POLITIK

Tjahjo-PDIP: Indonesia di Ambang Gagal

Tjahjo Kumolo, menyayangkan posisi Indonesia.

ddd
Kamis, 21 Juni 2012, 07:59 Eko Huda S, Mohammad Adam
Sekjen DPP PDIP Tjahyo Kumolo
Sekjen DPP PDIP Tjahyo Kumolo (ANTARA/Agus Bebeng)

VIVAnews - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Tjahjo Kumolo, menyayangkan posisi Indonesia yang menempati posisi 63 dari 178 negara dalam Indeks Negara Gagal 2012 atau Failed State Index 2012. Menurut dia, posisi itu sangat memprihatinkan dan harus menjadi introspeksi.

"Indonesia negara di ambang gagal," ujar Tjahjo kepada VIVAnews, Rabu 20 Juni 2012.

Menurut Tjahjo, penururan peringkat tersebut disebabkan oleh beberapa indikasi. Antara lain karut-marutnya penyelenggara negara yang menyebabkan rakyat tidak percaya lagi kepada pemerintahan. Selain itu, tingkat korupsi di Indonesia sudah tidak terkendali lagi.

Indikator lainnya adalah banyaknya megaskandal hukum yang terjadi di Indonesia. Dia menyebut kasus Bank Century, mafia perpajakan, mafia suara KPU, yang hingga kini tidak kunjung bisa diselesaikan. Oleh karena itu, Tjahjo menyarankan pemerintah segera melakukan langkah-langkah perbaikan, terutama menyangkut keadilan ekonomi dan pelembagaan demokrasi.

"Memang secara historis dan sosiologis indonesia sebagai negara bangsa memiliki kekuatan emosional kebangsaan yang kuat. Karena persolan yang paling utama di Indonesia itu adalah masalah ketidakadilan ekonomi dan proses institusionalisasi demokrasi, bukan persolan kesukubangsaan apalagi agama," kata Tjahjo.

"Jadi kalau ini dua hal tersebut dapat diperbaiki yaitu isu ketidakadilan dan institusionalisasi demokrasi maka Indonesia akan semakin kuat."

Pada tahun 2011, Indonesia berada di peringkat 64 dengan skor 81. Dikutip dari laman fundforpeace.org, tahun ini Indonesia menempati peringkat 63 dengan skor 80,6. Angka ini didapat dari perhitungan beberapa faktor, seperti ekonomi dan sosial. Selain itu, Fund for Peace juga menggunakan lebih dari 100 subindikator, termasuk isu-isu seperti pembangunan tidak merata, legitimasi negara, protes kelompok masyarakat, dan penegakan hak asasi manusia.

Dalam penjelasan indeks ini, penegakan HAM di Indonesia dinilai lemah dan cenderung memburuk dalam lima tahun terakhir. Indikator lainnya yang dinilai menurun dalam lima tahun terakhir adalah keluhan kelompok masyarakat dan tekanan demografis. Sementara di bidang layanan publik, Fund for Peace mencatat ada kemajuan di Indonesia meski tetap saja dinilai lemah dengan peringkat 75. Enam indikator di bidang politik dan militer, semua dinilai lemah. (eh)

 


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
nesa_gan
22/06/2012
Kalau Indonesia diambang gagal, gak mungkin banyak pembanguanan dan kemajuan teknologi dan informasi sampai saat ini. Kebebasan pers sudah lebih maju, informasi skr lebih cepat dan mudah. Kalau jadi oposisi jangan selalu negatif terus terhadap Pemerintah
Balas   • Laporkan
galang86
22/06/2012
Gimana yang jadi presiden Megawati ya tambah ancur aja kali kondisi sekarang, pada dijualin aset..bangkrut deh Indonesia
Balas   • Laporkan
donilesmana
21/06/2012
memang ada penurunan nilai dan peringkat, namun bukan berarti itu memantapkan penilaian bahwa kita merupakan negara gagal. Indonesia masih bisa terus berkembang dan membenahi diri menjadi negara yang lebih baik.
Balas   • Laporkan
hdewanggarani
21/06/2012
Diambang gagal? Negara kita cukup baik kok belakangan ini. Di G-20 aja Indonesia diperhitungkan krn menjadi negara yg berhasil bangkit dr krisis dan berhasil bertahan dlm krisis global skr ini.
Balas   • Laporkan
ucinggring
21/06/2012
Indonesia memang lagi payah, akan lebih payah lagi kalau dipimpin Nega.
Balas   • Laporkan
blondot2012
21/06/2012
Posisi 68 dari 178 negara ? nggak jelek jelek amat kok, kirain sudah 10 besar dari bawah, itu baru boleh khawatir
Balas   • Laporkan
self
21/06/2012
Siapa bilang Indonesia gagal. Indonesia itu baru gagal dalam satu hal "Gagal mendidik pemerintah,pejabat negara,dan anggota dewan menjadi panutan rakyat". Jadi pemimpin cuma pengen ngejar duit. Bullshit....
Balas   • Laporkan
sastra.utama.94 | 21/06/2012 | Laporkan
Bener si, tapi kalo kita ngomong gitu self kasian yang jujur jujur, yang rapat sampe malem, lembur, yang baik baik deh, yang ga punya otak seneng ketutupan sama yang baik baik g ketauan, sembunyi dibalik nama besar pemerintahan. Semoga para pejabat yang t
gung_bagus
21/06/2012
kenapa pas jaman bu mega si cahyo ga banyak omong ya??? ga merah ga biru sama aja..
Balas   • Laporkan
3232
21/06/2012
well ya inikann ulahh kalian juga politikus busuk yg membuat negara ini gagal,hukum g adil, peraturan hanya menguntungkan kalian, kepentingan rakyat dibaikann???, so rakyat banyak g percaya ma pemerintahh..selamatt !!!
Balas   • Laporkan
asmadiyanti
21/06/2012
ukuran failed states itu harus jelas. yang pasti indikasi failed states itu unwilling dan unable dalam mengatur negaranya. Indonesia masih jauh pada tahap itu. Indonesia is not unwilling but lack of capacity. Bedakan itu.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru