Tjahjo-PDIP: Indonesia di Ambang Gagal
Tjahjo Kumolo, menyayangkan posisi Indonesia.
Sekjen DPP PDIP Tjahyo Kumolo (ANTARA/Agus Bebeng)
VIVAnews - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Tjahjo Kumolo, menyayangkan posisi Indonesia yang menempati posisi 63 dari 178 negara dalam Indeks Negara Gagal 2012 atau Failed State Index 2012. Menurut dia, posisi itu sangat memprihatinkan dan harus menjadi introspeksi.
"Indonesia negara di ambang gagal," ujar Tjahjo kepada VIVAnews, Rabu 20 Juni 2012.
Menurut Tjahjo, penururan peringkat tersebut disebabkan oleh beberapa indikasi. Antara lain karut-marutnya penyelenggara negara yang menyebabkan rakyat tidak percaya lagi kepada pemerintahan. Selain itu, tingkat korupsi di Indonesia sudah tidak terkendali lagi.
Indikator lainnya adalah banyaknya megaskandal hukum yang terjadi di Indonesia. Dia menyebut kasus Bank Century, mafia perpajakan, mafia suara KPU, yang hingga kini tidak kunjung bisa diselesaikan. Oleh karena itu, Tjahjo menyarankan pemerintah segera melakukan langkah-langkah perbaikan, terutama menyangkut keadilan ekonomi dan pelembagaan demokrasi.
"Memang secara historis dan sosiologis indonesia sebagai negara bangsa memiliki kekuatan emosional kebangsaan yang kuat. Karena persolan yang paling utama di Indonesia itu adalah masalah ketidakadilan ekonomi dan proses institusionalisasi demokrasi, bukan persolan kesukubangsaan apalagi agama," kata Tjahjo.
"Jadi kalau ini dua hal tersebut dapat diperbaiki yaitu isu ketidakadilan dan institusionalisasi demokrasi maka Indonesia akan semakin kuat."
Pada tahun 2011, Indonesia berada di peringkat 64 dengan skor 81. Dikutip dari laman fundforpeace.org, tahun ini Indonesia menempati peringkat 63 dengan skor 80,6. Angka ini didapat dari perhitungan beberapa faktor, seperti ekonomi dan sosial. Selain itu, Fund for Peace juga menggunakan lebih dari 100 subindikator, termasuk isu-isu seperti pembangunan tidak merata, legitimasi negara, protes kelompok masyarakat, dan penegakan hak asasi manusia.
Dalam penjelasan indeks ini, penegakan HAM di Indonesia dinilai lemah dan cenderung memburuk dalam lima tahun terakhir. Indikator lainnya yang dinilai menurun dalam lima tahun terakhir adalah keluhan kelompok masyarakat dan tekanan demografis. Sementara di bidang layanan publik, Fund for Peace mencatat ada kemajuan di Indonesia meski tetap saja dinilai lemah dengan peringkat 75. Enam indikator di bidang politik dan militer, semua dinilai lemah. (eh)
Bener si, tapi kalo kita ngomong gitu self kasian yang jujur jujur, yang rapat sampe malem, lembur, yang baik baik deh, yang ga punya otak seneng ketutupan sama yang baik baik g ketauan, sembunyi dibalik nama besar pemerintahan. Semoga para pejabat yang t
- Info Momentum
- Misteri Pembunuhan Presiden Kennedy Dengan Proyek UFO Rahasia
- Kawah Patomski, Kawah Misterius Bentukan Alien di Tengah Hutan Rusia
- "The Count" Penipu Ulung Paling Lihai di Dunia
- Hasta Brata, Misteri Ilmu Kepemimpinan Jawa
- Beredar Foto Seksi Mirip Sefty Sanustika Istri Fathanah
- Misteri Suara Denting Lonceng Di Komplek Pemakaman Menteng Pulo
- FOTO: Cantiknya Rosnita Putri Wanita Teman Dekat Arya Wiguna



