POLITIK

Mega: Pemilu, Kaum Wanita Jangan Tertipu

Megawati juga mengimbau kepada kaum wanita agar tidak mudah tertipu saat proses pemilihan.

ddd
Minggu, 29 April 2012, 19:33 Ismoko Widjaya, Nila Chrisna Yulika
Megawati Soekarnoputri
Megawati Soekarnoputri (Antara/ Yudhi Mahatma)

VIVAnews - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengimbau bagi penyelenggara Pemilu yakni, Komisi Pemilihan Umum untuk bekerja netral. Megawati menilai, proses kerja di KPU termasuk satu hal yang perlu diperbaiki.

"Apa sih yang harus diperbaiki? KPUnya. Sebagai ketua umum partai, saya tahu segala macam," kata Megawati di sela pertemuan cagub DKI Joko Widodo dengan warga Kalimantan Tengah di gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Minggu 29 April 2012.

Megawati menilai, KPU yang netral harus diikuti kenetralan lembaga lainnya. Megawati mengajak semua pihak untuk berkeliling Indonesia, untuk melihat kondisi yang sebenarnya di lapangan. "KPU harus netral, IT-nya harus netral, intelnya harus netral," kata Megawati.

Megawati juga mengimbau kepada kaum wanita agar tidak mudah tertipu saat proses pemilu berlangsung. Karena, kata Megawati, kaum wanita termasuk golongan yang paling mudah ditipu.

"Biasanya ibu-ibu gampang dibohongi. Yang bohongi ya bapak-bapak. Sering dikatakan, sudah jangan datang Bu, sudah diwakilkan," kata Megawati. Lalu, kata Megawati, di kotak suara ternyata ada manipulasi pencoblosan.

"Kertas diambil, dibuka, dilihat, dicoblos, dimasukkan. Bayangkan, hanya 5 menit, tapi kalau salah orang nanggungnya 5 tahun," kritik Megawati.

Maka itu, Mega mengimbau para wanita untuk lebih berhati-hati dalam pemilu atau Pilkada. "Sebaiknya kita berpikir cerdas bagaimana sebaiknya memilih pemimpin," kata Mega.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
tesla21
30/04/2012
g salah ni bu? spt maling teriak rampok
Balas   • Laporkan
benwae
30/04/2012
Gak mungkin lah Bu.., wanita sekarang kan pintar-pintar dan hebat-hebat, gak kaya Ibu yang hanya bisa melihat keburukan orang lain tanpa bisa melihat sisi baiknya sama sekali....
Balas   • Laporkan
0206
30/04/2012
Fakta Membuktikan,PEMILU 2009 Cacat!!Indikasinya MK alias MAHKAMAH KONSTITUSI Memutuskan DPT atau Daftar Pemilih Tetap Amburadul, Terjadi Kecurangan2!!So, Hasil Pemilu 2009 Patut Dipertanyakan!!Lihat, Andi Nurpati Yg BerKasus,Sdh Masuk Partai DEMOKRAT!!
Balas   • Laporkan
kelabanghijau
30/04/2012
Bu Mega, anda harus belajar dulu apa yg disebut dgn DEMOKRASI, jangan asal nyebut nama partai dgn embel2 Demokrasi, tingkah laku anda tidak mencerminkan hal tsb, anda bertindak seperti Ratu, otoriter dan samasekali tdk demokrasi..jadi bercerminlah dulu !
Balas   • Laporkan
kelabanghijau
30/04/2012
jangan juga tertipu dgn anggota partai yg melakukan pesta mesum..hahaha
Balas   • Laporkan
sodom
30/04/2012
Ini berkaitan degan pendidikan politik dan hak bersuara kaum perempuan.. komentar yg masuk kok destruktif ya? mengapa menyerang Ibu Mega sementara beliau tidak menyerang anda?
Balas   • Laporkan
werewolf | 01/05/2012 | Laporkan
mega menggunakan identitas sbg wanita untuk mendapat dukungan kaum wanita. saya yakin wanita indonesia cerdas untuk tidak memilih mega, meskipun wanita.
artanis | 30/04/2012 | Laporkan
secara tidak langsung sudah menyerang tuh, soalnya yang tidak setuju dengan pernyataan ibuk mega adalah tukang tipu kaum wanita, hahaha...
Mega: Pemilu, Kaum Wanita Jangan Tertipu.. Jangan tertipu dengan Mega maksudx...! anda sja betah tipu orang sok ngasi wejangan ke kaum wanita...
Balas   • Laporkan
helpius
29/04/2012
Apalah seorang wanita yang satu ini ya ? apa agamanya ?kok ambisi kali jadi orang no 1,dan apa yang ia perbuat sebelum dan sesudah pemilu?Babe lu,Hatinya kotor,dendam,iri dan dengki
Balas   • Laporkan
siginting
29/04/2012
Presiden gagal sok ngasi wejangan !!!!!! :))
Balas   • Laporkan
werewolf
29/04/2012
Wahai kaum wanita, jangan sampai tertipu oleh rayuan si wanita ini...
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com

Konten ini dikirimkan oleh pembaca anggota VIVAlog