POLITIK

Kisah Berkelahi di Parlemen Beberapa Negara

Rakyat Indonesia jangan 'kecil hati', karena rusuh di parlemen bukan hanya terjadi di sini

ddd
Rabu, 3 Maret 2010, 10:18 Ismoko Widjaya
Ricuh Paripurna Pansus Angket Century
Ricuh Paripurna Pansus Angket Century  

VIVAnews - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI yang terhormat kemarin nyaris baku hantam, rusuh dan tidak terkendali. Rakyat Indonesia jangan 'kecil hati', karena rusuh di parlemen bukan hanya terjadi di negeri kita yang tercinta ini.

Kemarin, Selasa 2 Maret 2010, anggota DPR RI nyaris baku pukul. Saling teriak, melemparkan buku ke Ketua DPR, bahkan pimpinan DPR diserbu puluhan anggota dewan lainnya.

Ketua DPR Marzuki Alie dievakuasi. Akbar Faizal dari Hanura mengambil-alih podium utama. Akbar juga dievakuasi. Semua berpangkal dari Panitia Khusus (Pansus) Angket Century.

Indonesia tidak sendiri. Pada Desember 2008 dan Januari 2009 anggota parlemen di Korea Selatan ricuh. Bahkan bentrok.

Anggota parlemen dari kubu oposisi, Democratic Party, terlibat aksi bentrok dengan partai yang berkuasa, Grand National Party.

Itu bukan hanya rusuh, tapi sudah bentrok dan saling pukul. Video-video yang beredar di youtube bahkan menyebut aksi perkelahian itu dengan judul 'Kung Fu Fight at Korean Parliament'.

Penyebabnya, oposisi menolak keras beberapa Rancangan Undang-Undang. Ada yang soal perdagangan bebas dengan Amerika Serikat, hak pada bisnis media penyiaran, potongan pajak penduduk kaya, serta aturan kepemilikan bank oleh konglomerat.

Anggota Parlemen Korea Selatan saat itu terdiri dari 229 kursi dengan komposisi 172 kursi milik partai berkuasa. Sisanya, oposisi.

Adu kecerdasan, kepiawaian bersilat lidah sudah tak ampuh lagi di gedung dewan yang terhormat. Pada 12 November 2008, kericuhan dan saling pukul terjadi di Ukraina.

Saling tonjok tidak hanya terjadi di podium utama. Tetapi di balkon atas tempat duduk anggota dewan. Kericuhan dipicu saat pemungutan suara untuk mengganti Ketua Parlemen Arseni Yatsen Yuk.

Pemungutan suara di parlemen itu, semakin membuka konflik antar kekuatan politik utama Ukraina. Yatsen Yuk disebut-sebut sebagai sekutu Presiden Ukraina Victor Yuschenko. Dia memutus aliansi dengan Perdana Menteri Yulia Thimosenko.

Begitu juga saling tonjok pukul dan menarik-narik rambut terjadi di beberapa tempat. Di Duma (Rusia), Taiwan, Bolivia, hingga Suriname. Bahkan yang terjadi di Taipei, Taiwan lebih 'menarik'.

Saat seorang anggota dewan wanita sedang membacakan pandangannya, tiba-tiba datang anggota dewan lain ke podium utama. Plak! Anggota dewan mendatangi podium utama itu menampar pipi kiri si wanita yang sedang membaca pandangannya. Saling pukul pun tak terhindarkan.

Jadi, anggota DPR RI kita yang terhormat tidak perlu malu, bahwa kerusuhan dan kericuhan dalam ruang sidang bukan hanya terjadi di negeri ini. Tapi juga di beberapa belahan dunia lainnya.

ismoko.widjaya@vivanews.com

Baca juga:

1. Soal Century, golkar siap kompromi
2. Amanat Prabowo soal Century
3. FIFA kaji hapus Offside
4. Kapolri: Jangan ada yang khianat ke Polri
5. Bocah 9 tahun bodoki penculik
6. Misbakhun jaminkan kapal tanker ke Century



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
jony gudel
04/03/2010
Wahai para anggota DPR, jika kalian bentrok antar sesama anggota DPR nggak apa apa. Memang harus begitu agar kami tahu memang anda berjuang untuk kebenaran. Karena jika yang salah nggak sadar, ngotot/bertahan dan arogan, maka dengan jalan seperti itu mere
Balas   • Laporkan
surip
04/03/2010
GEBLEKK...
Balas   • Laporkan
Khairul Batubara
04/03/2010
Dengan kata " RAKYAT INDONESIA JANGAN KECIL HATI" berarti Viva News bangga dengan ulah wakil rakyat yang katanya terhormat tapi perilakunya kayak BANG SaAT
Balas   • Laporkan
agnie
04/03/2010
ini sih bukan dewan yg terhormat lg sikap dan perilakux udh ndk mencerminkan semua itu, percuma jd anggota dewan terhormat kalo kerjax cm adu fisik doank.... adu otak donk........
Balas   • Laporkan
mUSLIMIN
04/03/2010
Kalo Angota DPR bisanya maen baku hantam, saya malu dan menyesal rasanya memilih mereka menjadi wakil saya!
Balas   • Laporkan
Niko
04/03/2010
Heran??? kok judulnya... "Rakyat Indonesia jangan 'kecil hati', karena rusuh di parlemen bukan hanya terjadi di sini". Padahal contoh rusuh parlemen di luar negeri itu kan bukan contoh yang baik? Masa kita disuruh ikutĀ² kayak mereka yang rusuh di luar neg
Balas   • Laporkan
rizkia
04/03/2010
apa2 an ini..... katanya mewakili aspirasi rakyat.. tapi aspirasi rakyat yang mana???? rakyat golongan apa???? golongan anak TK, SD, ato SMP... toh sikap ricuh dan tidak terkendali seperti ini hanya dilakukan anak kecil yang belum dewasa............. kalo
Balas   • Laporkan
budicokro
04/03/2010
hahaha... sangat menghibur... jarang2 loh kita bisa melihat watak asli wakil rakyat kita yang kelakuannya seperti anak TK. jika diplomasi gagal, adu jotos jadi solusinya. pemimpin memberi contoh yang baik kepada rakyatnya.
Balas   • Laporkan
eflaze@yahoo.com
04/03/2010
saya mau mengomentari paragraf terakhir.. "anggota DPR RI kita yang terhormat tidak perlu malu" JUSTRU hrs nya DPR malu, punya sikap Ketua dan Anggota nya seperti itu. gmn dilihat rakyat hal spt itu bisa tjd jadi paragraf tsb rancu dan malah membuat pe
Balas   • Laporkan
eflaze
04/03/2010
saya mengomentari paragraf terakhir pada berita ini... "anggota DPR RI kita yang terhormat tidak perlu malu" maksud nya ini mendorong supaya DPR terus melakukan hal2 yg jelek/buruk ato spt apa... krn rancu seakan2 memaklumkan tuk ricuh/kisruh malu ahh,
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com