Cara Anas Genjot Elektabilitas Demokrat
Sejumlah lembaga survei temukan elektabilitas Demokrat terus merosot
Anas Urbaningrum berbicara dengan SBY di sela-sela silaturahmi Demokrat (Antara/ Widodo S Jusuf)
VIVAnews -- Tingkat kepercayaan publik kepada Partai Demokrat merosot tajam. Pasalnya, partai ini terus ditimpa masalah, seperti banyak kadernya terlibat kasus korupsi bahkan Ketua Umum partai ini, Anas Urbaningrum kerap disebut terlibat kasus korupsi.
Lalu bagaimana cara Anas memperbaiki tingkat kepercayaan publik? Di kantornya, Anas membeberkan ada dua cara untuk meningkatkan elektabilitas partai yang semakin mengkhawatirkan. Pertama, yaitu memastikan program institusional, konsolidasi dan pengakaran partai berjalan dengan baik.
Seluruh elemen partai pun dipastikan berjalan dengan baik. Sehingga, Anas melanjutkan bendera Partai Demokrat bisa terus berkibar.
Kedua, Anas melanjutkan, seluruh kader dan pengurus partai Demokrat bekerja untuk mendukung dan memastikan program-program Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berjalan dengan baik dan efektif. Pasalnya, kata Anas, keberhasilan pemerintahan SBY merupakan salah satu faktor paling penting bagi masa depan Partai Demokrat. Tak hanya untuk masa depan partai, Anas melanjutkan, tapi untuk kehidupan rakyat yang lebih baik.
"Itu dua hal pokok. Tapi soal teknis itu rumus yah, kalau masakan itu resep. Resep kan tidak boleh diobral, kalau resep diobral warung bisa bangkrut," kata Anas di Kantor DPP Partai Demokrat, Jalan Kramat Raya, Jumat 22 Juni 2012.
Merosotnya elektabilitas partai ini terungkap dari hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menunjukkan Partai Demokrat anjlok ke posisi tiga jika pemilu digelar saat ini. Padahal pada pemilu 2009, Demokrat menempati posisi utama.
Demokrat hanya memperoleh 11,3 persen di bawah Golkar yang meraih 20,9 persen dan PDI Perjuangan yang mengantongi 14,0 persen suara responden. Bahkan, suara Demokrat terancam anjlok hingga di bawah 10 persen.
Hasil survei ini, Anas melanjutkan, dapat digunakan sebagai alat instrospeksi untuk bekerja meningkatkan citra partai. "Jadi survei itu alat pacu atau cambuk bagi kader-kader di seluruh Indonesia agar makin bekerja keras," kata dia. (ren)
-
Ini Pesan Terakhir Ully Artha pada Suami
-
Liburan Mesra Gerrard dan Istri Seksinya di Ibiza
-
Demo Mahasiswa Jarah KFC, Rektor Nommensen Ditangkap
-
Radja Bangga Pakai Nama Nainggolan di Kostumnya
-
Tifatul: Tolak APBN-P, Fraksi PKS Langgar Perintah Majelis Syuro
-
DPR Sahkan APBN-P 2013, Harga BBM di Tangan Pemerintah
- Info Momentum
- Misteri Autisme Dibalik Kejeniusan Einstein
- Konspirasi Terselubung Bom Boston Marathon 2013
- Andrea Gail, Kapal yang Karam Dihantam Ombak Siluman
- Kupas Tuntas:Saat Radiasi Ponsel Sebabkan Kanker dan Kemandulan
- Misteri Hitungan Mundur Dalam Situs Organisasi Rahasia
- Misteri Gurun Pasir Bernyanyi Di China
- FOTO: Venus Kim Hyo Yeon, Personil Girls? Generation yang Cantik


