POLITIK

Lembaga Survei Nasional: Golkar 20%, PD 10%

Hasil survei itu menunjukkan Demokrat dalam posisi kritis.

ddd
Selasa, 26 Juni 2012, 15:20 Arfi Bambani Amri, Suryanta Bakti Susila
Kampanye terbuka Golkar
Kampanye terbuka Golkar (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Survei yang digelar Lembaga Survei Nasional juga menemukan Partai Golkar di posisi nomor satu. Dalam survei elektabilitas, Golkar meraih suara terbanyak dengan meraup 20,1 persen, disusul Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 14 persen dan Demokrat 10,5 persen.

"Sementara dukungan terhadap partai-partai lain umumnya di bawah 5 persen saja," kata Direktur Eksekutif LSN Umar S Bakry dalam keterangan persnya di Hotel Atet Century, Selasa 26 Juni 2012.

Menurut dia, hasil survei itu menunjukkan Demokrat dalam posisi kritis. Dibanding capaian Pemilu 2009, dukungan terhadap partai binaan Presiden SBY itu tinggal separuhnya.

"Jika tren penurunan ini tidak segera dihentikan, partai berlogo tiga berlian itu juga terancam menjadi partai medioker," kata Umar.

Menurutnya, melihat kecenderungan dukungan terhadap partai Golkar akhir-akhir ini, sangat mungkin Demokrat akan digusurnya pada pemilu 2014. "Menurut temuan LSN, melalui riset kualitatif, faktor dominan yang menyebabkan publik mulai meninggalkan Partai Demokrat adalah kasus korupsi yang melanda partai tersebut dalam setahun terakhir ini," katanya.

Umar menjelaskan, survei dilaksanakan 10-20 Juni 2012 di 33 provinsi di Indonesia, menggunakan multistage random sampling. Total sampel 1.230 responden dengan margin of error plus minus 2,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Berikut rincian hasil survei:
1.   Golkar 20,1 persen;
2.   PDIP 14,0 persen;
3.   Demokrat 10,5 persen;
4.   PKS 5,1 persen;
5.   Nasdem 4,8 persen;
6.   Gerindra 4,5 persen;
7.   PAN 3,8 persen;
8.   PPP 3,5 persen;
9.   PKB 3,3 persen; dan
10. Hanura 3,2 persen.

Sementara untuk elektabilitas calon presiden, Megawati 18 persen, Prabowo 17,4 persen; Aburizal Bakrie 17,1 persen; Wiranto 10,2 persen; dan Mahfud MD 7,3 persen. Tokoh lain seperti Jusuf Kalla, Hatta Rajasa, Hidayat Nur Wahid, Ani Yudhoyono, Dahlan Iskan, dan Sultan Hamengku Buwono X di bawah 5 persen.

Hasil survei ini agak mirip dengan yang ditemukan Soegeng Sarjadi Syndicate. Berdasarkan survei yang dirilis 6 Juni lalu, 2.192 responden diminta memilih partai politik. Dari jumlah responden itu, Golkar meraih 23 persen, PDI Perjuangan mendapat dukungan 19,6 persen, dan Demokrat 10,7 persen.

Partai lainnya, Gerindra (10,5 persen), PKS (6,9 persen), Partai NasDem (4,8 persen), PPP (3 persen), Hanura (2,7 persen), PAN (2,2 persen), PKB (2 persen), dan lainnya 0,6 persen. (eh)

 


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
viollet
14/07/2012
milih partai sama aja milih rampok..
Balas   • Laporkan
pras57
08/07/2012
kader golkar tersangkut korupsi di departemen agama tetapi tidak ada tindakan tegas dari partai bersangkutan. ini membuktikan bahwa partai lama & baru sama2 busuknya. kitab suci saja sampai dikorupsi apalagi yg lainnya.
Balas   • Laporkan
nesa_gan
27/06/2012
Yang paling tinggi yang paling jago bermainnya, pusat mafia itu yang menduduki peringkat pertama
Balas   • Laporkan
syakiah
26/06/2012
Elektabilitas partai Golkar naik, tapi Elektabilitas Capresnya tidak naik2 percuma donk... Masa Partai menang yg jadi presiden partai lain hehehe. Ngekor lagi deh... Koalisi..
Balas   • Laporkan
werewolf | 27/06/2012 | Laporkan
betoel 3x bang..
galang86
26/06/2012
Saran buat Golkar: Percuma kalo elektabilitas partai tinggi tapi capres nya gak layak dan gak populer bakalan sulit untuk menang!
Balas   • Laporkan
rasya_krpd
26/06/2012
elektabilitas capres salah .. gak ada nama ibas atau si soetan batu .. :P
Balas   • Laporkan
koberkobere
26/06/2012
iwak peyek kabeh.... huh..!!!
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru