMBANGUNAN DPR AJA ANGGARAN 2T LEBIH,ADA SPA DISKOTIK RUANG KARAOKE KYKNYA
Balas   • Laporkan
maju trus kpk ..bantai tikus2 dpr yg krjanya ngabisin duit rakyat
Balas   • Laporkan
welky
02/07/2012
Tnang kan da rkyat yg banTu langsung dengan menyumbangkan dengan berupa koin, lw di hitung2 seTiap orang dari sabang sampe marauke menyumbangkan Rp. 1000 maka bisa membangun 2 gedung KPK jusTru bisa mnmbal mluT orng2 DPR Tu
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru