POLITIK

Diklaim, Tari Tor-tor Budaya yang Bergerak?

"Kebudayaan bukanlah barang mati," kata Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI.

ddd
Senin, 18 Juni 2012, 11:22 Anggi Kusumadewi
Tari Tor-tor
Tari Tor-tor (Youtube/M3mPHiS)

VIVAnews – Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Wiendu Nuryanti mengatakan kebudayaan harus dilihat sebagai sesuatu yang hidup, termasuk tari Tor-tor dan Gordang Sambilan yang kini dimasukkan Malaysia sebagai warisan budaya mereka.

“Pertama-tama, harus dicek Malaysia mengklaim kedua tarian itu ke siapa. Kedua, harus diingat kebudayaan bukanlah barang mati. Kebudayaan itu bergerak,” kata Wiendu kepada VIVAnews, Senin 18 Juni 2012. Pergerakan kebudayaan ini seiring dengan berpindahnya penduduk dari satu tempat ke tempat lain karena alasan tertentu.

Wiendu lantas mengemukakan salah satu analisis tentang pergerakan tari Tor-tor dari Indonesia ke Malaysia. “Kemungkinan saat Perang Padri tahun 1830, masyarakat Batak Mandailing bermigrasi ke Perak dan Selangor di Malaysia. kata Wiendu. Kemudian di sana mereka berasimilasi dengan masyarakat Tionghoa Malaysia.

Di Malaysia itu,  masyarakat Batak Mandailing bekerja sebagai penambang timah. Mereka pun akhirnya mengembangkan kesenian mereka di tempat baru mereka di Malaysia, termasuk mungkin tari Tor-tor dan Gondang Sambilang yang mereka bawa dari tanah Sumatera.

“Barangkali itu yang terjadi. Tapi ini harus dicek lebih lanjut,” ucap Wiendu. Perang Padri sendiri terjadi di Sumatera Barat dari tahun 1803 sampai 1838. Perang ini kerap disebut sebagai perang saudara yang melibatkan masyarakat Minang dan Mandailing.

Perang yang berlangsung cukup lama ini menguras harta penduduk, mengorbankan jiwa, membuat perekonomian masyarakat merosot, dan memunculkan perpindahan penduduk dari kawasan konflik. (umi)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
biel.siahaan
18/06/2012
apa boleh buat??? selama ini Pemerintah RI hanya mengurus Pulau Jawa, Bali, dan mempromosikan budaya-budaya mereka. BATAK tertinggal dan dihiraukan budayanya. sekarang diklaim oleh tetangga, Eeeeh ribut amat. ntar lagi DANAU TOBA pindah ke MALAYSIA.
Balas   • Laporkan
sautraja.baringbing
18/06/2012
emany semudah itu,,,saya org batak ga trima koment anda,sbgai negara kesatuan Indonesia sharusny anda menolak aksi trsebut... malaysia memang bner2 maling Indonesia..
Balas   • Laporkan
blondot2012
18/06/2012
Bukannya perang padri itu perang melawan Belanda?, kok dikatakan perang sodara Minang dan Mandailing, mana yg benar?
Balas   • Laporkan
edsanto
18/06/2012
Sudah waktunya kita keras terhadap Malaysia, khususnya para imigran yang berasal dari nusantara yang secara semena-mena menjual "kebudayaan" mereka kepada Malaysia. Jangan memberikan mereka akses lagi untuk bisa kembali ke tanah leluhurnya.
Balas   • Laporkan
andanar | 18/06/2012 | Laporkan
Lah orang hidup, pasti masih menjalankan budaya leluhurnya. Kalau dilarang, mau jadi apa?
edsanto
18/06/2012
Bu Wamen Payah neh? Mereka yang sekolah juga tahu kalau kebudayaan itu sesuatu yang hidup tapi kan gak perlu diklaim. Imigran ke AS juga membawa kebudayaannnya ke sana tapi apakah diklaim oleh Pem. AS? Yang ada AS hanya mencoba melindunginya saja.
Balas   • Laporkan
malaysia is no more than a bunch of poor culture.
Balas   • Laporkan
iron maiden
18/06/2012
tidak apalah kalau tor2 diklaim malaysia, krn kita juga juga mencaplok budaya India yaitu mahabarata-ramayana
Balas   • Laporkan
soebandrio | 18/06/2012 | Laporkan
apa pernah kita diajarkan kalau ramayana-mahabarata adalah asli karya nenek moyang Indonesia? kita selalu diajarkan bahwa itu adalah berasal dari India..belajar lagi kamu.
rpg7 | 18/06/2012 | Laporkan
iron aneh emang pernah tertulis kisah ramayana-mahabarata asli indonesia ??? Emang kita mengenal kedua kisah itu ttp kita tetap mengganggap dr india yang udah disesuaikan dg indonesia [tp asalnya tetap india]
andanar | 18/06/2012 | Laporkan
wkwkwkwk. Tertawa sendiri baca komen yang bilang Mahabarata terjadi di Jawa. Aslinya itu terjadi di India. Coba baca lagi deh.


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru