POLITIK

Megawati Tak Setuju Dikotomi Tua-Muda

Belum tentu yang muda lebih baik dari yang tua.

ddd
Selasa, 26 Juni 2012, 13:42 Aries Setiawan, Mohammad Adam
Megawati Soekarnoputri
Megawati Soekarnoputri (ANTARA)

VIVAnews - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menyatakan bahwa dirinya setuju dengan regenerasi kepemimpinan dalam hal apapun. Namun, dia tak setuju jika regenerasi diartikan sempit, yang muda harus menggantikan yang tua.

"Bagi saya tak ada dikotomi tua muda," kata Megawati saat memberikan sambutan Pelantikan DPP Taruna Merah Putih dan Departemen Pelajar, Mahasiswa, Pemuda, dan Olahraga di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Selasa 26 Juni 2012.

Menurutnya, kualitas Sumber Daya Manusia tidak diukur oleh usia. Dia mencontohkan, ada seorang berusia 20 tahun namun tak punya ideologi, pemikirannya tumpul dan pola hidupnya tak sehat. Orang ini, kata Mega, jelas tak bisa menjadi harapan bagi bangsa.

Begitu juga sebaliknya. Dengan usia yang lebih tua, namun memiliki kemampuan, integritas dan pemikiran yang baik, orang inilah yang dinilai mampu. Artinya, belum tentu yang muda lebih baik dari yang tua.

Mantan presiden kelima ini mencermati bahwa generasi muda saat ini pun tidak banyak prestasi yang membanggakan. Khususnya di bidang olahraga.

"Olahraga kita sekarang istilahnya itu moyodok. Tahu moyodok? Moyodok itu di bawahnya keok deh pokoknya," ucapnya.

Dia mengaku heran atas penurunan prestasi Indonesia dalam cabang olahraga. Misalnya bulutangkis, pencak silat, panahan. Padahal dulu Indonesia berjaya dan langganan meraih Thomas Cup, Uber Cup dan lain-lain.

"Sebenarnya bangsa kita pun bisa meraih prestasi itu. Terbukti dulu kita pegang Thomas Cup dan Uber Cup berkali-kali," kata Megawati.

"Kenapa ya? Itu kan jadi pertanyaan. Manusianya sekarang sudah lebih baik makannya, tapi kok kalah. Berarti karena tidak lagi ada dedikasi di sini, tak ada lagi semangat yang namanya membangun untuk bangsa dan negara," katanya lagi. (eh)

 


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
nesa_gan
27/06/2012
Yang Tua sejauh ini menghambat perkembangan yang muda
Balas   • Laporkan
miris12
26/06/2012
eyang mega sebaiknya duduk2 di kursi goyang sambil menyulam aja.... jgn lupa minum obat...
Balas   • Laporkan
abdeeas
26/06/2012
Tapi kan mereka berjaya bukan karena Ibu... dan mereka hancur prestasinya bukan karena SBY.... biasanya komentar nya mengarah kearah sana....
Balas   • Laporkan
koberkobere
26/06/2012
tapi lebih baik indonesia dipimpin anak muda yang energik, penuh semangat menyala-nyala, visioner, jujur dan anti korupsi!!!
Balas   • Laporkan
leser
26/06/2012
Asal ngomong aja. Bulutangkis nggak bisa dibandingin kayak gitu. Dulu juga pemainnya masih muda semua. Kalo mau bandingin gini: dulu jamannya mbah harto bisa juara terus. Lha, jamannya mbah mega gimana?
Balas   • Laporkan
gunawan-wicaksono | 26/06/2012 | Laporkan
tolol bin begooooo semua....hahahahahahahahahahhahahahahahahaha..


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru