POLITIK

"Capres Bukan untuk Harta & Popularitas"

"Kalau uang, alhamdulillah, Allah sudah memberikan cukup untuk saya."

ddd
Sabtu, 5 Mei 2012, 09:21 Ita Lismawati F. Malau
Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (kanan)
Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (kanan) (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)

VIVAnews - Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie, mengungkapkan alasan mengapa dia bersedia menerima dukungan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I se-Indonesia untuk menjadi calon presiden di Pemilihan Umum 2014.

Katanya, bukan untuk mencari harta dan kekayaan, bukan pula untuk mencari popularitas. "Kalau uang, alhamdulillah, Allah sudah memberikan cukup untuk saya. Kalau soal popularitas, saya sudah populer," ujarnya di Desa Brumbungan Lor, Kecamatan Gending, Probolinggo, Jawa Timur, Jumat malam.

Dia mengaku alasan menerima dorongan menjadi capres demi memperbaiki nasib rakyat. Pengalamannya menjadi menteri, terutama saat menjabat menteri koordinator kesejahteraan rakyat, diakuinya cukup untuk mengetahui kenyataan yang dihadapi masyarakat, terutama di perdesaan. Sebab, pada saat itu, ia sering bersentuhan langsung dengan masyarakat di tingkat paling bawah.

"Saya jadi tahu kesulitan masyarakat desa. Saya tahu penderitaan orang yang sedang sakit. Tahu kehidupan orang di perdesaan, bahkan di pegunungan seperti di Papua," terangnya, seraya menceritakan pengalamannya berhubungan dengan masyarakat di Yahukimo, pedalaman Papua.

Untuk memperbaiki nasib rakyat Indonesia itu, Aburizal mengaku telah memiliki dua konsep besar, yakni kemandirian dan kesejahteraan.

Kemandirian berkaitan dengan kemandirian ekonomi yang tidak bergantung pada asing dan ekonomi yang kuat. Kemandirian juga menyangkut aspek pertahanan bangsa. "Kita harus jadi bangsa besar dan kuat, sehingga tidak ada bangsa lain yang berani mengatakan kita indon," tegasnya.

Sedangkan konsep kesejahteraan ialah fokus pada upaya mengangkat kehidupan ekonomi kalangan miskin. Pemerataan kesejahteraan dan pembangunan akan diusahakannya sampai ke pelosok negeri. Ini akan diselaraskan dengan konsep perekonomian yang sedang disusun.

Dia mengatakan Indonesia harus menjadi negara kesejahteraan sebagaimana amanat konstitusi. "Jangan pertumbuhan tinggi tapi yang tinggi hanya pendapatan orang-orang kaya saja. Yang penting pendapatan orang-orang miskin bisa meningkat dengan cepat," paparnya.

Selain itu, Ical juga menjelaskan Golkar sudah menetapkan dirinya sebagai capres dari partai secara resmi melalui keputusan hasil forum Rapat Pimpinan Nasional II tahun 2011. Keputusan ini hanya bisa diubah melalui Rapimnas III di tahun 2012 atau Musyawarah Nasional (Munas), yang merupakan forum tertinggi di partai berlambang pohon beringin itu.

"Kalau tidak dilaksanakan, berarti melanggar AD-ART (Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga). Karena Rapimnas itu adalah forum tertinggi kedua setelah Munas."

Laporan M. Arief Hidayat


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
Kalo harta dah cukup, kenapa masih ngemplang pajak....lapindo rakyat yang bayar (dana APBN)....
Balas   • Laporkan
cengceng
07/05/2012
beresin ganti rugi korban lapindo boss
Balas   • Laporkan
clivis
06/05/2012
tidak mungkin, kalau untuk rakyat juga omong besar. Semua hanya untuk mengamankan aset harta mereka supaya aman juga untuk menambah pundi uang mereka.
Balas   • Laporkan
ialah duitnya udah banyak ya pak, punya klub sepakbola diluar negeri segala ^ ^ .. tapi pak ngomong2, Lapindo gimana pak solusinya ?? kok diserahkan ke pemerintah terus perusahaannya dioper ke pihak lain ??? .. yg demo juga masi masuk tipi tuh ..
Balas   • Laporkan
0206
06/05/2012
Jangan Umbar Wacana!!Waktu Ical Jadi Menk Ekuin SBY Jilid-I,Kerjanya Ngapain Saja,Apalagi Ambisi Ingin Jd RI-1! Ini Perlu Dipertanyakan??Sudah Buktikan Saja Sbg Uji Coba Kepemimpinan,Bayar Dan Tanggung Masalah2 Dan Semua Problem Warga Sidoarjo Dgn TUNTAS!
Balas   • Laporkan
vivagolan
06/05/2012
DIKAU SIH SUDAH BERDUIT BANYAK, TAPI KRONIMU YG KAMU BERI PELUANG UNTUK KORUPSI, SAMA AJA..COY...
Balas   • Laporkan
protista
06/05/2012
tak dukung pak,,,, bapak wis sugih, nek dadi presiden ojo korupsi yo,,, duitmu wis okeh....
Balas   • Laporkan
kuontrol
06/05/2012
k..u..o..n..t..r..o..l..
Balas   • Laporkan
rakyatbetawi
05/05/2012
siapa aja boleh nyalon,..dari mulai tk ojeg sampai penjahat kelas kakap,....tugas kita bukan memaki,...tapi mengkritisi dan membangun kesadaran msyarakat thd calon,..percuma maki tapi tetap terpilih...
Balas   • Laporkan
rakyatbetawi | 05/05/2012 | Laporkan
tidak ada yg salah dgn politik,..namun siapa yg menjalankannya...di alam demokrasi rakyat bodoh adalah sasarn empuk para mafia...
mimemute
05/05/2012
gw pernah dengar sendiri orang punya harley ngomong itu bukanlah kemewahan gak lama doi nyungsep dijalan kelides harley temannya sendiri dan wasalam, kalau bilang kepresidenan adalah hal biasa ya tgg aja apa yg terjadi
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru