POLITIK

SBY: Contohlah Nabi dalam Berpolitik

"Perilaku Rasulullah yang santun dan penuh etika haruslah menginspirasi kita," kata SBY

ddd
Kamis, 25 Februari 2010, 22:17 Arfi Bambani Amri, Nur Farida Ahniar
National Summit : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
National Summit : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan dalam bidang demokrasi dan kehidupan politik haruslah mencontoh Rasulullah Nabi Muhammad. Nabi, menurut SBY, menerapkannya dengan   arif dan bijaksana serta menjunjung tinggi kehidupan yang rukun dan harmonis di antara umat.

"Perilaku  Rasulullah yang santun dan penuh etika haruslah menginspirasi kita dalam mewujudkan demokrasi di tanah air," kata SBY dalam sambutan memperingati Maulid Nabi Muhammad di Istana Negara, Jakarta, Kamis 25 Februari 2010.

Demokrasi yang kita bangun, ujar SBY, harus menjauhkan diri dari tirani kekuasaan
dan golongan kuat serta bentuk-bentuk pemaksaan kehendak yang justru merusak rasa keadilan.   Prinsip-prinsip dasar musyawarah untuk mufakat demi kebaikan rakyat dan negara masih memiliki tempat di alam reformasi dewasa ini.

"Adalah menjadi tekad kita untuk membangun kehidupan di negeri tercinta ini di mana Islam, demokrasi dan modernitas dapat hidup seiring dan sejalan dengan  damai," ujarnya.

Demokrasi yang kita bangun adalah demokrasi yang disertai amanah. Demokrasi juga harus kita tunjukkan dengan penuh etika dan kesantunan serta tetap menjunjung tinggi akhlaqul karimah. "Bukan demokrasi yang sarat dengan dendam dan permusuhan serta saling menjatuhkan," katanya.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
batcha89
17/02/2011
Dstiap ngasi kt smbutn, pmimpin2 Indonesia mnghimbau spy kite (rkyt) mneldani sifat & sikap Rasulullah. Nga salah si ente ngemeng bgitu, tp klw mo ngemeng ngaca dulu. Logikanye klw smua pemimpin d Indonesia mneladani sifat & sikap Rasulullah Muhammad SAW,
Balas   • Laporkan
arifin
01/04/2010
ya..sya orag yang setuju tentang Rasulullah yang bapak SBY katakan. kurasa tinggal dilaksanaain aja . atw jika merasa kesulitan tanya sj sama ulama yang benar2 paham dengan kepribaidian Rasull juga mengamalkan apa-apa yang brsal darinya...
Balas   • Laporkan
Hartones
01/03/2010
saya kira wajar-wajar aja orang bertanding mendapatkan kekalahan terus bersikap tidak puas, rasa iri, dll tetapi sikap tersebut jangan menjadikan perpecahan dan saling menjatuhkan hal tersebut bukan karakter asli orang Indonesia, semoga polemik ini berkes
Balas   • Laporkan
mukti
01/03/2010
setuju Pak SBY, prilaku politik politikus kita memang tdk ada etika. Jauh dari nilai agama & moral. Bisanya hanya menghujat, mengungkit kekurangan org lain,seolah2 mereka tdk pernah berbuat kesalahan. Ingat, brg siapa snang membuka aib saudaranya, suatu s
Balas   • Laporkan
kobek
26/02/2010
setuju Pak SBY..politik kita memang penuh dendam kesumat.....tidak mau mengakui kekalahan....lihat politikus kita bikin muak dan mau muntah...semoga diberikan jalan kebaikan mereka2 itu...amien
Balas   • Laporkan
rudi
26/02/2010
ya kalau mau meniru nabi jangan setengah-setengah, gak gampang pakde....jangan cuma slogan dan cerita, jangan hanya berpuisi......
Balas   • Laporkan
Sunarto
26/02/2010
Praktiknya mana?
Balas   • Laporkan
m nur
26/02/2010
meniru nabi muhammad memang jangan sepotong-sepotong, sebagian-sebagian apalagi hanya disesuaikan dengan kepentingan dunia. Karena kita tahu bahwa nabi kita itu adalah suri tauladan terbaik menurut Allah di Al Quran. Jadi seharusnya kita juga meniru bagai
Balas   • Laporkan
iwan
25/02/2010
smoga apa yg ia katakan sesuai dgn apa yg dia kerjakan .... mudah memang membaca teks2 pidato itu krn ada konseptornya tpi klo tdk dari hati spt pembaca berita d televisi .. ....
Balas   • Laporkan
surya
25/02/2010
stuju pak...kita hrs meniru cara berpolitik rosul..termasuk tidak KKN untuk tdk memasang anak, istri dan sodara2 bapak di lingkaran kekuasaan..bangsa ini kan milik rakyat pak bukan milik keluarga bapak aja, iya to..
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com