POLITIK

KPK Geledah Ruang Kerja Legislator ZD di DPR

Ruangan sempat disangka kosong karena pintu terkunci dan kaca tertutup

ddd
Jum'at, 29 Juni 2012, 14:49 Anggi Kusumadewi, Nur Eka Sukmawati
Penyidik KPK menggeledah ruang kerja ZD di DPR.
Penyidik KPK menggeledah ruang kerja ZD di DPR. (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews – Setelah menggeledah dua rumah milik tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan Alquran ZD, KPK kini juga menggeledah ruang kerja yang bersangkutan di lantai 13 Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat 29 Juni 2012.

Lima penyidik KPK yang hendak masuk ke ruangan ZD awalnya tidak bisa membuka pintu ruang kerja bernomor 1324 di lantai 13 Gedung Nusantara I DPR RI itu. Pasalnya, pintu ruangan itu terkunci dan kaca tertutup rapat. Padahal lampu di ruangan itu terlihat menyala dari luar.

Ruangan ZD pun sempat dikira kosong oleh Petugas Pengamanan Dalam (Pamdal) DPR yang berjaga di lantai 13 tersebut. Ia mengatakan ZD beserta seluruh stafnya pergi ke Bogor.

“Pak Zul tidak berkantor. Semua sepi karena lagi Rapimnas. Pak Zul juga jarang ke atas (ke ruang kerja), yang sering naik sekretarisnya,” kata Pamdal wanita itu. Ia sendiri tidak tahu ZD ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK sehingga merasa terkejut mendengar kabar itu.

Namun setelah diketuk beberapa lama, seorang staf pria berbaju batik hijau membukakan pintu dari dalam. Staf ZD tersebut mengaku tertidur di dalam ruangan. Para penyidik KPK pun segera masuk ke dalam ruangan dan bersiap menggeledah ruang kerja ZD.

Sebelumnya, Ketua KPK Abraham Samad telah menyatakan ada penggeledahan terhadap ZD. Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto pun membenarkannya. “Sudah dikeluarkan surat perintah dimulainya penyidikan untuk ZD yang dinyatakan sebagai tersangka,” kata dia.

ZD yang tercatat sebagai anggota Komisi VIII Bidang Agama DPR dan anggota Badan Anggaran DPR diduga menyuap penyelenggara negara terkait pembahasan anggaran pengadaan Alquran. (eh)

 


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
sofyana
29/06/2012
Namanya tidak usah pakai inisial segala, tulis saja Zul .......... biar rakyat pada mengetahui, Al Qur'an kok dibuat nyari duit, dilaknat itu
Balas   • Laporkan
didit.susbiyanto | 29/06/2012 | Laporkan
bener bro gw setuju ma lo,,,, tv one dan metro sama kaya tvri jaman pa Harto hanya sebagai alat dari mesin partai,,,,, bahayanya kalo salah satu jadi presiden kejadian orde baru balik lagi,,,,,,,,,,,, dan lucunya mahasiswa tergiring opini yang di bangun k
guejack | 29/06/2012 | Laporkan
Mas yono.. Bener itu mas.. Media2 skrg sdh gak independen,tapi jadi ajang pencitraan pembentuk opini.. Semoga publik bisa memilah milah tidak gampang terbawa opini yg mereka buat..sedih rasanya publik hanya jd korban politik sesaat mereka...
yono.kevindra | 29/06/2012 | Laporkan
kalo kader Demokrat pasti sudah ditulis dan disiarkan berulang2...apalagi sudah sampai TERSANGKA...cek TV One...gak pernah nyebut si Zul ini Angg DPR dari Golkar...Sementara Kasus Hery Tanu gak pernah disiarkan METRO apalagi berulang2 karena NASDEM...itu
galang86
29/06/2012
Korupsi Al-quran udah gak bisa ditoleransi lagi, hukum seberat-beratnya dihukum mati juga pantes tuh!
Balas   • Laporkan
didit.susbiyanto | 29/06/2012 | Laporkan
jangan heran broo,,,, bahkan uang bantuan gempa juga dikorupsi,,,,,


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru