POLITIK

Gerindra Larang Anggota Masuk Ruangan Rp20 M

"Buat Partai Gerindra, masuk saja kita larang, apalagi duduk di dalam ruang sidang itu."

ddd
Selasa, 17 Januari 2012, 12:36 Elin Yunita Kristanti, Mohammad Adam
Ruang Banggar DPR Rp20 miliar
Ruang Banggar DPR Rp20 miliar (ANTARA/Yudhi Mahatma)

VIVAnews -- Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, melarang anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR dari fraksi partainya untuk memasuki ruang rapat yang baru. Ruangan yang megah itu memakan biaya Rp20 miliar.

Ruang rapat itu, menurut Muzani, masih menjadi masalah yang belum dapat dijelaskan. Publik, menurut dia, sangat menyoroti kejanggalan renovasi ruang rapat baru untuk Banggar tersebut.

Oleh karena itu, Muzani menyerukan kepada anggota fraksi partainya yang duduk di Banggar agar tidak memasuki ruang bermasalah tersebut.

"Bisa saja kami memerintahkan anggota kami jangan sekali-sekali duduk di ruangan itu, yang duitnya tidak jelas," ujar Muzani di DPR RI, Jakarta, Selasa 17 Januari 2012.

Sekarang, menurut Muzani, persidangan Banggar memang belum intensif. Diperkirakan pada bulan April mendatang intensitas rapat Banggar akan tinggi.

"Buat Gerindra masuk saja kita larang, apalagi menduduki dalam sidang, karena masih banyak ruangan," kata Muzani.

Muzani menambahkan, perihal serupa mengenai proyek renovasi dan pembangunan berbiaya tinggi dan mendapat sorotan publik ini tidak boleh terjadi lagi di masa mendatang.

Menurutnya, sebagai lembaga publik DPR mesti dapat menjadi contoh pelaksanaan akuntabilitas dan transparansi anggaran. "Masyarakat kadang-kadang ingin menjadikan DPR prestise-nya lebih tinggi dari eksekutif. Dituntut oleh masyarakat bahwa DPR harus jadi contoh itu, karena yang duduk di DPR adalah orang-orang pilihan rakyat, yang beda dengan eksekutif, mereka ditunjuk," kata Muzani.

Oleh karena itu, menurut Muzani, para wakil rakyat di DPR mesti melakukan pembenahan ke depan. "Ke depan harus betul-betul diseriusi, yang di BURT ada koordinasi, pengganggaran yang diusulkan alat kelengkapan disesuaikan kebutuhan, jangan salinf melempar. Semua bilang tidak tahu tapi proyek terlaksana," kata Muzani. (ren)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
frogman
17/01/2012
2014....bullshit...prove me I'm wrong....
Balas   • Laporkan
rei_99330100
17/01/2012
tidak ada logikanya, jika pemilu besok GERINDA jadi pemerintah situasi ini berubah menjadi lebih baik...
Balas   • Laporkan
babeku
17/01/2012
PAN...Gerindra... mana lainnya...kalo masih punya nurani... gak usah masuk ruangan... atau mundur dari keanggotaan banggar... biar tau yang salah seleh..
Balas   • Laporkan
galang86
17/01/2012
wow terobosan yang sangat luar biasa, tapi begini emg partai oposisi..nanti kalo udah waktunya berkuasa baru deh keliatan belangnya..
Balas   • Laporkan
sharef
17/01/2012
Awas dan hati2 jgn tertipu dengan ucapan2 yg manis..
Balas   • Laporkan
najwa2007
17/01/2012
DPR= DEWAN PENGHISAP HATI NURANI RAKYAT,... sial saja....karena ketahuan publik...renovasi jadi bumerang.... kalau nggak ketahuan....bagi2 Fee dong..di belakang. ya gan
Balas   • Laporkan
prima54
17/01/2012
Jangan cuma dilarang amsuk ke ruangan Banggar dong, kalo emang peduli dgn nasib rakyat kecil, kader Gerindra harus berani mundur dari anggota Banggar seperti yg dilakukan kader PAN. Berani gak tuh Gerindra.. Jangan cuma omong doang gak ada aksi.
Balas   • Laporkan
elloco
17/01/2012
Nasi udah jadi bubur,udah tanggung jurangan..
Balas   • Laporkan
Terlalu lebay, cari simpati rakyat ya pak......?
Balas   • Laporkan
bagol85
17/01/2012
saya pak kalau ngak ditempati, soalnya udah dibangun, mau diapakan lagi orang anggarannya udah dibayar oleh kontraktor.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com