POLITIK

Golkar: Jafar Nonaktif, Kami Tak Ikut Campur

Ketua Fraksi Demokrat dicopot karena mengatakan Aburizal usul BBM naik ke harga Rp2.000.

ddd
Jum'at, 30 Maret 2012, 11:26 Anggi Kusumadewi, Nila Chrisna Yulika
Presiden SBY bersama Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie.
Presiden SBY bersama Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie. (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)

VIVAnews – Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Priyo Budi Santoso menegaskan, partai mereka tidak ikut campur urusan Partai Demokrat yang menonaktifkan ketua fraksi mereka dari jabatannya.

“Betul, kami terganggu dengan pemberitaan mengenai Ketua Fraksi Demokrat yang menyebut Pak Aburizal mengusulkan opsi kenaikan harga BBM Rp2.000 pada Presiden. Tapi Fraksi Demokrat sudah menjelaskan dan memastikan itu tidak benar. Jadi kami tidak mau ikut campur urusan Demokrat,” kata Priyo di Gedung DPR RI, Senayan, Jumat 30 Maret 2012.

Priyo sendiri berpendapat langkah Demokrat yang sampai menonaktifkan ketua fraksinya, Jafar Hafsah, terlalu keras. “Setahu saya Pak Jafar itu orang baik, dan hubungan Golkar dengan dia baik. Kami bahkan sering duduk bersama,” ujar Wakil Ketua DPR itu.

Semalam, Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum mengumumkan mengambil alih tugas dan tanggung jawab Ketua Fraksi Demokrat dari tangan Jafar Hafsah, termasuk dalam hal koordinasi pembahasan kenaikan harga bahan bakar minyak yang bakal diputuskan di rapat paripurna DPR, Jumat 30 Maret 2012.

Jafar dicopot dari jabatannya karena sebelumnya ia mengatakan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie sempat mengusulkan kenaikan harga BBM pada harga Rp2000 per liter saat bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas. Anas kemudian membantah ucapan Jafar itu.

“Kami mengoreksi pernyataan Ketua Fraksi Partai Demokrat terkait pernyataannya soal Ketua Umum Partai Golkar bahwa Partai Golkar mengusulkan kenaikan harga BBM dengan harga tertentu yang kemudian menyebabkan kesalahpahaman dalam dinamika politik. Saya mengoreksi bahwa penyataan itu tidak benar,” tegas Anas di Gedung DPR RI, Kamis malam 29 Maret 2012.


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
yah beginilah kalo terlalu jujur
Balas   • Laporkan
psti skarang jafar mrasa trzalimi & lg mikir pngin pindah ke prtai lain atw mo bikin partai demokrat tandingan...
Balas   • Laporkan
dulkamid
01/04/2012
Ha ha ha mau menghantam Golkar, malah jatuh sendiri. Nasibmu Jafar, gak ada lagi teman mu yang bela. Kesian. Besok-besok kalau ketemu Ical, membungkuk dalam dalam, kalau ketemu Bos BeYe biasa saja. Lha jauh lebih sakti Ical daripada Bos mu itu.
Balas   • Laporkan
lebay
30/03/2012
partai dagelan yg besar karena pencitraan, politisinya karbitan, ketua umumnya kepilih pake duit..cuih..
Balas   • Laporkan
0101
30/03/2012
penjilat akhirnya di pecat kaciaaan deh loe muka tembok
Balas   • Laporkan
0101
30/03/2012
mati la wkwkwkw
Balas   • Laporkan
ewinlilim
30/03/2012
Jafar Hapsah bikin blunder lagi...kemarin kasus menempatkan Angelina Sondakh di komisi hukum setelah dijadikan tersangka...
Balas   • Laporkan
koomingpoek
30/03/2012
mau di pecat,di ceburkan kek bodo amat ...bubar tuh partai.akan lebih baik unt negri ini...
Balas   • Laporkan
mayoritas.com
30/03/2012
dagelan politik lagi ....disisi lain rakyat sibuk menunggu keputusan harga besear jadi berapa per kilo? lauk pauk jadi berapa? disaat yang sama penghasilan mereka tidak bertambah, hanya pengeluaran yang bertambah...dan bapak elit malah ndagel
Balas   • Laporkan
lienjoe76 | 30/03/2012 | Laporkan
betul sob........ g ada sense of kemiskinan.. ckckckck....!!!
andew | 30/03/2012 | Laporkan
betul gan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru