POLITIK

Tak Ada Calon Independen Menang Pilkada 2011

Data itu berdasarkan pilkada di 8 provinsi, 92 kabupaten, dan 10 kotamadya.

ddd
Senin, 20 Februari 2012, 17:25 Ismoko Widjaya, Mohammad Adam
Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary dan anggota KPU I Gusti Putu Artha
Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary dan anggota KPU I Gusti Putu Artha (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)

VIVAnews - Sepanjang tahun 2011 sampai Januari 2012, baru 87 dari 115 daerah yang menggelar pemilihan kepala daerah. Dari 87 daerah yang sudah menggelar pilkada itu, baru 50 yang melaporkan ke Komisi Pemilihan Umum.

Dari laporan yang ada, ternyata Komisi Pemilihan Umum menemukan fenomena menarik. Yakni, pasangan calon terpilih yang memenangkan pilkada didominasi kandidat yang diusung partai politik.

"Pasangan calon perseorangan masih belum memperoleh dukungan yang signifikan dari masyarakat," kata Ketua KPU Abdul Hafiz Anshar dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi II DPR RI, Jakarta, Senin 20 Februari 2012.

Fenomena ini juga terjadi pada 2010. Bahwa pasangan gabungan partai politik lebih banyak memenangkan pemilihan daripada pasangan perseorangan atau independen. Data itu berdasarkan pilkada di 8 provinsi, 92 kabupaten, dan 10 kotamadya.

Sedangkan calon pasangan kepala daerah yang diusung hanya dari satu partai politik, baru tercatat menang di dua daerah. "Yaitu di Kabupaten Lembata, NTT dan Kabupaten Kalimantan Barat," kata Hafiz.

Pilkada di Kabupaten Lembata, NTT dimenangkan pasangan dari PDI Perjuangan yakni Eliaser Sunur dan Viktor Mado Wutun. Sedangkan dari Kabupaten Landak, Kalimantan Barat dimenangkan Adrianus Asia Sidot dan Herculanus Heriadi. "Selebihnya pasangan calon terpilih diusung oleh beberapa parpol," kata Hafiz.

Hal menarik lainnya, lanjut Hafiz, gabungan partai politik yang mengusung pasangan terpilih itu sangat bervariasi. "Bahkan dalam satu provinsi koalisinya tidak sama," kata Hafiz. (umi)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
dulkamid
03/04/2012
Parpol memang mesin politik yang hebat, efektif dan efisien!! Dijamin!! Dijamin jadi Kepala Daerah atau sebaliknya, calon, dijamin bangkrut diporoti parpol.
Balas   • Laporkan
yudhadutautama
21/02/2012
tak bs dipungkiri peran koalisi partai memang sangat penting untuk mengeruk suara. Calon independent jk ingin menang hrus mbuat tim penjaring suara yg cerdik jg dong
Balas   • Laporkan
Ini namanya demokrasi tergantung "fulus.." makin banyak fulus, makin banyak parpol yg support alias nimbrung.. hahaha.. negara demokrasi yg aneh
Balas   • Laporkan
nurasep
20/02/2012
demokrasi independent yess....
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru