POLITIK

DPR: Ungkap Otak di Balik Penembakan Papua

Korban dari kalangan sipil terus berjatuhan di Papua. Kapan akan berakhir?

ddd
Senin, 11 Juni 2012, 12:01 Anggi Kusumadewi, Nila Chrisna Yulika
Rangkaian aksi penembakan misterius di Papua membuat Komisi I DPR mengunjungi langsung bumi cendrawasih itu.
Rangkaian aksi penembakan misterius di Papua membuat Komisi I DPR mengunjungi langsung bumi cendrawasih itu. (Banjir Ambarita (Papua))

VIVAnews – Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq mendesak kepolisian segera mengungkap jaringan dan otak pelaku rangkaian penembakan di Papua.

“Dari hasil dialog Komisi I dengan berbagai elemen di Papua, tuntutan mereka hanya satu: polisi harus mengungkap siapa otak di balik kekerasan itu,” kata Mahfudz di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin 11 Juni 2012.

Sebelumnya sejumlah anggota Komisi I DPR, termasuk ketua komisi Mahfudz Siddiq, datang berkunjung ke Jayapura, Papua. Mereka hendak melihat keamanan Jayapura di siang dan malam hari. Eskalasi kekerasan di Papua saat ini berlangsung massif. Dalam dua bulan terakhir, ada 24 kasus yang memakan korban 14 orang.

Komisi I pun melakukan dialog dengan berbagai elemen masyarakat di Papua yang terdiri dari unsur gereja, ormas muslim, akademisi, Lembaga Swadaya Masyarakat, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Papua, dan kalangan aktivis perempuan untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di Papua.

Tim Komisi I juga telah berdialog dengan Badan Intelijen Negara Daerah Papua, Pangdam Cendrawasih, dan Wakapolda Papua. Mahfudz mengatakan, ada keraguan di jajaran kepolisian terkait soal Papua ini.

“Mereka khawatir jika melakukan tindakan tegas, nanti akan dibalik opininya, polisi lantas dituding melakukan kekerasan sistematis dan melanggar HAM. Apapun ini tantangan dan Polri tidak boleh mundur karena masyarakat sudah sangat cemas,” kata politisi PKS itu.

Lebih baik lagi, ujar Mahfudz, apabila polisi dan TNI berkoordinasi intensif agar pelaku penembakan di Papua segera terungkap. Ironisnya, hanya beberapa jam setelah kunjungan Komisi I DPR ke Papua, aksi penembakan di sana kembali terjadi.

Korban terbaru rangkaian penempakan Papua adalah Tri Suruno (35), satpam mall sekaligus tukang ojek. Ia ditembak mati pelaku yang berpura-pura menjadi penumpang ojek di depan kampus Universitas Cendrawasih, Distrik Abepura, Jayapura, Papua, Minggu 10 Juni 2012 pukul 21.15 WIT. (umi)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
donilesmana
12/06/2012
Polisi harus terus mengusut kasus ini hingga terungkap siapa pelaku penembakan, kemudian di adili. Papua memang berbeda dengan daerah lain di Indonesia dan butuh perhatian khusus. Gunakan pendekatan yang tidak represif agar tumbuh kepercayaan masyarakat.
Balas   • Laporkan
seluruh masyarakat di Papua sebaiknya terlibat dalam upaya untuk membersihkan papua dari orang orang yang tidak bertanggung jawab ingin menghancurkan indonesia, dan juga sebaiknya aparat keamanan melakukan sweeping senjata spy msyrkt sipil bersih juga
Balas   • Laporkan
asmadiyanti
11/06/2012
dukung terus pengungkapan kasus penembakan ini. jangan ditunda-tunda dan disepelekan. Masalah ini serius demi keamanan papua. Polisi kalau gak tegas menindak, juga bisa jadi dicurigai terlibat. Makanya ungkap terus.
Balas   • Laporkan
hdewanggarani
11/06/2012
Lakukan terus investigasi.Tp,aparat keamanan jg jgn melakukan tindak kekerasan dlm mngusut kasus ini.Jgn bikin warga semakin takut.Pakai cara yg lebih baik seperti mediasi. Dekati tokoh2 adat papua agar bs membantu kinerja mreka dlm mengungkap pelaku..
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru