POLITIK

ESDM: Waktu Kenaikan BBM Terserah Pemerintah

Keputusan naik tidaknya harga BBM nantinya ada di tangan pemerintah.

ddd
Jum'at, 30 Maret 2012, 15:19 Syahid Latif, Sukirno
Petugas SPBU milik Pertamina.
Petugas SPBU milik Pertamina. (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)

VIVAnews - Walau yakin bakal mendapatkan dukungan Dewan Perwakilan Rakyat, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Widjajono Partowidagdo, belum dapat memastikan waktu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Persetujuan yang diberikan DPR dalam rapat paripurna kali ini hanya memastikan pemberian kewenangan kepada pemerintah untuk menaikkan atau tidak harga BBM bersubsidi sesuai ketentuan yang ada. Dengan persetujuan itu, keputusan waktu kenaikan harga BBM nantinya berada di tangan pemerintah.

"Ya, kalau harga minyak mentah Indonesia selama sekian hari sudah di atas lima persen, maksimal 30 hari sejak kenaikan itu, pemerintah harus memutuskan kenaikan atau tidak," kata Wamen ESDM.

Menurut Widjajono, pemerintah bisa saja menaikkan harga BBM pada Mei mendatang. Namun, jika harga minyak mentah Indonesia sudah lebih lima persen dari US$105 per barel (harga ICP yang ditetapkan pemerintah), maka kenaikan harga BBM bisa dilaksanakan kapan saja.

"Sekarang sudah naik lima persen belum? Kalau sudah, ya boleh naik, ini kan interpretasi," ujarnya.

Widjajono menyayangkan jika DPR pada akhirnya tetap tidak menyetujui kenaikan harga BBM bersubsidi. Dia beralasan, subsidi energi yang ditanggung pemerintah saat ini sudah terlampau besar.

"Kalau tidak boleh dinaikkan, ya susah. Masa mau dihabiskan subsidi begitu banyaknya, kan sayang. Jadi, kalau saya sih inginnya naik. Karena kalau tidak naik, energi lain tidak akan muncul," tuturnya.

Dikutip dari laman esdm.go.id, harga rata-rata ICP selama Januari 2012 tercatat sebesar US$115,91 per barel. Sementara itu, pada Februari 2012, harga rata-rata ICP kembali naik ke level US$122,17 per barel. 

Selama dua bulan terakhir 2012, harga rata-rata ICP telah mencapai US$119,4 per barel. (art)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
benn.mc.fly
31/03/2012
emang ini negri bapak mu ?? hingga bisa sesuka mu menaikkan harga...
Balas   • Laporkan
tukik
30/03/2012
Sekarang jelas sudah, ternyata dari berita2 di VIVANEWS tentang opsi kenaikan BBM itu karena SEMUA INSTANSI PADA BOROS dalam menggunakan UANG RAKYAT sudah begitu di KORUPSI lagi, aaarrrgggghhhhh.....
Balas   • Laporkan
masgoeroe
30/03/2012
naik 500 perak aja dulu..donk..
Balas   • Laporkan
nursolichin
30/03/2012
kapan ya keputusan ada ditangan rakyat??
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru