POLITIK

DPR: Selesaikan Tor-tor dengan Persahabatan

Indonesia dan Malaysia harus saling menghormati. Tak perlu ada saling klaim.

ddd
Senin, 18 Juni 2012, 11:56 Elin Yunita Kristanti, Nila Chrisna Yulika
Persoalan klaim tak boleh putuskan persahabatan dua bangsa
Persoalan klaim tak boleh putuskan persahabatan dua bangsa (ANTARA/Septianda Perdana)

VIVAnews -- Ketua Fraksi Partai Demokrat Nurhayati Assegaf mengatakan Kementerian Luar Negeri harus menjaga hubungan baik dengan Malaysia, sehingga kedua negara dapat saling menghargai. Sehingga tak terjadi lagi saling klaim kebudayaan.

"Kita berharap dari kementerian luar negeri bisa menyikapi hal ini secara tegas. Artinya bahwa bagaimana memelihara persahabatan antara Indonesia dan Malaysia dengan saling menghargai," kata Nurhayati di Gedung DPR, Senin 18 Juni 2012.

Nurhayati menambahkan dengan konsidi Indonesia yang memiliki sumber daya manusia yang besar, sumber daya alam yang banyak dan merupakan negara ASEAN yang terbesar seharusnya banyak negara yang tergantung dengan Indonesia.

"Ini harusnya yang mampu membuat diplomasi kita lebih berwibawa dan ini adalah tugas kementerian luar negeri," kata dia.

Selain itu, kata Nurhayati, berharap pejabat-pejabat Malaysia yang memiliki keturunan Indonesia dapat menyelesaikan masalah ini.

"Kan Malaysia selalu klaim karena Indonesia dan Malaysia serumpun. Banyak menteri Malaysia yang berasal dari Indonesia. Ini seharusnya justru banyak petinggi Malaysia yang keturunan Indonesia saling mengargai. Bisa dibicarakan. Tidak perlu klaim mengklaim. Jadi ini yang kita harapkan petinggi Malaysia yang pernah lahir atau berketurunan Indonesia dapat menyelesaikan sehingga tidak jadi kesalahan komunikasi semacam ini," lanjutnya.

Hubungan dua negeri berjiran sedang diuji saat ini. Gara-gara pemberitaan yang dimuat situs berita Malaysia, Bernama 15 Juni 2012. Disebutkan, tari Tor-tor dan Gordang Sambilan dari komunitas Mandailing akan diakui sebagai warisan budaya Malaysia.

Pengajuan ini datang dari inisiatif warga Mandailing di negeri jiran yang sejalan dengan konsep "1 Malaysia" (Satu Malaysia). Mereka menginginkan kesenian dan budaya mereka didukung oleh kementerian, untuk diperkenalkan dan ditunjukkan pada publik Malaysia. Dianggap menjadi bagian dari budaya negeri jiran, seperti halnya komunitas lainnya, termasuk Tionghoa dan India. (eh)

 


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
donilesmana
19/06/2012
Betul, agar tidak lagi terjadi kesalah pahaman antar kedua negara, Indonesia dan Malaysia perlu mempererat persaudaraan. Dengan demikian akan timbul saling pengertian antar kedua negara, termasuk dalam hal budaya.
Balas   • Laporkan
nesa_gan
19/06/2012
Kalau malaysia mau bikin acara silahkan, cuma gak perlu klaim dan mematenkan gitu. Kalau malaysia mau klaim, klaim saja anggota2 DPR yang suka absen rapat
Balas   • Laporkan
madmaulana
19/06/2012
Ya setuju, jadikan kasus ini bahan pembelanjaran agar kita bisa melestarikan budaya kita supaya masyarakat internasional mengenal siapa pemilik budaya itu.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru