POLITIK

Bhatoegana: Wajar Rakyat Kecewa Demokrat

Menurut survei LSI, para responden kecewa atas kisruh internal dan korupsi elit Demokrat

ddd
Minggu, 17 Juni 2012, 15:31 Eko Huda S
Hasil survei menunjukkan elektabilitas Demokrat terus menurun
Hasil survei menunjukkan elektabilitas Demokrat terus menurun (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)

VIVAnews - Wakil Ketua Fraksi Demokrat, Sutan Bhatoegana mengaku bisa memaklumi hasil survei yang menunjukkan elektabilitas partainya terus merosot akibat skandal korupsi yang menjerat sejumlah kadernya. "Tidak apa-apa," kata Sutan kepada dengan VIVAnews, Minggu 17 Juni 2012.

Sebelumnya, hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menunjukkan Partai Demokrat anjlok ke posisi tiga jika pemilu digelar saat ini. Padahal pada pemilu 2009, Demokrat menempati posisi utama.

Demokrat hanya memperoleh 11,3 persen di bawah Golkar yang meraih 20,9 persen dan PDI Perjuangan yang mengantongi 14,0 persen suara responden. Bahkan, suara Demokrat terancam anjlok hingga di bawah 10 persen.

LSI mengungkapkan, penurunan elektabilitas itu disebabkan oleh kisruh internal dan terlibatnya sejumlah elit Demokrat dalam kasus korupsi Wisma Atlet SEA Games dan proyek Hambalang.

Dua elit Demokrat memang terjerat kasus korupsi. Mantan Bendahara Umum, Muhammad Nazaruddin telah diganjar penjara dalam kasus korupsi Wisma Atlet SEA Games. Angelina Sondakh juga sudah mendekam di Rutan Komisi Pemberantasan Korupsi terkait kasus yang sama.

Sementara, Sang Ketua Umum, Anas Urbaningrum, disebut-sebut tersangkut kasus korupsi Hambalang, meski dia berkali-kali membantahnya. Dia bahkan bersedia digantung di Monas jika terbukti terlibat korupsi itu.

Menurut Sutan, penurunan elektabilitas itu menunjukkan kekecewaan rakyat pada Partai Demokrat yang kadernya terjerat kasus korupsi. Selama kasus itu belum tuntas, kata dia, elektabilitas Demokrat akan terus melorot.

"Selama kasus Wisma Alet dan Hambalang belum selesai, kondisinya tetap seperti itu," tutur Sekretaris Jenderal Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat ini.

Sutan mengatakan, Demokrat akan mengambilpelajaran dari hasil survei tersebut. Yang terpenting bagi Demokrat saat ini adalah mengembalikan kepercayaan rakyat.

"Pidato Ketua Dewan Pembina, Pak SBY, sudah jelas. Kader yang terlibat korupsi harus mundur," katanya. (ren)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
anton barkah
20/06/2012
pada ngga tau malu.... ngotot bertahan, setelah ketahuan belangnya cengar-cengir.... AYO...!!! PULANGIN DUIT RAKYAT...!!!
Balas   • Laporkan
abacadabra
18/06/2012
Bang Batoe, kali ini anda omong bener. Klo di forum Lawyers Club anda bela PD begitu gigih. Emang kali ini PD kena batoe-nya. Hidup korupsi. He-he-he.
Balas   • Laporkan
dulkamid
18/06/2012
Wajar saja kalau rakyat kecewa dengan Demokrat. Dan lebih wajar dan masuk akal lagi kalau rakyat menyumpah serapahi, mencaci maki dan mengutuk Demokrat.
Balas   • Laporkan
mbahmoe
18/06/2012
Nyeri-nyeri sedap kan Bang Setan Bebatuan? Mau omong apa lagi Anda. Ini adalah KEPANIKAN Demokrat terbesar yang dipertontonkan ke publik. PANIK kr tidak ada jalan keluar selain KABUR eh BUBAR...
Balas   • Laporkan
deswitaazzalia
18/06/2012
nichhh PARTAI DEMOKRAT apapun perjuangan kaliaN, g'perduli SBY/ SAPA kek g' mungkin akan bisa mengembalikan citra kalian...KUAPOK MU KAPAN!!!!!!!.
Balas   • Laporkan
arestu
17/06/2012
alamak, masih mending 10% bang, bisa lolos PT aja dah untung....
Balas   • Laporkan
sugimin
17/06/2012
sudah bukan kecewa lagi...tapi lebih dari kecewa...ntar lagi dibawah 5% selamat menuju kelompok partai gurem dan lenyap.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru