POLITIK

Laporan Keuangan Demokrat di Buku Kaligis

Laporan Keuangan Partai Demokrat itu ditandatangani Muhammad Nazaruddin.

ddd
Rabu, 6 Juni 2012, 07:09 Ita Lismawati F. Malau
Partai Demokrat
Partai Demokrat (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Dalam buku berjudul M Nazaruddin 'Jangan Saya Direkayasa Politik dan Dianiaya,' pengacara senior OC Kaligis membeberkan laporan keuangan Partai Demokrat tahun 2011.

Laporan keuangan itu diteken Bendahara Umum Partai Demokrat saat itu, Muhammad Nazaruddin.

Laporan keuangan itu tercantum di halaman 205 buku tersebut dengan tanggal 18 Mei 2011. Adapun laporan keuangan itu untuk periode 1 Juni 2010 sampai 15 Mei 2011 dan ditujukan kepada Ketua Umum Partai Demokrat.

Seperti diketahui, Nazaruddin kini tidak lagi menjabat sebagai bendahara umum partai itu. Nazaruddin tersangkut sejumlah kasus korupsi, salah satunya suap Wisma Atlet Jaka Biring, Sumatera Selatan.

Berikut isi Laporan Keuangan Demokrat yang tercantum dalam buku tersebut:

Saldo Awal:

Rupiah 114.271.748
Dolar 100.612.500
Mandiri-Partai Demokrat 758.176.203
Mandiri-Bantuan Pemerintah 571.404.188
Jumlah 1.544.464.640

 

Penerimaan Kas:

Iuran Anggota DPR 6.512.000.000
Bantuan Pemerintah 2.338.771.860
Muhammad Nazaruddin 13.965.544.000
Eddhie Baskoro Yudhoyono 2.256.900.000
Anas Urbaningrum 300.000.000
Mirwan Amir 9.225.100.000
Yansen 250.000.000
Michael Wattimena 750.000.000
Sumbangan untuk Kegiatan 252.000.000
Pendapatan Lain 17.214.625
Jumlah 35.867.530.485

 

Pengeluaran Kas:

Beban Umum 21.793.229.717
Beban Kegiatan 13.397.809.767
Piutang Pengurus 2.000.000.000
Jumlah 37.191.039.484

 

Sisa Saldo:

Saldo Awal 1.544.464.640
Jumlah Penerimaan Kas 35.867.530.485
Jumlah Pengeluaran Kas 37.191.039.484
Sisa Saldo 220.955.641

 

Sisa Saldo:

Saldo Kas 86.070.100
Rekening Mandiri-Partai Demokrat 16.721.557
Rekening Mandiri-Bantuan Pemerintah 62.444.552
Rekening Mandiri-Gading Barat 55.719.432
Jumlah Sisa Saldo 220.955.641

Laporan keuangan tersebut juga ditembuskan kepada Sekretaris Jenderal dan Direktur Eksekutif.

Sebelumnya, Partai Demokrat membantah ada dana miliaran rupiah dari kader kepada partai. Demokrat menegaskan bahwa dana yang masuk ke partai semuanya sudah sesuai undang-undang.

"Itu tidak benar. Tidak pernah ada sumbangan seperti itu ke partai. Pendapatan atau masukan ke partai itu sudah sesuai undang-undang," kata Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Saan Mustofa, di gedung DPR, Jakarta, Kamis 14 Desember tahun lalu.

Menurut Saan, pemberitaan yang menyebut ada sumbangan total Rp25,6 miliar dari kader ke partai itu tidak benar. Sumbangan itu disebut-sebut berasal dari petinggi partai. Bagi Saan yang perlu diperhatikan adalah soal aturan pendanaan partai.

Selama ini, kata Saan, aturan pendanaan partai menjadi bagian yang diselipkan dalam Undang-undang Partai Politik. "Sebaiknya untuk ke depan itu dipisahkan. Supaya tidak jadi persoalan. Jadi nanti di situ mengatur sumber dana dan pengeluaran partai," ujar Saan yang juga Sekretaris Fraksi Demokrat ini.

Usai sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi saat itu, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, tidak membantah telah menyetor Rp13 miliar kepada partai. "Saya sudah laporkan itu," kata Nazaruddin usai sidang.

Sementara anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Achmad Mubarok, juga mengatakan hal senada. Mubarok menyebut sumbangan pengurus inti partai pada periode lalu mencapai Rp100 juta per tahun, per orang.

"Pengurus inti saat itu sumbangannya Rp100 juta per tahun, per orang. Tapi karena saya tidak punya uang, saya dibayarin oleh teman-teman. Saya hanya terima kuitansinya," kata Mubarok. (umi)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
nesa_gan
07/06/2012
Ditunggu pembukaan keuangan partai2 lain. Kalau partai lain tidak buka2an berarti ada yang salah juga
Balas   • Laporkan
AYO MAJU TERUS ! BUKA SAMPAI TERANG BENDERANG. AYO KPK MAJU TERUS NYATAKAN PERANG DENGAN KORUPSI
Balas   • Laporkan
kontole
06/06/2012
kan emang partai busuk, tuh nazar mantan pengurusnya udah di bui, paham ora son.........
Balas   • Laporkan
0206
06/06/2012
KATAKAN TIDAK PADA RAJA KORUPSI !!! KATAKAN TIDAK PADA P. DEMOKRAT !!! Century, W,Atlet, Hambalang ???????
Balas   • Laporkan
muhammad.makhfudz | 07/06/2012 | Laporkan
PD layak dibubarkan sudah terang benderang semua pelaku korupsi dari PD
dedot2612
06/06/2012
Demokrat maling !
Balas   • Laporkan
0808
06/06/2012
demokrat busuuuuuuuuuuuuuuk
Balas   • Laporkan
aryantonur
06/06/2012
INGAT IKLAN PD. KATAKAN TIDAK PADA KORUPSI KOLUSI & NEPOTISME, BINTANG IKLANNYA SIAPA, YA??...... TAPI ADA IKLAN BARU LAGI... KATAKAN IA PADA KORUPSI, BINTANG IKLANNYA ITU2 JUGA DAN BERTAMBAH. DEMI KEMAKMURAN PARTAI DAN PEMBAGIAN JATAH, ASIK JUGA YA? HA4X
Balas   • Laporkan
rudy69
06/06/2012
bubarkan saja partai ini,krn lebih banyak mudarotnya drpd manfaatnya bagi rakyat...
Balas   • Laporkan
01203
06/06/2012
Partai lain itu ga lebih baik cuman kompak aj.demokrat partai baru.dan pemerintahannya terseukses setelah orba hancur.percaya nazar sama halnya percaya penyamun.emang ada partai yg lebih baik?demokrat masih yg terbaik dri yg lain
Balas   • Laporkan
salomo | 06/06/2012 | Laporkan
Ah yg benar???? Coba nada cek deh
boazpaseta | 06/06/2012 | Laporkan
demokrat partai penyamun. itu sdh terbukti. hitung sj sdh berapa orang yg masuk bui
pandeka
06/06/2012
Hajar terus partai ini, sp babak belur....tinggal tunggu 2014 hslnya bgmn. Untung ane gak ikut milih.
Balas   • Laporkan
boazpaseta | 06/06/2012 | Laporkan
01203: mski blm ada yg lebih baik, pling tdk partai yg lain tdk sevulgar demokrat nyamunnya.
01203 | 06/06/2012 | Laporkan
emang ada yg lebih baik..??


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru