POLITIK

Demokrat: Kasus Angie Libatkan Partai Lain

Demokrat tidak percaya golnya satu proyek di DPR hanya 'dimainkan' oknum satu partai saja.

ddd
Jum'at, 4 Mei 2012, 11:11 Ita Lismawati F. Malau, Ismoko Widjaya
Politisi Demokrat Angelina Sondakh terlilit kasus korupsi.
Politisi Demokrat Angelina Sondakh terlilit kasus korupsi. (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Politisi Partai Demokrat Angelina Sondakh terseret kasus korupsi saat pembahasan anggaran di dua kementerian, suap Wisma Atlet SEA Games di Kementerian Pemuda dan Olahraga dan anggaran di Kementerian Pendidikan Nasional. Ketua DPP Partai Demokrat, Didi Irawadi Syamsudin, menilai kasus-kasus tersebut melibatkan oknum legislator dari partai lain, tak hanya Angelina.

Didi menjelaskan, untuk menggolkan proyek yang beraroma korupsi tidak mungkin dilakukan oleh oknum dari satu partai saja, misalnya Demokrat. Sebab, jika hanya dimainkan oknum dari satu partai, anggaran proyek tersebut tidak mungkin disetujui.

"Karena tidak ada partai yang memiliki kekuatan lebih dari 50 persen. Jelas, untuk menggolkan proyek, harus minta dukungan oknum partai lain," kata Didi di Jakarta, Jumat 4 Mei 2012.

Oleh karena itu, Didi menduga kuat aroma korupsi, kolusi, dan nepotisme dalam kasus yang menjerat Angie, sapaan Angelina, terjadi karena oknum lintas partai politik di legislatif. "Kami minta KPK tidak boleh pandang bulu. Sudah saatnya KPK seret semua oknum partai yang terlibat. KPK harus bersihkan Banggar dari partai mana pun yang nakal," kata dia.

Selain itu, Demokrat berharap partai lain tidak resisten dan melindungi kadernya yang nakal. "Baik Golkar, PKS, PDI Perjuangan dan lainnya, mari kita bersama perangi mafia anggaran," imbuhnya.

Awalnya, Angie dijerat dalam kasus Wisma Atlet. Dalam pengembangan, KPK menemukan Angie pun diduga terlibat dalam pembahasan anggaran di Kemendiknas. KPK sudah menahan Angie, Jumat pekan lalu di Rutan KPK.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
paling tdk saat ini didi telah mengakui keterlibatan angelina, demokrat dan mulai menuding partai lain. lumayan .......
Balas   • Laporkan
tai_katak
05/05/2012
Yg jlas PD mau lmpar kslhan dn aib ke prtai lain. Kderisasi moral ditbh PD ggal. Yg trjdi ksksesan smta mnjdikan kder krptr. Spora krptor orba trn ke org2 PD. Shrsnya kder PD yg brsih/tdk krp hrus ambil alih kpmmpnan prtai, klo mau PD kmbli dprcya rkyt.
Balas   • Laporkan
heru.sardjono
04/05/2012
Begitu KPK memiliki cukup alat bukti dalam kasus Angie, mulailah para politikus PD ... mengumbar 'celoteh' dan menebar 'racun fitnah' ... apakah memang demikian cara-cara mereka 'mengelabui' rakyat selama ini ... 'munafik' ... amit-amit mas bro ...
Balas   • Laporkan
DEMOKRAT SUDAH MULAI PANIK, SERET2 PARTAI LAIN. DASAR DEMOKRAT GUDANG KORUPTOR DAN PEMBOHONG BESAR, L A N J U T K A N
Balas   • Laporkan
radenbagus | 05/05/2012 | Laporkan
berarti sebenarnya mereka itu kan sdh mengakui kalo memang ada korupsi anggaran di badan anggaran...ini KPK kan sudah jelas ini
yukchatsex
04/05/2012
saya ga pernah pake BB.....kalo makan Apel saya doyan
Balas   • Laporkan
pakbakul
04/05/2012
si didi anaknya si amir, orang stressssssssssss,,,gw yakin cuman DEMOKRAT DOANG! dasar PENGKHIANAT!
Balas   • Laporkan
buruh2267
04/05/2012
Mmmm .... dasar kadal...!! dulu ngak ngaku, ngebela Angie mati-matian. Sekarang narik-narik orang laen.... Wahai KPK alangkah mulianya bila hanya orang2 dari Partai "kadal" demokrat saja yang di obok-obok sampai tahun 2014. Terimakasih..!!!
Balas   • Laporkan
galang86
04/05/2012
Sudahlah mba angie akui kalo memang ikut terlibat, jadilah justice collaborator, bisa dapet keringanan hukum tersangka-tersangka lain juga bisa kebongkar!
Balas   • Laporkan
cuplin
04/05/2012
Partai komunis kalee......
Balas   • Laporkan
eaaaa...mulai deh cari cari temen untuk diseret ke dalem sumur....
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com