POLITIK

Max: Konflik Demokrat Karena Ulah Kader

"Kader kita ada yang sok tahu sekali, menyerang dan lain-lain."

ddd
Jum'at, 22 Juni 2012, 17:24 Aries Setiawan, Nila Chrisna Yulika
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Max Supacua, mengungkapkan banyak kader Partai Demokrat yang saling serang.

Kondisi inilah, menurutnya, yang mengakibatkan partai Demokrat seolah-olah memiliki dua kubu, yaitu kubu Ketua Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono dan kubu Ketua Umum Anas Urbaningrum.

"Kader kita ada yang sok tahu sekali, menyerang dan lain-lain. Itu tidak perlu. Mereka harus menahan diri, jangan melempar statement mereka paling hebat," kata Max, Jumat 22 Juni 2012.

Kader yang dimaksud Max adalah Sekretaris DPD Partai Demokrat DKI Jakarta, Irvan Gani.

Max melanjutkan, jika kader Demokrat saling serang maka akan terbuka peluang partai terpecah belah. "Irvan Gani itu anak kemarin, baru masuk partai. Kok minta Hayono dan Ruhut mundur. Apa hebatnya dia? Itu saya resah," katanya.

Atas hal ini, dia telah meminta komisi pengawas untuk menegur kader partai yang kerap melemparkan statment kontroversi sehingga menimbulkan penilaian negatif terhadap partai.

"Komwas harus menegur. Itu di luar etika dari partai," kata Max.

Hubungan SBY dan Anas pun, kata Max, tidak ada masalah. Baik SBY maupun Anas memiliki pemikiran yang positif terhadap masalah yang sedang dihadapi partai.

"Sebenarnya orang di atas itu tidak ada masalah. Yang memanas-manasi itu orang dari bawah," kata dia.

Seharusnya, kata Max, setiap kader partai melakukan apa yang disampaikan SBY untuk bisa mengkonsolidasikan diri dan meningkatkan elektabilitas partai dengan kerja yang baik.

Dalam pernyataannya beberapa waktu lalu, Irvan Gani meminta agar kader yang selama ini menjadi duri dalam daging untuk keluar. Salah satunya dia menyebut nama anggota Dewan Pembina Hayono Isman. Dia menilai, tokoh partai itu yang sering mendesak Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum untuk menanggalkan jabatannya.

"Misalnya Hayono Isman, ketika dia mencoba mengevaluasi dewan pimpinan pusat. Ini menunjukan dia tidak memahami apa yang sudah digariskan oleh dewan pembina," kata Irvan, Rabu 20 Juni 2012.

"Kepada senior kami tentu hormat, tapi sepanjang perjalanan dia menginjak-injak konstitusi dan AD/ART, tentu kami akan melakukan perlawanan," ucapnya lagi.


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
mashery
23/06/2012
Semua yang terjadi menunjukkan DEMOKRAT belum siap menjadi partai besar, para kader yang rapuh mudah tergiur, suka menjilat, mudah terprovokasi dan sangat dangkal kemampuan retorikanya. Sungguh tak layak untuk dipilih kembali 2014 nanti....
Balas   • Laporkan
dulkamid
23/06/2012
Hebatlah. Orangnya Ketum PD, sudah berani menyerang anggota DPP dan Dewan Pembina. Silakan koar koar PD solid. Kalau keroco saja berani nyerang pimpinan, tentu ada sandaran kuat. Mungkin disuruh atau malah menjilat. Tentu juga ada upahnya. Bubar saja.
Balas   • Laporkan
gunsa
23/06/2012
INGAT PARTA INI LANGSUNG NAIK 8THN LALU BUKAN KARENA KADER-KADER DAN TIM SUKSESNYA MELAINKAN KARENA KEBERUNTUNGAN SBY YANG WAKTU ITU DIANAK KECILKAN OLEH PIMPINAN PDIP. SO JANGAN HARAP KEDUA PARTAI INI UNTUK 2014 MERAIH KEBERUNTUNGAN LAGI.
Balas   • Laporkan
paidjoireng | 23/06/2012 | Laporkan
betul gan! dulu ane simpati gara2 konon dia terzolimi. tp skrg no way !
gunsa
23/06/2012
Ane dah ga tertarik lagi sama partai PD ini, apalagi nonton kroco-kroconya yang sering tampil diTV yang selalu NGELES & TIDAK PERNAH JUJUR, sprt anas, sutan, nirwan dll MUAK LIHATnya. Di Auranya kesemuanya terlihat KEBOHONGAN yang ga pernah TOBAT.
Balas   • Laporkan
sem_prul | 23/06/2012 | Laporkan
Ramadhan Pohan gak broo.. ketinggalan kali.. hehehe..
fathirone
22/06/2012
kalo pemimpinya aja koruptor gi mana dengan kader2 nya??? anas muka tembok udah jls2bnyak kena kasus korupsi masih aja getol.. tu tandanya pemimpin haus kekuasaan, haus harta.. jd buta!! hncur aja demmokrat..
Balas   • Laporkan
dulkamid | 23/06/2012 | Laporkan
Ente salah. Pimpinan dan boss pasti tidak korupsi. Tapi anak buah yang setor. Makanya ada boss berani bilang, kalau dia korupsi satu rupiah, berani digantung di Monas.
boim.tongos
22/06/2012
hati-hati .....demokrat sdang memainkan isu perpecahan internal untuk menutupi kasus korupsi. kalau dulu getol serang partai lain...skarang lain lagi... spandai2 tupai melompat...ya korupsi tetap jalan..hidup demokrat!!!
Balas   • Laporkan
pras57
22/06/2012
kira2 berani gak si anas ngomong "gantung saya di monas kalau suara PD di 2014 turun drastis". saya yakin 100% kalau suara PD di 2014 turun drastis krn kinerja kader2 di partai ini sangat2 mengecewakan para pemilihnya tmsk saya.
Balas   • Laporkan
varduxx
22/06/2012
Ancur sekalian kau Demokrat.
Balas   • Laporkan
ratno.utomo
22/06/2012
repot.................kalo tiap orang ngak ngaca diri sendiri apa sudah diri ini sudah betul sudah sesuai dengan amanat rakyat ngak usah ngurusi diri lo aza rakyat menunggu janji loo
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru