POLITIK

RUU Kesetaraan Gender Target Disahkan 2011

Dengan RUU ini, dorongan pengarusutamaan gender akan lebih kuat

ddd
Selasa, 25 Mei 2010, 21:07 Arfi Bambani Amri
Linda Agum Gumelar
Linda Agum Gumelar (Antara/ Widodo S Jusuf)

VIVAnews - Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari Gumelar, berharap Rancagan Undang-Undang (RUU) tentang Kesetaraan dan Keadilan gender dapat disahkan pada 2011. Undang-Undang tersebut mengoptimalkan pengarustamaan gender (PUG) di segala sektor pembangunan. “Sekarang sudah masuk program legislasi nasional, mudah-mudahan tahun 2011 bisa selesai,” ujar Linda di Bandung, 25 Mei 2010.

Linda menilai RUU tersebut sangat dibutuhkan. Selama ini PUG hanya diatur dalam bentuk Instruksi Presiden (Inpres).“Apabila PUG diatur dalam undang-undang maka pelaksanaan PUG akan lebih optimal dibandingkan dalam bentuk Instruksi Presiden,” ujar istri Agum Gumelar ini.

Kebijakan PUG diatur dalam Inpres Nomor 9 Tahun 2000. Inpres ini hanya mengatur menteri, kepala lembaga pemerintah nondepartemen, pimpinan kesekretariatan lembaga tertinggi/tinggi negara untuk melaksanakan PUG.

“Kalau masalah PUG ini sudah diatur Undang-undang tersendiri maka penanganan masalah PUG tidak hanya dikelola oleh eksekutif dan legislatif saja, namun oleh semua,” ujarnya.

Laporan Iwan Kurniawan | Bandung



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
choro
26/05/2010
wah klo disahkan berarti para wanita sudah seharusnya tak boleh lg protes atas sikap pria yg tak mengalah trhdp mereka, misal memberikan tmpt duduk di kendaraan umum, atau dalam pekerjaan sesuai dengan kesetaraan gender maka sudah sewajarnya para wanita m
Balas   • Laporkan
Dean
25/05/2010
Sekalian Bu, coba organisasi Drama Wanita direview. Udah nggak sejalan sama zaman. Lagian saat ini harusnya wanita dibebaskan untuk berkiprah di lahan yang dia suka, jangan lagi disuruh ikutan organisasi di kantor suami, karena. 1. ngabisin waktu si wanit
Balas   • Laporkan
rar@
25/05/2010
urgensinya apa sih pengusung PUG ini....???? malah bikin RIBET aj....di negara2 pengusung Gender.. malah udah pada insaf tuh...krn ide ini g ada untungnya...
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com