POLITIK

Cara Anas Genjot Elektabilitas Demokrat

Sejumlah lembaga survei temukan elektabilitas Demokrat terus merosot

ddd
Jum'at, 22 Juni 2012, 12:16 Arfi Bambani Amri, Nila Chrisna Yulika
Anas Urbaningrum berbicara dengan SBY di sela-sela silaturahmi Demokrat
Anas Urbaningrum berbicara dengan SBY di sela-sela silaturahmi Demokrat (Antara/ Widodo S Jusuf)

VIVAnews -- Tingkat kepercayaan publik kepada Partai Demokrat merosot tajam. Pasalnya, partai ini terus ditimpa masalah, seperti banyak kadernya terlibat kasus korupsi bahkan Ketua Umum partai ini, Anas Urbaningrum kerap disebut terlibat kasus korupsi.

Lalu bagaimana cara Anas memperbaiki tingkat kepercayaan publik? Di kantornya, Anas membeberkan ada dua cara untuk meningkatkan elektabilitas partai yang semakin mengkhawatirkan. Pertama, yaitu memastikan program institusional, konsolidasi dan pengakaran partai berjalan dengan baik.

Seluruh elemen partai pun dipastikan berjalan dengan baik. Sehingga, Anas melanjutkan bendera Partai Demokrat bisa terus berkibar.

Kedua, Anas melanjutkan, seluruh kader dan pengurus partai Demokrat bekerja untuk mendukung dan memastikan program-program Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berjalan dengan baik dan efektif. Pasalnya, kata Anas, keberhasilan pemerintahan SBY merupakan salah satu faktor paling penting bagi masa depan Partai Demokrat. Tak hanya untuk masa depan partai, Anas melanjutkan, tapi untuk kehidupan rakyat yang lebih baik.

"Itu dua hal pokok. Tapi soal teknis itu rumus yah, kalau masakan itu resep. Resep kan tidak boleh diobral, kalau resep diobral warung bisa bangkrut," kata Anas di Kantor DPP Partai Demokrat, Jalan Kramat Raya, Jumat 22 Juni 2012.

Merosotnya elektabilitas partai ini terungkap dari hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menunjukkan Partai Demokrat anjlok ke posisi tiga jika pemilu digelar saat ini. Padahal pada pemilu 2009, Demokrat menempati posisi utama.

Demokrat hanya memperoleh 11,3 persen di bawah Golkar yang meraih 20,9 persen dan PDI Perjuangan yang mengantongi 14,0 persen suara responden. Bahkan, suara Demokrat terancam anjlok hingga di bawah 10 persen.

Hasil survei ini, Anas melanjutkan, dapat digunakan sebagai alat instrospeksi untuk bekerja meningkatkan citra partai. "Jadi survei itu alat pacu atau cambuk bagi kader-kader di seluruh Indonesia agar makin bekerja keras," kata dia. (ren)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
antisrael
27/06/2012
Kalau Demokrat bikin acara, semuanya serba Wah... Borjuis dan materialis.
Balas   • Laporkan
boim.tongos
22/06/2012
nggak usah ngebacot naikin elaktibilitas diatas mobil mewah..., mendingan aksi sosial...sunatan masal...benahi kampung kumuh dan... belajar hidup melarat...untuk mrsakan pendritaan rakyat...
Balas   • Laporkan
boim.tongos
22/06/2012
hahaha ..selama ini demokrat ngapain aja...sibuk bangun pnctraan, getol serang partau lain dan...korupsi.
Balas   • Laporkan
nesa_gan
22/06/2012
Cara yang terbaik adalah bersih dari segala tuduhan, dan terbebas dari permasalahan hukum yang sedang diurus KPK.
Balas   • Laporkan
galang86
22/06/2012
Cara yang paling tepat adalah membuktikan kang anas tidak terlibat dalam kasus-kasus korupsi yang mengait-ngaitkan namanya :)
Balas   • Laporkan
akukau
22/06/2012
nas..nas lucu lu dah..dimana2 nas partai itu berhak menegur para anggotanya yg slah urat yg duduk pada kursi pemerintahan..lah gimana kalo sby nyuruh para kader demokrat wajib pake rok kalo kerja..lu dukung jga..?? seharusnya programnye di awasin oleh prt
Balas   • Laporkan
fannyl
22/06/2012
Sabar aja lu Nas...siapa tau mujur di tengah gelombang isu perpecahan dan korupsi yg melanda org2 PD..untuk demokrasi trslah berjuang..
Balas   • Laporkan
ari57
22/06/2012
Cara Anas memajukan partai, cari celah hukum yang aman untuk korupsi gede gedean buat money politic (seperti yang dilakukan di Bandung). Bersikap santun, kalem, aliiiimmmm tapi penuh hipokrit, ke 3 sewa preman bayaran seperti kasus di KPK dulu.
Balas   • Laporkan
mbestmeta82
22/06/2012
sebenarnya ingin seberapa banyak uang yg kalian cari wahai para koruptor???toh kalian sudah kaya & lebih dari cukup!tidakkah lihat orang" miskin didepan kalian yg seharusnya diberi pertolongan?hidup hanya sementara,uang mau dibawa ke liang lahat kalian?
Balas   • Laporkan
arya_tedja
22/06/2012
Caranya GENJOT hasil korupsi wkwkwkwk
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru