POLITIK

Ruhut: Kasus Hambalang Menyandera Demokrat

"Cepat diselesaikan, jangan digantung-gantung, kasihan partai aku tersandera."

ddd
Selasa, 29 Mei 2012, 12:02 Elin Yunita Kristanti, Nila Chrisna Yulika
Ruhut minta KPK segera tuntaskan kasus Hambalang
Ruhut minta KPK segera tuntaskan kasus Hambalang (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)

VIVAnews -- Politisi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, meminta Komisi Pemberantasan Korupsi segera menyelesaikan kasus korupsi proyek kompleks olahraga Hambalang. Bagi Ruhut, kasus ini telah menyandera partainya.

"Cepat diselesaikan, jangan digantung-gantung, kasihan partai aku tersandera, cepat tuntaskan kasus ini. Masa susah sekali cari dua alat bukti. KPK jemput bolalah, katanya KPK takut a, takut b. KPK tolong segera selesaikan," kata Ruhut di Gedung DPR, Selasa 29 Mei 2012.

Seperti diketahui, kasus ini telah menyeret beberapa kader partai Demokrat, seperti Angelina Sondakh dan Muhammad Nazaruddin. Mereka telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi yang berbeda.

Sementara KPK juga telah meminta keterangan Menteri Pemuda dan Olahraga yang juga Sekertaris Dewan Pembina, Andi Malarangeng selama 10 jam. Andi membantah tudingan Nazaruddin mengenai penerimaan dana Rp20 miliar terkait kepengurusan proyek Hambalang.

Sementara, Ketua Fraksi Demokrat, Nurhayati Assegaf menyerahkan penyelesaikan kasus Hambalang pada penegak hukum. Nurhayati mengatakan bahwa partainya tak akan mengintervensi kasus hukum yang menjerat anggota-anggotanya. "Ini ranah hukum, kalau intervensi tidak baik," kata dia.

Saat ini setidaknya 60 orang telah diperiksa KPK terkait kasus itu, di antaranya istri Anas Urbaningrum, Athiyyah Laila selaku Direktur Utama PT Duta Graha Indah, Manajer Pemasaran PT DGI Mohamad El Idris, mantan Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga Wafid Muharam, dan Kepala Badan Pertahanan Nasional Joyo Winoto.

Selain itu ada anggota Komisi II DPR dari Fraksi Demokrat Ignatius Mulyono, pejabat PT Adhi Karya Mahfud Suroso, Sekretaris Departemen Pemuda dan Olahraga Partai Demokrat Munadi Herlambang, dan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin.

Belum jelas arah kasus Hambalang, proyek senilai Rp1,2 triliun yang berada di Bogor itu kembali membuat berita. Empat titik tanah di kawasan itu juga diketahui ambles, bahkan sejumlah bangunan rubuh. Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Zulkarnaen mentakan, sejak awal pembangunan di Hambalang memang bermasalah.

(ren)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
nesa_gan
30/05/2012
Jadi senjata andalan para musuh demokrat untuk menyerang, dengan media milik lawan politik demokrat, ya demokrat pastinya akan dibombardir. di mata media lawan politik pokoknya salah saja terus
Balas   • Laporkan
papi
30/05/2012
bukan partaimu yang tersandera, tapi mumpung PD masih punya gigi iya kan?
Balas   • Laporkan
ladhu
29/05/2012
loe mentingin golongan loe aj, egois loe!!! pikirin tu rakyak miskin supaya makmur gimane caranya..
Balas   • Laporkan
karimkrikilan
29/05/2012
Rachland Nashidik Sekretaris Departemen Pemajuan dan Perlindungan HAM Partai Demokrat, mengatakan setiap pernyataan anggota Komisi III DPR, Ruhut Sitompul tidak perlu dijadikan referensi.++
Balas   • Laporkan
fan_fan
29/05/2012
Ini Proyek gede bgt, gw saksiin sendiri, Bukit di sentul di sulap jd Senayan, ini Proyek pemborosan uang negara padahal blom perlu2 banget. bukannye infrastruktur dulu. ini proyeknye si Anas sm si Andi cari duit.
Balas   • Laporkan
dulkamid
29/05/2012
Maunya si ruhut cepat diselesaikan. Caranya, KPK menangkap si aktor utama. Siapa aktor utamanya? Si ruhut tahu pasti siapa musuh kelompoknya itu, dan kita juga sudah bisa menebak. Lalu si aktor utama digantung di Monas, begitu maunya barangkali.
Balas   • Laporkan
item_angus | 29/05/2012 | Laporkan
ya emang itu maunya...wkwkwkwkwkwk...
item_angus
29/05/2012
kok baru sekarang merasa tersandera ??? telaaaaaaat....!
Balas   • Laporkan
jurihida | 29/05/2012 | Laporkan
Pak Ruhut kalau bicara selalu telat, makanya menjadi polemik, kasus Hambalang itu kan pembangunannya era Adhiyaksa, makanya dia yang seharusnya bertanggung jawab
mangunkromo
29/05/2012
mau tersandera mau terlena, terhina itu urusan kau itu...yang penting rakyat bisa bahagia makmur jaya sentosza....
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com