POLITIK

Mengapa Demokrat Setuju Usul Golkar Soal BBM?

"Ini kompromi jalan tengah bagi semua partai yang menetapkan kisaran angka."

ddd
Sabtu, 31 Maret 2012, 13:54 Elin Yunita Kristanti, Ismoko Widjaya
Sidang paripurna dini hari tadi berlangsung alot
Sidang paripurna dini hari tadi berlangsung alot (Antara/Ismar Patrizki)

VIVAnews -- Sidang paripurna yang berlangsung alot hingga dini hari tadi akhirnya mengerucut ke sebuah keputusan: menambah ayat 6a dalam Pasal 7 ayat 6 Undang-undang APBN 2012.

Dalam pasal tambahan itu, pemerintah dimungkinkan menaikkan atau menurunkan harga bahan bakar minyak bila harga rata-rata minyak mentah Indonesia (ICP) dalam kurun waktu enam bulan naik atau turun hingga lebih dari 15 persen dari asumsi APBN-P 2012, sebesar US$105 per barel.

Keputusan yang ditentukan lewat voting itu serupa benar dengan usulan Golkar. Sementara Demokrat yang awalnya mengusulkan ICP paling kecil, 5 persen, terkesan mengalah.

Mengapa Demokrat lantas sepakat dengan Golkar?

Ketua DPP Demokrat, Didi Irawady mengungkapkan alasannya. "Karena apa yang ditawarkan Golkar adalah hasil kompromi politik yang merupakan jalan tengah yang bisa ditoleransi," kata dia kepada VIVAnews.com, Sabtu 31 Maret 2012.

Terutama, dia menambahkan, ada kesepakatan menyangkut pasal pelarangan kenaikan harga BBM dicabut, apabila harga minyak dunia melebihi 15 persen. "Ini kompromi jalan tengah bagi semua partai yang menetapkan kisaran angka yang bervariasi antara 5 persen hingga 20 persen."

Didi menambahkan, prinsipnya bagi anggota koalisi yang sepakat -- Demokrat, Golkar, PAN, PKB dan PPP -- adalah untuk menyelamatkan ekonomi nasional. "Yang sejatinya untuk menyelamatkan rakyat juga. Partai koalisi setuju dan mendukung kebijakan pemerintah untuk menyelamatkan ekonomi nasional," kata dia.

Keputusan itu, dia menambahkan, adalah untuk mengawal APBNP agar tetap sehat. "Apabila ada kenaikan harga BBM mutlak rakyat miskin diberi bantuan."

Koalisi yang sepakat dengan penambahan ayat, kata dia, menyetujui pengalihan subsidi BBM ke hal lain yang lebih penting bagi rakyat miskin. "Antara lain untuk mengoptimalkan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pemberian bantuan langsung sementara, raskin, dan bantuan transportasi."

Menyangkut pasal 7 ayat 6 RUU APBNP 2012, anggota koalisi, sepakat apabila rata-rata minyak Indonesia mengalami kenaikan lebih dari 15 persen, maka pemerintah diberikan ruang untuk menyesuaikan kenaikan harga BBM bersubsidi dengan segala kesiapannya. "Naik turunnya BBM merupakan domain pemerintah," tambah dia.


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
nesa_gan
02/04/2012
Selanjutnya tinggal menunggu kekreatifan Pemerintah dalam mengelola anggaran, dan DPR cuma bnyak bicara saja. Ujung2nya Pemerintah yang dibikin repot. Ingatlah BBM naik karena harga minyak dunia naik. Pemerintah malah memberi subsidi lebih tinggi
Balas   • Laporkan
pangeranrevolusi
01/04/2012
Kalau Pangeran Revolusi jadi Presiden,program 3 hari pertama adalah MENURUNKAN HARGA BBM dan Review ulang Kontrak Migas dengan PIHAK ASING
Balas   • Laporkan
kikidikkie | 02/04/2012 | Laporkan
(kalo....) sy pilih pangeranrevolusi!!!!!
sama saja biar rakyat di subsidi, barang barang juga naik
Balas   • Laporkan
ya pasti setujulah orang 11-12 kok demokrat sm golkar ... mungkin 90 persen orang demokrat bekas golkar ...
Balas   • Laporkan
deariola | 01/04/2012 | Laporkan
atau bilang aja jiper/takut sama yg demo gede2an di luar gdg DPR
suar.jaya2
01/04/2012
sby gagal dlm pemerintahan ini....kita aja yg salah milih beliau....nyesal aku...
Balas   • Laporkan
gagalterus
01/04/2012
presiden terpilih 2014 kalo berani menaikan harga BBM "PASTI AKAN DIDEMO BESAR2AN DAN ANARKIS" karena demo besar2an dan anarkis efektif menolak kenaikan harga BBM
Balas   • Laporkan
tonisaja
01/04/2012
Demo sekarang udah gk murni gk sprt 98 , banyak kepentingan politik (sekalian pada iklan) soalnya dua tahun lagi pemilu, partai berani membiayai sebesar2nya ditambah lagi ada partai baru2 yg lagi cari masa biar dikata Pahlawan pokoknya "Taik lah"
Balas   • Laporkan
azzzzu | 01/04/2012 | Laporkan
Emang ada partai yg mikirin rakyat? Kalo ada berarti anda ketipu.... :) Kalo soal demo, murni/tidak biar rakyat yg menilai.
grayak
31/03/2012
yang jelas kita semua gak mau tahu anak cucu , maunya kita habiskan minyak sekarang ,, dan bisa nikmati minyak subsidi untuk dijual keluar ,, hehehe untungnya banyak boss . ayo slundupkan minyak selagi masih subsidi... dasar Mental Bejad
Balas   • Laporkan
bio13
31/03/2012
PD gak berani lawan PG. Murid koq berani lawan guru! Kualat. Hancur....hancur....
Balas   • Laporkan
karyosolo
31/03/2012
GOLKAR-DEMOKRAT : saling menjilat sesama penjilat
Balas   • Laporkan
andi_pangeran | 31/03/2012 | Laporkan
BETUL sekali Bung GOLKAR itu khan warisan ORDE BARU


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru