POLITIK

SBY Akan Umumkan Nasib PKS

Presiden SBY juga akan menyampaikan soal nasib menteri PKS dalam kabinet.

ddd
Rabu, 4 April 2012, 17:45 Ismoko Widjaya, Suryanta Bakti Susila
SBY-Boediono bersama ketua umum partai koalisi
SBY-Boediono bersama ketua umum partai koalisi (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)

VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selaku Ketua Koalisi Sekretariat Gabungan sudah mengundang semua ketua umum partai koalisi minus Partai Keadilan Sejahtera (PKS). SBY segera menyampaikan keterangan resmi terkait nasib PKS di koalisi.

"Nanti statement akan disampaikan secara resmi, sampai saat ini saya belum bisa memberikan komentar mengenai keberadaan dan kelanjutan PKS di pemerintah," kata Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Rabu 4 April 2012.

Tetapi, Julian tidak merinci kapan keterangan resmi dari Presiden SBY terkait koalisi akandisampaikan. Dalam pertemuan semalam, semua ketua umum partai koalisi hadir.

Menurut Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dalam akun twitter-nya @anasurbaningrum, mereka yang hadir adalah Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, Ketua Umum PAN Hatta Rajasa, Ketua Umum PPP Suryadharma Ali, dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

Sekretaris Setgab Syarif Hasan usai rapat semalam di Cikeas mengatakan bahwa PKS melanggar etika koalisi. Tetapi, tidak disebutkan apa sanksi dari koalisi terhadap PKS.

Lalu, apakah keterangan resmi SBY nanti juga akan menyinggung soal nasib menteri-menteri PKS? Menurut Julian, Presiden SBY juga akan menyampaikan soal nasib menteri PKS dalam kabinet.

"Itu juga termasuk, bagaimana pun untuk mengangkat dan memberhentikan para menteri sepenuhnya ada di presiden. Jadi saya kira kita mengetahui bapak presiden yang nanti akan memutuskan apakah nanti ada perombakan kabinet," kata Julian.

Mantan Presiden PKS yang juga Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, mengaku selalu mengikuti arahan Presiden. Apakah PKS siap keluar dari partai koalisi Sekretariat Gabungan dan tak lagi berada dalam kabinet?

"Apa bedanya siap dengan tidak siap? Jadi itulah yang kita lihat, bahwa itu hak prerogatif Presiden. Artinya kewenangan itu berada di tangan Presiden," kata Tifatul Sembiring di Kantor Telkom, Jakarta, Rabu 4 April 2012. (sj)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
matahati.ichan
05/04/2012
semestinya menteri yg beres itu di campakkan semauanya dari partai manapun termasuk Demokrat..agar jalur pemerintahan itu terlaksana dgn baik
Balas   • Laporkan
goumez
05/04/2012
yahhh judulnya kurang manteb ..seharusnya SBY SEKELUARGA MENUNGGU NASIB DR ALLOH SWT
Balas   • Laporkan
kusen
05/04/2012
DEMOKRAT cm cr SENSASI utk mnutupi KEBOBROKAN partainya mknya skrg jelekin partai koalisinya yg dianggap ga LOYAL krn bersebrangan ttg BBM...katanya DEMOKRAT tp ga DEMOKRASI
Balas   • Laporkan
nesa_gan
04/04/2012
Selamat untuk PKS, akhirnya keinginan Kader2 agar PKS keluar dari Koalisi telah terwujud
Balas   • Laporkan
muhamad.rokhim | 05/04/2012 | Laporkan
BENAR MAS .. ALHAMDULILLAH PKS TIDAK PERLU BERKOALISI KARENA PKS BUTUH MENJEMBATANI APA-APA YANG BAIK BAGI NEGERI INI BUKAN IKUT BERMAIN DALAM POLITIK INDONESIA YANG MENURUT SAYA SANGAT MENURUN KUALITAS DEMOKRASINYA.
neutral2012
04/04/2012
gile dari komen 1 s/d 10 komen nya disusupi para TAQLIDER BUTA PKS, keliatan nye pade ketajutan mentrinya di copot tuh..!, tajut jatah sumbangan ke partainya berkurang..belum lagi staf2 kroni nya yg diangkat sama mentri2 pks yg culun2 tuh
Balas   • Laporkan
transformer3 | 05/04/2012 | Laporkan
betul mas neutral.. harusnya komen "sebagai mitra koalisi PKS harus mau kompak dunk..dengan kebijakan, gak perlu mikirin rakyat, BBM naik biar aja rakyat pada kelaperan.." Tapi apa iya PKS tega sm rakyat ye..?
masyri | 05/04/2012 | Laporkan
hahahaa...
arieff2008
04/04/2012
"cengeng amat Demokrat", mentang2 partai paling berkuasa bisa seenaknya aja begitu, w rasa PKS ga pantes di setgab Lembek & Cengeng kaya begitu. PKS itu partai yang terlihat dari masyarakat partai yang SOLID dan tidak Cengeng dan juga tidak lembek
Balas   • Laporkan
lalu.arief
04/04/2012
lebih baik PKS keluar dari Koalisi kolor ijo yg tdk jelas fungsi dan manfaatnya. Koalisi yg penuh dgn persekongkolan jahat utk menjerumuskan rakyatnya. sy yakin PKS keluar malah akan mendapatkan simpati dari rakyat banyak.
Balas   • Laporkan
kaguza
04/04/2012
pak presiden yg terhormat!! bijaklah dalam mengambil keputusan pak...jangan sampai menimbulkan pro dan kontra yg bisa menimbulkan keretakan sesama parpol pak!!
Balas   • Laporkan
esapeti
04/04/2012
PKS = Partai Kita Semua Indonesia bukan negara kerajaan jadi jgan seenaknya depak PKS dari koalisi, terima perbedaan dgn lapang dada, apalagi PKS merupakan salah satu partai terbesar yg Pro Rakyat, Hidup PKS... takutlah hanya kepada tuhan...tq
Balas   • Laporkan
alfi.rudi | 05/04/2012 | Laporkan
PKS tunggu dikeluarin aja biar rakyat melihat yang mana pro rakyat.demokrat payah mau aja dikibulin sama partai lain kacian
fadilfdl
04/04/2012
emang partai2 koalisi yg dukung bbm naik cuma mo cari kekuasaan...mkn tuh kursi menteri,,,dia pd lupa kl yg bwt dia bisa jd pejabat krn rakyat,...tp justru paratai yg pro rakyat malah didepak.....maju trus pks....rakyat mendukungmu....
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com

Konten ini dikirimkan oleh pembaca anggota VIVAlog