POLITIK

Empat Resolusi Forum Pendiri Demokrat

Salah satunya, Partai Demokrat tanpa pandang bulu membersihkan partai dari anasir korup

ddd
Kamis, 14 Juni 2012, 18:49 Arfi Bambani Amri, Nila Chrisna Yulika
Deklarasi Forum Komunikasi Pendiri Partai Demokrat
Deklarasi Forum Komunikasi Pendiri Partai Demokrat (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)

VIVAnews - Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat kembali berkumpul sejak satu tahun lalu. Berkumpulnya para pendiri partai ini, sebagai bentuk keprihatinan dengan sejumlah masalah yang dialami Partai Demokrat.

Ketua Forum Pendiri, Ventje Rumangkang, usai pertemuan yang digelar di Hotel Sahid Jakarta, 14 Juni 2012, mengungkapkan beberapa poin penting kesimpulan yang dihasilkan dari forum yang digelar sejak kemarin malam.

Kesimpulan pertama, para peserta diwajibkan meninggalkan segala ego pribadi, kepentingan individu, dan berkomitmen membersihkan partai dari berbagai gangguan dan anasir negatif, dan semua hal yang memperlemah kekuatan internal maupun ekternal PD. Serta menjadi pelopor dan teladan untuk mempersatukan segenap elemen dan kekuatan PD untuk fokus pada semua upaya mensukseskan program SBY-Boediono

Kedua, Partai Demokrat tidak pandang bulu membersihkan partai dari semua kader yang terbukti berdasarkan kekuatan hukum tetap untuk dipecat dan diberhentikan dari kepengurusan Partai Demokrat di semua jenjang dan level, dan mengambil tindakan sela menonaktifkan pengurus yang telah ditetapkan tersangka oleh lembaga peradilan.

Ketiga, para pendiri Partai Demokrat mengimbau dan meminta semua kader terutama di kepengurusan inti di semua jenjang dan level kepengurusan, agar memberi kontribusi nyata bagi upaya meningkatkan citra positif, empatik dan martabat partai serta tidak membebani partai dengan segala tindakan yang merusak dan membuat citra negatif Partai Demokrat di mata publik.

Keempat, memberi dukungan penuh dan konstruktif kepada ketua Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono untuk melakukan segala tindakan korektif yang dianggap perlu dan meyakinkan, konstitusional, demokratis dan tidak melanggar hukum, untuk mengantarkan Partai Demokrat menang pada Pemilu 2014.

Dalam kesimpulan ini, Ventje menggarisbawahi bahwa setiap kader partai Demokrat yang bermasalah hukum, harus mengundurkan diri dari kepengurusan partai. "Sebagaimana yang dikatakan oleh Ketua Dewan Pembina bahwa kader yang merasa bersalah, harus tahu diri. Jangan sampai membebani partai. Ini harapan SBY dan kami sebagai pendiri partai," kata Ventje.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
nesa_gan
17/06/2012
Kalau Demokrat dalam daftar partai korupsi nomor 3. Trus gimana nasib dua partai diatasnya yang lebih banyak menghasilkan koruptor dan mencuri uang rakyat. ICW dan KPK perlu mempublikasikan kumpulan Partai terkoruptor
Balas   • Laporkan
pejabat_korup
15/06/2012
Langsung aja dilarang ni partai koruptor...bisa disamakan dg bahaya laten kayak pki
Balas   • Laporkan
dulkamid
15/06/2012
Apa berani??? Cuma karena Nazar seorang, PD kalang kabut. Apa berani memastikan, kalau yang digusur nanti tidak ngoceh kayak Nazar? Akibat mulut seorang Nazar saja kacau balau, apalagi mulut beberapa orang. Pasti PD bangkrut total.
Balas   • Laporkan
iron maiden
15/06/2012
bullshitlah semuanya ini, biasa, cuma omdo
Balas   • Laporkan
pandeka | 15/06/2012 | Laporkan
duh...segitu sewotnya bos iron ini...santai aja bos...suka gak suka simpan dihati aja...gak usah sewot.
qhoore
15/06/2012
seperti biasa... hanya omongan doang kita cuma bisa bilang preeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeet deh yang panjag dan berulang2 dan di ulang terus...
Balas   • Laporkan
Korupsi di Demokrat kalau bukan karena ego dan individualis bagaimana, tapi karena komunitas atau rasa kolektifitas bagamana ? Saya kira para pendiri mau rapat lagi
Balas   • Laporkan
idahlusmas
15/06/2012
Demi Partai,sebaiknya Anas legowo mundur sebagai tanggung jawab moril atas merosotnya citra partai, jangan gila kekuasaan sadar dong, masuknya di partai di tengah jalan
Balas   • Laporkan
muhammad.makhfudz | 15/06/2012 | Laporkan
Anas itu bukan disuruh berhenti tapi suruh istirahat
publik perlu bukti bukan sekedar basa basi....
Balas   • Laporkan
kirdom.sentanu
15/06/2012
huahahahahaha...croooottt...creettt....criiittt......cruuttt.....craaatttttt...!!!!
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com

Konten ini dikirimkan oleh pembaca anggota VIVAlog