POLITIK

Aburizal: Golkar Makin Populer di Sidoarjo

"Andai tak ada fitnah-fitnah seperti itu, pasti popularitas Golkar sudah 60%," ujar dia

ddd
Rabu, 20 Juni 2012, 15:36 Arfi Bambani Amri
Aburizal Bakrie Temui Pedagang Pasar Atom Surabaya
Aburizal Bakrie Temui Pedagang Pasar Atom Surabaya (VIVAnews/ Muhamad Solihin)

VIVAnews - Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie, meyakini permasalahan lumpur Sidoarjo tak akan dapat menghentikan kemajuan partai yang dipimpinnya. Bahkan, berdasarkan survei, popularitas Golkar terus menanjak di Sidoarjo ini.

"Kalau ditanya apakah (lumpur Sidoarjo) ada dampaknya bagi Partai Golkar, ada. Tapi, itu tidak akan menyetop kemajuan-kemajuan Partai Golkar," ujar Aburizal ketika berdialog dengan para kader dan pengurus Partai Golkar Kota Madiun, Jawa Timur, Rabu, 20 Juni 2012.

Ia menjelaskan, hampir seluruh lembaga survei merilis hasil surveinya bahwa popularitas Partai Golkar secara bertahap terus naik. Padahal, di saat yang sama, lawan-lawan politik Partai Golkar maupun lawan politik dirinya, terus-menerus menebarkan fitnah seputar permasalahan bencana lumpur Sidoarjo, Jawa Timur.

"Bahkan, di Sidoarjo pun popularitas Golkar terus naik dari bulan ke bulan. Itu artinya, masyarakat tidak peduli," kata mantan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat itu.

Permasalahan seputar bencana itu terus mengemuka, menurut Aburizal, karena ada pihak-pihak tertentu yang mempolitisasi dan menyebarkan fitnah. Padahal, secara hukum, sesuai putusan Mahkamah Agung, PT Lapindo Brantas dinyatakan tidak bersalah dan tidak diwajibkan bertanggung jawab. Sebab, lumpur tersebut dinyatakan sebagai bencana alam dan menjadi tanggung jawab pemerintah.

"Seandainya tidak ada fitnah-fitnah seperti itu, pasti popularitas Golkar sudah mencapai 60 persen."

Meski diputuskan tidak bertanggung jawab atas fenomena itu, Ical menjelaskan keluarga besar Bakrie mengganti kerugian yang dialami korban lumpur Sidoarjo, yang hingga kini telah mencapai Rp9 triliun. Padahal Mahkamah Agung tak memerintahkan demikian. Uang tersebut digunakan untuk membeli tanah-tanah milik warga yang berada di dalam peta terdampak, yang nilainya mencapai dua puluh kali lipat dari nilai jual objek pajak (NJOP).

"Jadi, semeter tanah yang harganya Rp60 ribu, dibeli Rp1,6 juta per meter. Bukan ganti-rugi, tetapi jual-beli," kata Ical. "Itu semua dari kantong sendiri, dari uang keluarga (Bakrie), karena Perusahaan (PT Lapindo Brantas) tidak punya uang sebanyak itu. Perusahaan Lapindo itu perusahaan kecil. Kalau dipaksa, perusahaan itu pasti bangkrut."

Pihak keluarga Bakrie, tutur Aburizal, berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh proses jual-beli tanah milik para korban pada tahun ini. "Jadi, totalnya nanti mungkin akan mencapai Rp10 triliun." (ren)

Laporan Arief Hidayat


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
bimbang
29/06/2012
YA JELAS AJA..... VIVA NEWS INI PUNYA SIAPA? SUKA2 DIA TULIS LAHHH
Balas   • Laporkan
decay65
24/06/2012
POPULAR....MENYENGSARAKAN MASYARAKAT...... Ngaca dulu ical sebelum maju. 7Apakah masih BELUM PUAS sengsarakan masyarakat....?????
Balas   • Laporkan
arif07
24/06/2012
semoga ditelan bumi
Balas   • Laporkan
nesa_gan
22/06/2012
Fitnah dari mana om, tanpa dikasih tau semua orang dewasa sampai anak kecil juga tau kalau perusahaan bapak yang menyebabkan bencana lumpur lapindo
Balas   • Laporkan
mashery
21/06/2012
Kasian ditipu kader sendiri di Sidoharjo.... Yang Bener Golkar ancur di Sidoharjo paak... Selidiki tuh Laporan....
Balas   • Laporkan
arieff2008
20/06/2012
yang namanya pemimpin mah dicalonkan,bukan mencalonkan,,
Balas   • Laporkan
malikpoi
20/06/2012
watak dan karakternya kayak Hitler, tdk tau persaan, komennya selalu menyakitkan. semoga Golkar trus pake ical yg culas ini, biar tau klo rakyat sangat membencinya.
Balas   • Laporkan
123456568
20/06/2012
POPULER..............
Balas   • Laporkan
tyo.baladewa2
20/06/2012
Populer karna membuka Lulur dan Spa Lumpur gratis yaa Pak Ical ??
Balas   • Laporkan
arya_tedja
20/06/2012
Populer kebusukannya wkwkwkwkwk
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru