POLITIK

Klaim Tari Tor-Tor

DPR: Yang Disakiti Malaysia Hati Rakyat RI

DPR Indonesia-Malaysia akan membentuk kaukus persahabatan untuk menyelesaikan kasus ini.

ddd
Senin, 18 Juni 2012, 11:32 Elin Yunita Kristanti, Nila Chrisna Yulika
Tor-tor adalah kesenian asli Batak
Tor-tor adalah kesenian asli Batak (ANTARA/ Septianda Perdana)

VIVAnews - Presiden Women Parlieamentarian dari parlemen Indonesia, Nurhayati Assegaf mengatakan Indonesia dan Malaysia yang juga anggota Inter-Parliamentary Union atau Perserikatan Parlemen Internasional berencana membentuk kaukus persahabatan. Kaukus dibentuk untuk menyelesaikan berbagai konflik antara Indonesia-Malaysia terutama masalah klaim kebudayaan.

Masalah klaim budaya, sebetulnya telah dibicarakan dengan Ketua IPU Malaysia yang juga menjabat sebagai menteri hukum dan keamanan negeri jiran.

Nurhayati berharap komunikasi parlemen bisa lancar. Sebab bagaimana pun juga era demokrasi parlemen mempunyai peran cukup signifikan dalam membela kepentingan masyarakat. "Ini yang saya harapkan bisa dikomunikasikan sehingga tidak saling melukai hati rakyat," kata Nurhayati di Gedung DPR, Senin 18 Juni 2012.

Mengenai klaim tari Tor-tor dan Paluan Gordang Sambilan dari Mandailing, Sumatera Utara, sebagai warisan budaya Malaysia, kata Nurhayati, yang paling disakiti adalah hati rakyat Indonesia. Oleh karena itu, dengan dibuatnya kaukus persahabatan antara Parlemen Indonesia dan Malaysia maka diharapkan masalah ini akan diselesaikan.

"Karena kita kan wakil dari rakyat, dan yang paling disakiti dalam hal ini adalah rakyat," lanjutnya.

Dua kesenian Batak itu diklaim Malaysia, dan akan diregistrasikan berdasarkan Bab 67 Undang-undang Peninggalan Nasional 2005.

"Pertunjukan periodik harus diadakan. Artinya, tarian harus disajikan sementara irama gendang harus dimainkan di depan publik," kata Menteri Informasi, Komunikasi, dan Kebudayaan Malaysia, Datuk Seri Rais Yatim sebagaimana dikutip laman Bernama.

Menurut Rais, mempromosikan kebudayaan dan seni Mandailing sangat penting, sebab bisa mengungkap asal-usulnya. Selain itu bisa mempererat persatuan dan kesatuan dengan masyarakat lainnya. (umi)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
self
19/06/2012
Bego sekali pemerintah kita. Kita ini udah terang-terangan dijajah Malaysia, malah sibuK ngurusin kampanye. Sedig gw punya pemimpin kayak pemerintah kita. Udah kecolongan baru ribut, sebelumnya kemana?
Balas   • Laporkan
ediser
19/06/2012
AYO PARTAI PADA BUKA SUARA...SEKALIAN KAMPANYE....INILAH SAAT YG TEPAT BUAT NYARI SIMPATI RAKYAT..........
Balas   • Laporkan
giniajah
19/06/2012
kalau udah ada yg klaim aja, baru pada sibuk. dulu2 kemana aja???
Balas   • Laporkan
yongky.bachtiar
19/06/2012
saya yakin 50% jumlah total rakyat malaysia adalah keturunan Indonesia, jadi tak mungkin mereka melupakan tanah leluhurnya, kecuali Malaysia yg keturunan Chinese dan India mereka dikenal sangat membenci para TKI Indonesia
Balas   • Laporkan
ddavinr
19/06/2012
INI SUDAH KESEKIAN KALINYA TERJATUH DILUBANG YG SAMA!! MALAYSIA AGAIN!! TERKESAN KITA TDK BELAJAR DARI YG LALU. MASIHKAH AKAN TEULANG LAGI?!
Balas   • Laporkan
mang.jabrig
18/06/2012
Tenang saja... tari tor-tor itu hanya bisa di tarikan ketika upacara adat batak yang notabene mempunyai marga,... nah di malaysia apa ada datuk sitorus..? atau datuk simatupang or datuk raja gukguk...? kalo di malaysia ada punya marga gak ya..?
Balas   • Laporkan
galanguten
18/06/2012
IDONESIA akan menang soal ini tak perlu khawatir karena mereka Budaya ini tdk mengakar pd mereka. Secara politik mereka hanya coba coba mana tau beruntung. Namun Indonesia tetap harus siaga dan menunjukkan keseriusannya dalam melindungi Budayanya.
Balas   • Laporkan
scan
18/06/2012
seperti ini mengenai aku-mengakui malaysia memang sengaja karena TKI banyak yg sudah lama bekerja disana bahkan menjadi warga negara malay, lalu tki yg disana mengajarkan budaya masing2 sehingga malaysia akui itu kebudayaan mereka toh si tki ud jd WN sana
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru