POLITIK

"Kenaikan Gaji PNS Harusnya Tak Usah Disebut"

Rencana kenaikan gaji PNS/TNI yang disebut dalam pidato SBY bisa memicu inflasi.
Selasa, 17 Agustus 2010
Oleh : Ismoko Widjaya, Gestina Rachmawati
Megawati Soekarnoputri pidato

VIVAnews - Pidato kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kemarin menyebut soal kenaikan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan prajurit TNI. Pidato presiden terkait kenaikan gaji itu mendapat kritik pedas dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

"Dengan disebutkannya kenaikan gaji itu justru akan memancing problem masalah perekonomian. Melalui kenaikan-kenaikan harga yang sekarang saja sudah sangat tidak bisa dihentikan," kata Megawati.

Hal itu disampaikan Megawati Soekarnoputri usai menghadiri upacara pengibaran bendera Hari Ulang Tahun RI ke-65 di Kantor Pusat PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa 17 Agustus 2010.

Megawati khawatir, pernyataan SBY dalam pidato soal kenaikan gaji itu bisa memicu inflasi dan  defisit yang semakin membengkak. Kalau itu sudah terjadi, Megawati bertanya, apa yang harus dilakukan?

"Tadi saya sebutkan, dengan kenaikan gaji harusnya dihitung dulu secara lebih baik. Apakah hanya dengan suatu kenaikan yang saya lihat dan kita ketahui," tanya mantan Presiden sebelum SBY ini.

Apalagi, kata Megawati, saat ini jumlah PNS mencapai 4 sampai 5 juta orang.

Dalam pidato SBY disebutkan, pemerintah berencana menaikkan gaji pokok Pegawai Negeri Sipil/Tentara Nasional Indonesia/Polisi dan pensiunan rata-rata 10 persen. Pemerintah juga tetap akan memberikan gaji bulan ke-13 bagi PNS/TNI/Polri dan pensiunan.

Melalui kebijakan ini, penghasilan PNS dengan pangkat terendah, meningkat dari Rp1,89 juta menjadi sekitar Rp2 juta. Khusus bagi guru dengan pangkat terendah pendapatannya meningkat dari Rp2,5 juta menjadi  Rp2,65 juta.

"Perbaikan pendapatan itu diharapkan agar para guru dapat melaksanakan tanggungjawabnya sebagai pendidik generasi mendatang bangsa," kata Presiden dalam pidatonya kemarin.

Sementara itu, bagi anggota TNI/Polri dengan pangkat terendah, penghasilannya meningkat dari Rp2,5 juta menjadi Rp2,62 juta.

Dalam pidato kemarin, SBY juga mengatakan pemerintah akan menjaga defisit anggaran pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2011 sebesar Rp115,7 triliun.

Jumlah ini turun Rp18,1 triliun atau sekitar 13 persen dari target defisit anggaran dalam APBN-Perubahan 2010 sebesar Rp133,7 triliun atau 2,1 persen terhadap produk domestik bruto.

"Target defisit ini 1,7 persen terhadap PDB," kata Presiden SBY saat Pidato Kenegaraan di depan DPR, di Jakarta, kemarin. (umi)

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found