Putusan Yayasan Supersemar

Kemenangan Berturut Keluarga Cendana

VIVAnews - Indonesia Corruption Watch menilai putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta dalam kasus Yayasan Supersemar tetap menjadi putusan yang kembali memenangkan keluarga Cendana.

"Meski memerintahkan Yayasan Supersemar membayar, tapi putusan ini tidak mengungkit pertanggungjawaban mantan Presiden Soeharto (almarhum)," kata peneliti dari ICW, Febri Diansyah, kemarin. Pertanggungjawaban, kata dia, malah dialihkan kepada yayasan secara kelembagaan.

Akibatnya, kata dia, putusan ini tidak bisa dijadikan salah satu pertimbangan kasasi kasus uang Hutomo Mandala Putra di BNP Paribas.

Menurut Febri, Kejaksaan harus mengajukan kasasi untuk putusan perdata Yayasan Supersemar itu. "Catatan yang harus ada dalam memori kasasi adalah pembuktian Soeharto ikut bertanggung jawab sebagai pengambil kebijakan saat itu," tambahnya.

Kwarnas Curigai Upaya Terselubung di Balik Penghapusan Ekstrakurikuler Wajib Pramuka di Sekolah

Seperti diberitakan sebelumnya, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menyatakan bahwa Yayasan Supersemar harus membayar kerugian sebesar US$ 105.000.727,66 dan Rp 46.479.512.226,187. Yayasan milik mendiang mantan Presiden Soeharto itu dinilai menyalahgunakan dana dengan cara memberi pinjaman dan menyertakan modal ke berbagai perusahaan.

"Kami memperkuat putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan," kata juru bicara Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, Madya Suhardja, siang tadi.

Putusan ini dibacakan majelis banding yang diketuai Nafisah, dengan anggota Celine Rumansi dan Endang Sri Murwati pada 19 Februari 2009. "Kami menerima permohonan banding dari Jaksa Agung selaku Jaksa Pengacara Negara."

Habib Aboe Bakar Al HAbsyi di DPP PKB bersama elite PKS dan PKB

PKS Bakal Gelar Halal Bihalal Sabtu, Prabowo-Gibran dan Semua Parpol Diundang

PKS akan menggelar acara halal bihalal pada Sabtu, lusa, di kantor DPP PKS. Semua paslon capres cawapres diundang, termasuk parpol

img_title
VIVA.co.id
25 April 2024