POLITIK

“Anas Diperiksa, Tak Berarti Kader Terlibat”

Anas menjabat sebagai anggota Komisi X saat proyek Hambalang bergulir.

ddd
Kamis, 28 Juni 2012, 11:57 Anggi Kusumadewi, Nila Chrisna Yulika
Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum di kantor KPK.
Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum di kantor KPK. (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)

VIVAnews – Ketua Fraksi Partai Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf, menilai pertanyaan KPK soal mekanisme kerja Partai Demokrat dan Fraksi Demokrat wajar dilontarkan kepada Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dalam pemeriksaan dirinya di kantor KPK, Rabu 27 Juni 2012.

“Bertanya tentang tugas dan fungsi itu hal yang wajar. Pertanyaan itu tidak perlu disikapi berlebihan dan tak berarti ada indikasi keterlibatan kader lain di DPR,” kata Nurhayati di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis 28 Juni 2012.

Nurhayati mengatakan, Anas dulu sempat menjabat sebagai Ketua Fraksi Demokrat sebelum terpilih menjadi Ketua Umum Demokrat, sehingga ia melihat pertanyaan KPK soal internal Partai Demokrat tidak aneh dan tidak mengada-ada.

Kemarin Anas menjalani pemeriksaan sekitar tujuh jam di KPK terkait kasus proyek fasilitas pusat olahraga Hambalang. Selain dicecar soal tugas-tugasnya ketika menjabat sebagai Ketua Fraksi Demokrat di DPR tahun 2009-2010, ia juga ditanya soal tugasnya ketika duduk di Komisi X Bidang Olahraga DPR.

Saat proyek Hambalang bergulir, Anas memang masih menjabat sebagai anggota Komisi X DPR sekaligus ketua Fraksi Demokrat.

Terkait kasus Hambalang, anggota Komisi II dari Fraksi Demokrat Ignatius Mulyono mengaku pernah membantu Anas mengurus serifikat Hambalang dengan menanyakan soal sertifikat itu ke Badan Pertanahan Nasional.

Namun hal itu dibantah oleh Anas. “Saya tidak pernah memerintahkan untuk mengurus sertifikat. Saya tidak tahu apa dan bagaimana proyek Hambalang,” kata Anas.

Hal berbeda dikemukakan Ignatius. “Saya ini hanya anggota fraksi yang loyal kepada pimpinan. Kalau saya diminta tolong oleh pimpinan fraksi, pasti akan saya jalankan,” kata dia.


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
mbahmoe
28/06/2012
Itu cara KPK untuk mendalami sistematika perintah atasan ke bawahannya dlm hal ini Nazar. Bagaimana lalulintas dana partai masuk dan keluar. Siapa saja yang berkepentingan untuk tahu dana2 tsb.Anas akan sangat kelihatan bodoh jika tidk tahu aliran dana ts
Balas   • Laporkan
seandainya bakrie misalnya yang diperiksa, nih media apa masih bisa komporin untuk mendesak kpk menjadikannya tersangka????
Balas   • Laporkan
pras57 | 06/07/2012 | Laporkan
lumpur lapindo aja diganti jadi lumpur sidoarjo apalagi berita buruk keluarga bakrie.
iron maiden
28/06/2012
haqul yakin anas maling,saya brani digantung di pohon cabe kalau keliru
Balas   • Laporkan
paidjoireng | 28/06/2012 | Laporkan
pohon cabe yg ditanam di puncak monas gmn gan? hahah
suriani
28/06/2012
betul tuh,media jgn terlalu banyak spekulasi dulu,lagian kan ini cuma pemberian klarifikasi,apalagi yg ditanyakan terkait struktur partai...
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru