POLITIK

SBY: Parpol Koalisi Bukan Penentu Kebijakan

"Tapi dalam real politic, saya memang minta pandangan atau masukan."

ddd
Kamis, 13 Oktober 2011, 18:27 Umi Kalsum, Fadila Fikriani Armadita
SBY-Boediono bersama ketua umum parpol koalisi di Cikeas
SBY-Boediono bersama ketua umum parpol koalisi di Cikeas (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)

VIVAnews - Meski terang-terangan meminta saran enam partai politik yang menjadi partner pemerintah soal reshuffle dan kebijakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memastikan parpol koalisi tidak memiliki peranan dalam setiap keputusan yang diambilnya.

"Bukan koalisi yang menentukan kebijakan pemerintah, tapi Presiden. Tapi dalam real politic, saya memang minta pandangan atau masukan agar kebijakan yang diputuskan menjadi lebih baik dan sempurna," kata Presiden SBY perihal kesepakatan yang dibuat antara dia dan enam pimpinan parpol koalisi di kediaman pribadinya Puri Cikeas, Gunung Putri, Bogor, Kamis 13 Oktober 2011.

SBY berharap kebersamaan dengan jajaran koalisi bisa memperkuat setiap kebijakan pemerintah terkait undang-undang dan APBN, mengingat parpol koalisi memiliki perwakilan di DPR.

"Ini yang tidak kalah penting, diharapkan hubungan pemerintah dengan DPR di masa depan berlangsung sehat dan konstruktif agar tidak terjadi opportunity loss," kata SBY.

SBY pun berharap agar parlemen bisa melakukan kontrol dengan baik dan pemerintah berkewajiban membuat kebijakan yang baik. "Kita tidak ingin mengalami masalah politik yang sebenarnya tidak membawa manfaat bagi rakyat, kehilangan momentum dan peluang. Masih banyak waktu yang tercecer. Dan ini perlu semangat dan kultur baru antara pemerintah dan DPR," kata dia.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
galang86
14/10/2011
Iya dong! yg punya hak prerogatif kan bapak jangan mau tersandera partai politik !
Balas   • Laporkan
ajengjoy
14/10/2011
hormati apa yg diatur oleh UU dalam tugas yang dilakukan SBY karena biar bagaimanapun dia adalah seorang presiden
Balas   • Laporkan
Sadjugo PS
14/10/2011
Sudahlah pak SBY, otoritas ada di tangan anda, bertindaklah tegas, ingat waktumu tinggal beberapa bulan, cukupkah untuk membenahi negara ini? ataukah anda akan menjadi Presiden RI pertama yang jadi pecundang?
Balas   • Laporkan
horas79
14/10/2011
Yg punya kewenangan kan Presiden, bukan partai koalisi. Jadi Pak presiden gunakan saja hak prerogatifnya secara penuh. Rakyat mengamanahkan kpd Bapak jadi jangan membuat rakyat kecewa. Copot menteri yg kinerjanya buruk, apalagi yg sering bertolak belakang
Balas   • Laporkan
garudamas
13/10/2011
udah yang tegas aja pak SBY, rakyat mendukungmu 60% rakyat memilihmu..menteri itu kan pembantu, tinggal copot aja kalo gak rebes kerjanya,apalagi yg suka ngancem ngancem..tau kan??
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com

Konten ini dikirimkan oleh pembaca anggota VIVAlog